Perusahaan lu juga sama jahatnya anjeer kok bisa ngehire anak magang tapi gak dikasih device laptop buat kerja???
kok malah open donasi laptop buat dia kerja? kan itu tanggung jawab perusahaan lu kocak
Bangun all, mantan Direktur Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, korupsi Rp10,2 miliar selama 8 tahun!!!
Dana buat pakan dan perawatan satwa diembat. Sekitar Rp7,4 miliar masuk kantong pribadi.
Akibatnya? Satwa jadi menderita, kurus, kurang sehat, bahkan ada yang mati.
Duit dimakan sendiri, satwanya yang jadi korban. Kurang kejem gimane coba ini orang😅
⚠️ ANTI KRITIK -
Menteri PU Dody Hanggodo memutasi DELAPAN PEGAWAI SENIOR ke luar Jawa usai dugaan BOCORNYA surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat.
Unggahan itu menyebut mutasi dilakukan sebagai bentuk balasan, namun hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari Kementerian PU maupun BKN terkait kebenaran dan alasan mutasi tersebut.
⏬️ ig : @ narasipinggiran
lihat mas2 yang baru selesai sidang ini bikin hati campur aduk. selama kuliah dia sambil jualan tahu demi bisa bertahan dan mengejar cita-citanya meraih gelar sarjana. ga kebayang capeknya jualan belum lagi tugas kuliah yang sebanyak itu, salut banget sih. dia percaya pendidikan adalah jalan buat mengubah nasib dan mengangkat derajat keluarganya.
mirisnya, di saat masih banyak yang berjuang seperti ini. pendidikan bukan jadi prioritas utama dalam arah kebijakan hari ini
Menurut gw ruangguru gamungkin sampe diskualifikasi dan edit semua scene si G ini kalo misal yang di beritakan itu salah, pasti pihak rugur udah confirm ke pihak kampus dan lainnya dong
Lagian kalo emang tuduhannya salah, harusnya si G klarifikasi gasih? bukannya malah ngilang😅
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo diduga telah menyalahgunakan wewenangnya dg menunjuk keponakannya yaitu Aisyah Zakkiyah sebagai tenaga ahli di Kementerian PU dan komisaris PT PP. Penunjukan ini menjadi sorotan mengingat Aisyah Zakkiyah tidak memiliki rekam jejak atau pengalaman kerja di bidang konstruksi.
Hadehhh !!
Jadi rusak gini @KemenPU sejak dipegang si songong ini.
🙎♂️ : permisi pak,izin pendataan sensus ekonomi 2026 pak
👨🦳 : nggak usah di sensus lah mas,dapat apa apa juga enggak
🙎♂️ : oh iya pak,tapi ini bener rumahnya pak S****O/ bu E**
👨🦳 : iya
🙎♂️ : Pak,di data sensus sebelumnya bapak punya 5 usaha,horti,kehutanan,peternakan,perikanan,sama perkebunan,ini masih ada semua apa sudah ada yang tutup?
👨🦳 : punya ternak sama ikan aja enggak mas saya
🙎♂️ : Oalah,terus ini mau di update datanya nggak Pak? 👨🦳 : nggih mas monggo masuk mas
cc : adi_cahyadi66
GAWAT WAK.....
Polisi geledah cafe di cipete, penggeledahan belum usai anggota TNI dan kejaksaan datang.
Pertanyaan simplenya, mereka datang dalam rangka apa, apakah pengamanan atau intervensi. Mungkin yang terlibat dalam kasus ini orang dekat dari institusi tersebut?
Polri vs tni & kejagung.
Oea udah lihat vidionya wak, jika belum awak kasih lihat direply
POLRI TNI&KEJAGUNG
PEMBANTU RUMAH TANGGA DISIKS4 SAMPAI GIGI DUC4BUT OLEH MANTAN FINALIS MASTER CHEF DAN SUAMINYA LALU PURA PURA LIBURAN UNTUK MENUTUPI M4Y4T DI KAMAR MANDI
Di layar kaca, kita disuguhi senyum elegan, presisi, dan hidangan yang sempurna. Namun di dunia nyata, apartemen mewah dan gelar pendidikan tinggi ternyata bisa menjadi tirai penutup bagi nurani yang telah mati.
