Wahai kalian mahasiswa dan alumni ITB (dari dosen, mahasiswa, sampe ketua senat atau himpunan), kalau kalian menggagalkan ITB punya dapur MBG aja gak bisa, kalau ITB jadi SPPG aja gak bisa kalian gagalin, jangan ajarin rakyat Bandung cara bersikap & menghayati hidup sehari-hari
Memaaaang ini video podcast @beckhamputran bersama @riphanpradipta di @simamaung ini adalah best representation tentang bagaimana bobotoh treat and value pemain Persib, khususnya pituin Jabar di Persib. Love language.
Abi aya di stadion. Balik kuliah, langsung ka Jalak huhujanan, meli tiket timur 10rb ti calo, geus kick off soalna. Bisa asup, teu katingali nanaon, numpuk di tangga 😭
Babak 2 pindah ka Utara, mayan bisa ningali gol ieu langsung 😭
"Show, don't tell"
Di zaman saya belajar menulis di panditfootball, Kang Zen mencontohkan pentingnya "Show, don't tell" dengan analogi:
"Kalau ada orang yang bilang di luar hujan, kamu jangan tulis 'di luar hujan kata xxx'. Tapi cek dengan mata kepala kamu sendiri. Kamu pastikan apakah benar di luar hujan atau tidak. Lalu kamu juga bisa ceritakan lebih detail kalau hujannya deras atau gerimis. Kamu bertanggung jawab atas apa yang kamu tulis."
Sekarang di era semua pihak merasa bisa jadi media, banyak yang masih lebih mengedepankan 'tell' dari pada 'show'. Belum lagi dengan era "Social Media Conditioning alias buzzer". Memanfaatkan hoaks/kebohongan yang 6x lebih cepat menyebar daripada berita fakta. Bahaya dari sebuah informasi keliru akan selalu menghantui.
NewJeans mudah diterima sama non-kpop listener karena musik mereka adalah antithesis dari k-pop itu sendiri. di saat k-pop makin formulatik yg dimana tiap detik mesti heboh gedebak gedebuk, mereka hadir dengan simply musik yang bagus aja. bahkan dari segi estetikpun juga begitu.