Simple sih, tapi gak solutif. Saya kalau mau resign sekarang juga bisa. Junior saya resign Des 2021, skrg jd konsultan pjck penghasilan 50jt per bulan. TAPI, ini penting: "Bagi saya, BERTAHAN adalah PENGABDIAN. Sedangkan KESEJAHTERAAN PNS adalah PERJUANGAN."
Template pemberitaan “korupsi”:
- cek LHKPN
- bahas istri/kekasih gelap
- bahas harta/gaya hidup
Kapan mau bongkar strukturnya? 🤔
We are so consumed by this self-responsibility narrative, forgetting the root cause of the problem: STRUCTURAL INEQUALITY
Engga gampang jadi laki-laki yg sdg tertimpa masalah berat,
Cerita ke laki2 lain, diketawain.
Cerita ke orang tua, dibilang "hadapi dong, kan kamu laki-laki.”
Cerita ke wanita, membuat merasa dirinya lemah.
banyak yg terus dipendam sendiri, sampai akhirnya muncul statistic ini.
Ngga semua org paham dgn apa yg lo mau, stop bertingkah seperti bocah yang apa-apa hrs dingertiin. Belajar jadi pribadi yg lebih dewasa dgn menyampaikan keluh kesah dan hal-hal yg lo gak suka, stop memaksa orang lain buat nebak isi kepala lo.
Dipikir2 banyak jg ya pungli internal yg dibebankan ke @PNS_Ababil. Kerja tapi disuruh bayar buat seragam, kartu pegawai, iuran ina inu, colokan, printer, pulsa, smpe laptop.
Dipungli sm majikan sendiri tp dilarang pungli ke masyarakat atas nama “integritas”.
Sungguh kedjam.
Tua dan muda terus dibenturkan. Padahal yg problematik itu adalah sistem yg gagal memberdayakan yg muda dan mengupgrade yg tua.
Ingat kita semua pernah muda dan akan menjadi tua.
Kita butuh sistem yg tdk mengalienasi keduanya agar bermartabat tak peduli usia.