@BahariJINSIK —
—dan mulai menyalakan lilin di kue di depan minimarket yang untungnya menyediakan bangku untuk pelanggan mereka duduki.
( @BahariJINSIK )
@BahariJINSIK —
Sesampainya di minimarket, Cahaya langsung mengajak Dika ke tempat di mana roti-roti dijual, Cahaya langsung menyuruh Dika untuk memilih roti mana yang disukainya, tak lupa, lilin —yang ternyata juga dijual di sana juga dibeli olehnya, sekarang saatnya membeli minum—
—
@BahariJINSIK —
Sebenarnya Cahaya ingin mengajaknya membeli kue ulang tahun akan tetapi Cahaya yakin tidak ada toko kue di sekitar mereka sekarang, maka dari itu minimarket adalah pilihan terbaik yang bisa mereka tuju sekarang.
( @BahariJINSIK )
@BahariJINSIK Cahaya tertawa kecil sambil menyeruput es kelapanya saat mendengar nada kesombongan dari mulut Dika, "Hmmm, ke minimarket aja yuk? Harus beli kue buat kamu, Dika!" Ajak Cahaya.
—
@BahariJINSIK —
Dengan semangat Cahaya menahan angin yang akan mematikan api di koreknya lalu memerintahkan Dika untuk segera meniup korek tersebut, "Ayooo, make a wish habis itu ditiup!"
( @BahariJINSIK )
@BahariJINSIK —
—di depan Dika yang sudah selesai memesan es kelapa mereka, "Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday, Dika!"
—
@BahariJINSIK —
Dika yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum melihatnya, "Kenapa senyam-senyum doang? Ada yang aneh ya?" Tanya Cahaya, keheranan melihat tingkah adik tingkatnya itu.
( @BahariJINSIK )
@BahariJINSIK —
Cahaya lalu mengajak Dika untuk duduk di salah satu penjual es kelapa di pinggir pantai tersebut, "Ini es kelapa favoritku! Dari kemarin aku udah sering beli ini, cobain deh apalagi yang campur susu!" Jelas Cahaya panjang lebar.
—
@BahariJINSIK —
"Udah siap! Yuk?" Dengan semangat Cahaya mengamit tangan Dika —tanpa sadar dan mulai berjalan ke luar villa untuk berjalan-jalan ke pantai.
( @BahariJINSIK )
@BahariJINSIK Tepat saat riasannya sudah selesai, ia mendengar pintu kamarnya diketuk dan juga suara Dika yang lirih memanggilnya di sana, dengan cepat Cahaya lalu mengamit tasnya dan menuju pintu kamarnya —tak ingin mengganggu teman sekamarnya yang masih terlelap.
—