Regarding Lycurgus, founder of Sparta.
The pivotal moment in the creation of Sparta came when Lycurgus proposed radical laws that would transform the state into some of the greatest warriors in history.
A member of the assembly was so offended that he struck Lycurgus in the eye. Lycurgus could easily have killed him and everyone knew it.
Instead, he stood there with his eye destroyed and invited that man to his house for dinner, ultimately convincing the man to become one of his greatest supporters.
Once the laws were in place, Lycurgus left for the temple, saying the laws could not change until he returned. Then Lycurgus starved himself to death.
BAMF.
The lesson here is that revenge is for the weak.
Dirgahayu Negeriku....
Kemarin mereka berjuang melawan para penjajah demi kemerdekaan negeri ini....
Hari ini kita berjuang untuk memerdekakan diri dari ketamakan, nafsuh dan egoisme diri... Mungkinkah itu????
@mohmahfudmd
@PolhukamRI
#hut78RI#pagi RI
Ketiga tokoh ini mewakili sebuah dinamika keagamaan yang menolak untuk hanya berkutat pada kelompok sendiri, melainkan bergerak keluar untuk kehidupan publik dan kepentingan bersama.
Berkah di Valentine Day
#loveisland#ValentinesDay#HonorisCausa
Anak menteri, cucu pendiri ormas Islam terbesar, punya leluhur yang merupakan raja-raja besar di Nusantara. Kurang privilege apa coba Gus Dur? Meski demikian, Gus Dur hidupnya sangat sederhana. Bahkan Presiden ke-4 RI itu pernah minjam 5 juta ke anaknya.
Utas
Betul sih. Tentu ini adalah keunggulan bangsa kita, tapi rupanya sejauh ini disahpahami oleh sekelompok orang yang justru menjajah sesamanya satu bangsa. Itu kan lebih memiluhkan bukan?
#soekarno#HogwartLegacy#TurkeySyriaEarthquake#TurkeyQuake
Soekarno: bukalah kitab sedjarah kita, dan lihatlah betapa "tjorak" bangsa kita: Kita ta' pernah, sekali lagi: ta' pernah, di dalam sedjarah kita jang ribuan tahun itu, mendjadjah bangsa lain, tetapi sebaliknja, kita selalu membagikan kekajaan-kekajaan kita kepada bangsa lain.
Dulu, Gus Dur pernah meminta maaf kepada keluarga korban pembantaian 1965-1966. Permintaan maaf itu dilanjutkan dengan mengupayakan berbagai tindakan pemulihan nama baik, rekonstruksi sejarah, dan mengupayakan pencabutan peraturan yang melanggar konstitusi.