Bayangkan, 27 tahun penjara... Lebih berat dari pembunuh dan teroris. Ini beneran hukum yang adil berdasarkan bukti, atau kita lagi nonton seseorang dihancurkan hidupnya cuma karena namanya terlalu besar buat dimaafkan ? Di mana hati nurani hukum kita ?
Dihh..
Emang hobi bentak2 gitu ya?
Keknya hrs periksa kejiwaan tuh..
Bisa sangat tenang tp tiba2 tantrum... 😏
Kena lagi tuh!!
Sering2 aja "diskusi" sm mahasiswa..
Biar yg belum tau siapa Budiman Sudjatmiko jadi tau..
Dalam diskusi yg digelar di Cafe & Resto Sadjoe, Tebet, Rabu (17/6), mahasiswa PMKRI Jateng-DIY, Natael Bremana, menyebut Budiman Sudjatmiko sebagai "pelacur Reformasi" krn dinilai diam ketika prinsip2 Reformasi yg dahulu diperjuangkan justru dilanggar o/ pemerintah saat ini.
Dia sedang mengalami apa yg slm ini dia pertanyakan 🥱
Bagaimana DPR bisa kritis terhadap program Maling Berkedok Gizi ini, jika DPR sendiri banyak terlibat di dalamnya sbg pengelola dapur dsb. Atau bahkan terima angpao dr pengelola ??! 🙄
Makasih mau mengelak apalagi, dan bukan rahasia bahwa SPPG banyak dimiliki dan dikelola oleh pejabat maupun anggota DPR
Wajah pelaku jelas, knp sdh hampir satu bulan belum ada yg ditangkap min @DivHumas_Polri?
Knp giliran ke ormas kalian takut?😡
Viral di media sosial yang dipertontonkan oleh sekelompok orang yang diduga dari organisasi di Kota Pematangsiantar.
Korbannya, pria 24 tahu. la tewas Dibantai di Muka Umum oleh Anggota Ormas IPK, Pelaku Belum Ditangkap
Beginilah video viral yang memperlihatkan sejumlah orang yang datang menggunakan mobil beratribut organisasi IPK melakukan p3mbantaian kepala seorang pria di taman bunga, kota Siantar.
Korban bernama Jaka Jannes Malau (24), yang m3ninggal dunia pada Jumat, 29 Mei 2026.
Lebih dari dua pelaku ikut melakukan tindakan yang tak pantas. Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa korban masuk ke dalam mobil beratribut IPK.
Hampir 3 minggu berlalu, polisi belum juga menangkap seluruh pelaku yang terlibat. Keluarga korban pun mengharapkan keadilan pada polisi.
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
Mengirim surat ke Presiden demi menyuarakan nasib guru honorer, siswa SMK ini sempat mendapat intimidasi virtual di media sosial. Untungnya, ia tetap teguh dan kini suaranya sampai ke MK demi menjaga agar anggaran pendidikan tidak tergerus program MBG. Suara kritis yang patut dikawal.
Video : tribun
En unas impactantes imágenes que se han vuelto virales, un estudiante judío evocó la memoria del Holocausto y las enseñanzas transmitidas por su abuela para cuestionar el uso del trauma judío como justificación del genocidio en curso en Gaza.
Mientras el estudiante confrontaba la visita de un soldado de las Fuerzas de Defensa de Israel (FDI), enfatizó que la frase "Nunca Más" es un mandato universal y no un eslogan exclusivo de un grupo.
“Mi abuela judía me habló sobre el Holocausto... me dijo: ‘Nunca más’. Esto no es ‘Nunca más’. ‘Nunca más’ significa nunca más para nadie.”
Además de hacer comentarios que, según él, desmontan la propaganda que equipara los crímenes de guerra israelíes con la seguridad del pueblo judío, el estudiante también describió la dura realidad de la campaña militar de las FDI: más de 70.000 palestinos muertos, más de 300 periodistas y más de 1.700 trabajadores sanitarios fallecidos, además de niños que han sido atacados.
El estudiante también mencionó el conmovedor caso de Hind Rajab, una niña de 6 años cuyo automóvil, según afirmó, fue perforado por 335 balas disparadas por tanques israelíes.
La protesta terminó con una clara exigencia de rendición de cuentas internacional: “Si la justicia es real, ustedes serán procesados en La Haya”.
A medida que más jóvenes judíos alzan la voz contra la ocupación, la narrativa de que Israel habla en nombre de todo el pueblo judío sigue debilitándose.
REVOLTANTE! Que absurdo, mano!
Ele só estava cuidando das filhas pequenas 🥹
Um pai viajava com as duas FILHAS PEQUENAS e parou na QT pq elas precisavam ir ao banheiro. Como o feminino tava vazio, ele entrou com elas.
Um homem entrou gritando, ligou pra polícia e, mesmo com as meninas chorando apavoradas com a situação, ele ainda OFENDEU o pai.