Tragedi yang menimpa Nur Afiah Daeng Damin bukanlah sekadar kasus pembunuhan biasa; ini adalah potret gelap tentang arogansi kelas sosial, kerentanan seorang pekerja, dan manipulasi hukum oleh mereka yang merasa tak tersentuh.
I. Kontras Kelas Sosial yang Mematikan
Di mata publik Malaysia pada tahun 2021, Etiqah Siti Noorashikeen Mohd Sulong (33 tahun) memiliki citra yang nyaris sempurna. Lulusan S2 (pascasiswazah) Geologi ini adalah representasi wanita karier mapan, terlebih namanya meroket sebagai finalis MasterChef Malaysia 2012.
Bersama suaminya, Mohammad Ambree Yunos (40 tahun), seorang kontraktor sukses, mereka menetap di hunian eksklusif Amber Tower, Lido Avenue, Penampang, Sabah.
Mereka adalah potret keluarga elit dengan anak kembar yang seolah hidup dalam mimpi.
Di seberang spektrum kemewahan itu, berdirilah Nur Afiah Daeng Damin (28 tahun). Meski berstatus Warga Negara Malaysia kelahiran Johor, akar keluarganya adalah keturunan Bugis yang menetap di Bulukumba, Indonesia. Fakta ini menempatkannya di posisi yang sangat rentan.
Bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di apartemen tersebut, ia terisolasi dari keluarga besarnya.
Kedudukan sosial inilah yang diduga kuat memupuk "rasa superior" dalam diri Etiqah dan Ambree. Mereka merasa berkuasa penuh atas nyawa manusia yang mereka anggap berada jauh di bawah kasta mereka.
II. Neraka Modern dan Bukti Forensik yang Bisu
Di balik pintu tertutup Amber Tower, Nur Afiah tidak hanya dipekerjakan, tetapi dirampas hak kemanusiaannya. Ia tidak digaji, disekap, dan dilarang berkomunikasi dengan dunia luar sebuah praktik perbudakan modern.
Puncaknya terjadi pada rentang waktu 8 hingga 11 Desember 2021. Selama hari-hari panjang tersebut, Nur Afiah mengalami penyiksaan brutal.
Hasil bedah siasat (post-mortem) nantinya mengungkap penderitaan ekstrem yang ia rasakan: delapan titik luka jaringan lunak di dalam mulut dan trauma fatal pada enam gigi depan.
Gusinya robek parah, mengindikasikan mulutnya dicengkeram atau dibenturkan dengan tenaga yang luar biasa.
Lebih mengerikan lagi, kekejaman ini bukanlah sebuah ketidaksengajaan. Pihak penyidik menemukan jejak digital di ponsel Etiqah dan Ambree mereka secara sadar merekam video dan foto saat menyiksa korban.
Lensa kamera ponsel mereka sendiri yang kelak menjadi saksi bisu atas hilangnya nyawa sang ART di lantai kamar mandi.
III. Skenario Kundasang dan Runtuhnya Kebohongan
Setelah Nur Afiah tewas, pasangan terdidik ini tidak memanggil bantuan medis. Dengan kalkulasi yang dingin, mereka meninggalkan jasad korban yang separuh telanjang di lantai kamar mandi, membawa anak mereka, dan berkendara sejauh 80 kilometer ke dataran tinggi Kundasang.
Tujuannya satu: menciptakan alibi liburan palsu.
Pada 14 Desember 2021, mereka mendatangi kantor polisi Penampang. Dengan percaya diri, mereka membuat laporan palsu, mengklaim baru pulang liburan dan terkejut menemukan pembantu mereka tewas. Mereka mencoba merangkai skenario "kematian mendadak" (sudden death).
Namun, sandiwara itu hancur dalam hitungan jam. Tim forensik di TKP menemukan memar di sekujur tubuh korban.
