@yzdhaq@tubirfess Kalau yang dikatakan tukang obat bisa bijak membalas tidak dengan yang kasar mungkin kata itu bukan hinaan bahkan pahala bisa didapat.
Jawab saya memang tukang obat untuk mengobati jamaahku dan akan kuobati bangsaku.dari virus ahklak yg menular.
Gitu
Bilangin Nikita wanita hina
@jokowi Setuju Pak.
Santun dan beradab itu yang menjadikan umatnya besar bersatu dan diterima semua bangsa, suku dan budaya didunia.
Rahmat bagi dunia dan alam semesta.
Bapak sudah melaksanakan yang Rasul jalankan meski belum seluruhnya.
Salam sehat pesidenKu
@usmans92 @mitaparis_@jokowi Harus bisa jadi wakil bangsa bukan wakil kelompok.
Harus bisamenunjukan bahwa bangsa indonesia kokoh dan warganya tak santun dalam berucap dan bertindak
Hehehe
@jokowi Infrastruktur pendidikan pola daring harus segera dibangun agar anak didik tak tertinggal mengejar materi pelajaran. Dan orang tua tak netasa direpotkan dengan pola baru ini.
Kita harus siap menerima kondisi ini dan segera beradaptasi baik mssyarakat maupun pemerintah
@jokowi Dalam rangka pendidikan buat masyarakat tak mampu
Di setiap kelurahan tersedia dispkay buat belajar bersama dengan pengaturan waktu sesuai jenjang pendidikan.
Bagi perguruan tinggi mengenai biaya gedung dan lain2 supaya disesuaikan.
Infrastruktur harus dibangun demi kenyamanan
@jokowi Kalau sistim pendidikan pola baru ini sudah jalan maka infrastruktur penunjang di buat untuk menunjang pendidikan, terlebih khusu buat madyarakat tak mampu.
Ada mobil pustaka dengan display bisa untuk belajar bersama.
Ada mobil telkom bisa buat internet gratis.
@jokowi Perlu penataan sistem pendidikan dengan menterjemahkan kurikulum yang ada kearah penyesuaian metode daring.
Sistim tatap muka masih perlu dan hanya 30% dengan pengaturan waktu yang tepat dan tetap mengikuti protokol kesehatan.
@jokowi Butuh sebuah komitmen bersama khususnya dalam dunia pendidikan peran orang tua dan guru harus seimbang. Guru harus bisa membimbing bukan hanya menyampaikan pelajaran dan tugas2 sehingga orang tua bingung. Perlu sinergitas keduanya
@jokowi Saya menyampaikan revolusi sistem pendidikan karena saya peduli dengan anak bangsa kedepan. Dan saya juga punya pemikiran itu dan siap berdialog dengan siapa saja untuk hal itu
@jokowi Saya harap semoga cepat revolusi pendidikan anak dipikirkan dan di formulasikan sesuai perkembangan zaman dan teknologi. Ini bukan menjadikan anak2 bangsa kelinci percobaan sebuah regulasi kebijakan perubahan pola maupun materi pendidikan yang sering bergonta ganti.
@jokowi Saya setuju dengan program perlindungan anak.
Dari kesehatan perkembangan pertumbuhannya dan pendidikannya. Perlu revolusi sistem pendidikan dari cara tradisional ke arah modern sesuai perkembanga IT. Tatap muka dikurangi. Tatap muka hanya tuk pengembangan mental dan imajina anak
@Dennysiregar7 Dinamika medsos.
HP bukan barang mahal bertabur ditangan para pemilik.
Bebas mereka berkomentar sebebas kita2 berkomentar. Bahkan batas sopan santun terlampaui. Bersabar hati atas apa yg dikomentari. Disini kedewasaan kita membaca komen.
Atau berkomentar.
Kecuali ada yg batasi
@jokowi Yah kalo begini kita bisa segera terlepad dari belenggu Covid19 minimal kelonggalan beraktifitas bisa dijamin.
Alhamdulillah
Suport terus pak geber sampai tuntas.
Oh ya jangan lupa udahakan paten karya anak bangsa.
Kebangkitan bukan hanya setiap tahun tapi tiap hari
@BudionoCapiten@salsabila0307@handyani1202@jokowi Setau saya dipedalaman papua yang waktu resesi minyak tanah 25 ribu gak ada yang mengeluh.
Apa lagi cuma PSBB.
Masyarakat anggap terendah pemulung dan gembel mampu beli rokok 20 ribu /sehari.
Coba anda bisa himbau mereka baru ada artinya keberatan itu.
BPJS Cuma naik 10/bulan
@crzn95@42ku2@WidasSatyo @Rusdiansyah_8 @pangjannis26 @july3787 @kamukecil@jokowi@ainunnajib Anda ingin dikatakan pintar bilang goblok orang lain.
Itu ajaran gurumu bapakmu dan ibumu yang sering bilang goblok ke anda.
Atau teman2 anda mengatakan itu saat asik main game. Ngaku deh