1. Erick Thohir sebar hoax bahwa Anies akan bubarkan BUMN.
Dasar Erick Thohir Plonga Plongo. Dia gak mikir nyebarin kabar yang gak masuk akal. Bagaimana mungkin BUMN dibubarkan Anies?
#JokowiBiangRusuh#JokowiBiangRusuh
Militer tidak dijamin kehidupannya oleh orang-orang politik, sehingga akhirnya mereka serba bisa sagalanya kecuali jd alat pertahanan negara.
Militer diperdaya untuk jadi alat kekuasaan dan melanggengkan kekuasan
TERNYATA FERI AMSARI PERNAH DITAWARI JABATAN OLEH SEORANG MENKO !
Sangat menggoda sampai gemeteran pas ditelpon. Prospeknya tentu sangat menggiurkan.
Tapi untung bang Feri punya Guru yang mengingatkan.
Coba kalau Bagong, bisa nolak gak ya? 🤦
(Pentingnya punya Guru)
Penampakan Dapur MBG yg kena sidak… dah kek Gudang Makanan Sampah‼️
Tumpukan Buah BUSUK dan Bahan makanan yg TIDAK LAYAK Konsumsi masih disimpan…
Yg kek gitu mo dibagikan ke Murid?? Untuk Anak2 kita???
UNTALEN DEWE!!!! 🤬
Gus Baha menegaskan bahwa hisab adalah ilmu Allah yang bersifat permanen dan presisi, bahkan bisa dihitung hingga 100 tahun ke depan. Ramadhan dan Idul Fitri tidak harus menunggu keputusan pemerintah.
-Kini kami Dwitunggal-
Sejak awal langkah ini dimulai, ketika jalan masih gelap, ketika suara-suara kebenaran terasa seperti berbisik di tengah badai yang paling menguatkan kami, saya dan Rismon, yang waktu itu masih waras, adalah Mas Roy.
Ia tidak sekadar hadir. Ia mengayomi.
Ia tidak sekadar berbicara. Ia menguatkan.
Dalam setiap tekanan, setiap gempuran, setiap tudingan yang datang tanpa henti dari berbagai arah, Mas Roy berdiri seperti dinding yang kokoh.
Setahun ini bukan waktu yang pendek. Rangkaian hari-hari panjang yang menguras tenaga, emosi, bahkan keyakinan terdalam.
Namun di tengah itu semua, Mas Roy tetap tegak, dengan stamina yang seakan tak habis, dan mental yang tak retak.
Namun ada satu hal yang sering luput dilihat orang, saat kita sedang letih dan lemah. Mas Roy yang selalu ceria, yang tawanya berderai-derai.
Ringan, lepas, seolah ingin mencairkan segala beban yang kami pikul bersama.
Tawa dan cerianya bikin kami naik semangat.
Ia hampir tak pernah berkata tidak.
Selalu ada “iya” di setiap permintaan, di setiap kebutuhan, di setiap kelelahan yang kami rasakan.
Dan lebih dari itu,
ia selalu berusaha menyenangkan semua orang.
Di tengah kerasnya perjuangan, ia memilih menjadi pribadi yang hangat.
Di tengah gelapnya tekanan, ia memilih menjadi penerang yang sederhana: tawa, kehadiran, dan kesediaan.
Ia benar-benar Abang.
Bukan hanya karena usia. Tapi karena jiwa.
Dan kini…
ketika Rismon memilih jalannya sendiri, meninggalkan ruang perjuangan yang pernah kita isi bersama, ada kekosongan yang tak bisa dipungkiri.
Sunyi itu nyata.
Namun perjuangan tidak boleh berhenti.
Kini kami berdiri sebagai Dwitunggal.
Bukan karena segalanya menjadi lebih ringan, justru sebaliknya.
Tapi karena kami tahu, amanah ini tidak boleh jatuh.
Dari tiga, menjadi dua.
Dari ramai, menjadi lebih senyap.
Namun justru dalam kesenyapan itu, tekad kami mengeras.
Mas Roy, tetap Abang yang sama.
Dengan tawa yang tak pernah benar-benar padam,
dengan hati yang selalu berkata “iya”,
dengan niat tulus untuk membahagiakan orang-orang di sekelilingnya.
Dan saya, akan tetap melangkah.
Dengan segala luka, dengan segala pelajaran, dengan segala kesadaran bahwa perjuangan ini tidak pernah tentang jumlah, tetapi tentang keteguhan.
Karena pada akhirnya,
yang bertahan bukan yang paling banyak,
tetapi yang paling setia pada kebenaran.
@Metro_TV@pandji Buletin,
Teori dan retorika
Yg jelas2 anggaran banyak mushorotnya dan rawan korupsi ya d MBG ini yg 02ngawasannya sangat prihatin sekali