Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹
Sesuatu yg bukan untukmu akan selalu menemukan cara untuk pergi, mau kamu jaga sekuat apapun. Bisa lewat sikap yg berubah, jarak yang memanjang, atau rasa yang perlahan hilang tanpa penjelasan.
you'll keep asking why? sampai akhirnya kamu sadar pertanyaan itu bukan buat dicari jawabannya, tapi buat dimengerti maknanya. karena takdir gak pernah salah arah, yg sering keliru itu kita, terlalu lama bertahan di jalan yg sebenarnya bukan tujuan kita.
Kamu tahu cara paling mahal untuk membalas perbuatan buruk orang lain? Adalah dengan tidak membalasnya sama sekali, tidak memperdulikannya lagi, dan berhenti mempertanyakan alasannya menyakitimu.
Sebab, barangkali dia bukan orang jahat, tapi orang yang kalah di hidupnya sendiri.
Temen-temen semua,
Saya membaca semua saran untuk tidak ke Malaka, membawa kamera sendiri, soal adsense, biaya transport, soal harus live dan lain-lainnya.
Tapi, tujuan utama saya adalah bagaimana caranya pertemuan itu tidak gagal. Saya memang marah diperlakukan seperti itu oleh Ferry. Oleh sebab itu saya ingin marah-marah langsung ketemu orangnya. Itu alasan saya tidak banyak komentar sebelum pertemuan ini. Semua masalah personal sudah diperjelas oleh dalam tayangan Youtube. Tapi sebagian besar tayangan membahas masa depan guru dalam sistem pendidikan kita.
Saya sudah nonton full semalem, tidak ada yang dipotong. Saya datang ke Malaka tanpa syarat, dan Ferry menyambut saya tanpa skrip. Pertanyaan penting saya soal komitmen Ferry terhadap guru honorer juga terjawab. Malaka akan ikut mengawal RUU Sisdiknas yang naskahnya Ghaib.
Permintaan maaf saja ga cukup. Jujur aja.
Karena mengendarai mobil baja gitu, dengan kecapatan tinggi ke arah kerumunan itu sudah sangat2 ga masuk "akal sehat"
Bukti videonya jelas.
Ga mngkin itu masuk blindspot.
Saya akhirnya menyesal beberapa tahun terakhir punya kecenderungan menjaga “jarak” sebisa mungkin dgn orang-orang. Niatnya agar sewaktu-waktu tak terlalu merasa kehilangan kalau dipisah jalan, juga agar orang lain tak masalah kalau seandainya tidak ada saya di hidup mereka …