Fase kaku mayat (rigor mortis) dan awal pembusukan sama sekali tidak selaras dengan narasi kematian wajar. Hari itu juga, status laporan diubah menjadi kasus pembunuhan berencana (Seksyen 302 Kanun Keseksaan). Etiqah dan Ambree ditahan di tempat.
IV. Manuver Hukum dan Kemarahan Publik
Drama hukum yang memancing amarah nasional terjadi pada 26 April 2022. Dakwaan pembunuhan berencana adalah kejahatan tingkat tertinggi yang tidak dapat dijaminkan (non-bailable).
Namun, pengacara elit Etiqah berhasil menggunakan celah hukum (Seksyen 388(1) Kanun Prosedur Jenayah) di Mahkamah Rayuan.
Menggunakan tameng "depresi pasca-melahirkan" dan alasan harus merawat bayi kembar yang diklaim autis, Etiqah dibebaskan dengan uang jaminan hanya RM30.000 (sekitar Rp100 juta).
Keputusan ini meledakkan kemarahan publik. Netizen melihat ini sebagai bukti nyata hukum yang tumpul ke atas; seorang majikan elit bisa menghirup udara bebas setelah membunuh secara brutal, hanya karena kekayaan dan status sosialnya.
Saat persidangan utama dimulai pada November 2022, solidaritas pasangan ini hancur.
Di hadapan hakim, mereka saling lempar tuduhan secara terbuka. Ambree bersaksi mantan istrinya yang menyiksa korban, sementara Etiqah menuduh sebaliknya demi menyelamatkan diri masing-masing.
V. Palu Keadilan Menghancurkan Arogansi
Akhir dari drama panjang ini tiba pada 20 Juni 2025. Hakim Mahkamah Tinggi, Datuk Dr. Lim Hock Leng, mengabaikan segala alasan medis yang dimanipulasi pelaku.
Jejak digital berisi video penyiksaan di ponsel mereka menjadi bukti yang tidak bisa dibantah.
Menyusul reformasi hukum Malaysia yang menghapuskan hukuman mati mandatori, hakim menjatuhkan vonis penjara selama 34 tahun untuk masing-masing terdakwa.
Ambree menerima tambahan 12 kali sabetan cambuk rotan. Etiqah, meski diselamatkan dari hukuman fisik oleh Seksyen 289 (larangan mencambuk perempuan), dipastikan akan menghabiskan masa jayanya di balik jeruji besi.
Tidak ada lagi penangguhan; hari itu juga, mereka diborgol dan langsung dijebloskan ke penjara.
VI. Epilog
Vonis 34 tahun mungkin mengetuk palu keadilan, tetapi tidak akan pernah mengembalikan napas yang direnggut paksa di lantai kamar mandi tersebut.
🚨 Sekjen Menteri PU mencari orang yg membocorkan surat dinas.
Padahal perjalanan bisnis itu pakai uang APBN, yg dimana harusnya buat konsumsi publik.
Blunder part 2.0 deh~~
Anggaran untuk restrukturisasi Aceh ditambah, tapi jembatan ga kelar dibangun.. Rakyat Aceh membangun sendiri eh malah mau ditutup pemerintah pusat alasannya safety..
Gimana pada ga marah..
Fun Fact
Indonesia itu sebenarnya kaya raya, buktinya aja
Biaya training kopdes
- 30 juta belajar bela negara
- 15 juta pelatihan koperasi
total biaya 45 juta/orang selama 1,5 bulan
Biaya MBG
- 1,2 triliun/hari
- 335 triliun/tahun
Tapi, 2 program itu sudah menyedot terlalu banyak anggaran, sampai beberapa daerah dilaporkan akan merumahkan/non-perpanjang kontrak PPPK-nya:
- NTT = 9.000 jiwa
- Bangka belitung = 4.500 jiwa
- Sulawesi Barat = 2.000 jiwa
Bahkan kemarin, PPPK Maluku Utara melakukan demo karena mereka menolak dirumahkan serta menolak pengurangan gaji