Kejadian di Mega Bekasi Hypermall.
Menurut perekam, ada orang mencurigakan masuk ke kolong mobilnya dan sampai membuka bagian bawah mobil, dan setelah ditanya ke pihak parkir, mereka meng-amini bahwa orang itu kerap masuk area parkiran mobil.
DC sekaeang ampe segitunya ya, romannya mau ngecek nomer rangka mesin ya beks?
Namanya Timothy Ivan Triyono.
Sekarang Staf Khusus KSP , lingkaran terdekat Presiden yang tiap hari teriak antikorupsi.
Tapi pada 2022, namanya terseret pusaran suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati , yang akhirnya terbukti bersalah dan divonis 7 tahun penjara (inkracht, dikuatkan MA).
KPK memeriksa Timothy berulang kali sebagai saksi, dan memintanya mengembalikan Rp200 juta, uang yang menurut berkas tuntutan jaksa berkaitan dengan pengurusan kasasi oleh pamannya, Heryanto Tanaka, di Mahkamah Agung.
Timothy akui sendiri: KPK yang minta dia kembalikan uang itu.
Dan mantan penyidik KPK Yudi Purnomo sudah kasih konteksnya:
"Mereka kembalikan uang bukan karena sadar , tapi karena ketahuan. Kalau tidak ketahuan, tentu tidak akan dikembalikan."
Sekali lagi: bukan soal bersalah atau tidak di mata hukum.
Tapi dari sekian ratus juta orang Indonesia, kenapa yang dipilih duduk di lingkaran istana adalah orang yang pernah diminta KPK mengembalikan uang dalam pusaran kasus suap hakim agung?
Standar apa yang dipakai?
Atau justru ini memang standarnya?🙂
Namanya Yasika Aulia Ramadhani. Usia 20 tahun. Pembina Yayasan Yasika Group.
Di usia yang kebanyakan orang masih mikirin skripsi, dia udah mengelola 41 dapur MBG yang tersebar di Makassar, Parepare, Gowa, dan Bone.
Inspiratif banget. Tapi tunggu dulu.
Aturan BGN: maksimal 10 dapur per yayasan, per provinsi.
Cara Yasika punya 41: daftar lewat beberapa yayasan berbeda-beda. BGN-nya sendiri yang ngaku ke publik:
"Tahunya itu dari cerita orang. Yang kami baca cuma dokumen."
Jadi sistem dilangkahi , dan yang melangkahi bukan sembarang orang.
Ayahnya: Yasir Machmud. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan. Partai Gerindra.
Fungsi utama DPRD: mengawasi penggunaan anggaran publik.
Program MBG dibiayai Rp 335 triliun anggaran negara , dari pajak lo, dari pajak gue.
Trus anak Wakil Ketua DPRD mengelola 41 dapur dari program yang seharusnya diawasi oleh ayahnya sendiri.
Saat wartawan tanya ke Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel soal konflik kepentingan ini:
"Aduh, saya tidak bisa berkomentar soal itu."
Saat wartawan coba konfirmasi ke Yasir dan Yasika: tidak direspons.
Kolom komentar Instagram keduanya langsung ditutup.
Dan BGN bilang tidak bisa menghentikan 41 dapur itu karena:
"Kasihan anak-anak yang sudah terima manfaat."
Bukan tuduhan.
Ini fakta yang sudah dikonfirmasi BGN sendiri, diliput Liputan6, Tempo, Kompas , dan diinvestigasi ICW, yang menemukan 102 yayasan mitra MBG di 38 provinsi terafiliasi politisi, militer, dan polisi.
Gerindra: partai paling banyak afiliasinya dengan 7 yayasan.
Program ini katanya untuk anak-anak kurang gizi.
Pertanyaannya sederhana: siapa yang paling bergizi dari program ini?
JUST IN: Ada ribut-ribut dan polemik di unggahan instagram resmi bege'en. Bege'en tiba-tiba melakukan penyangkalan perihal narasi penghentian sementara aliran dana untuk program embege.
Di sisi lain, di kolom komentar ramai protes bahwa hingga malam ini, dana dari bege'en ke tiap kubangan lumpur belum kunjung cair.
Gimana nasib kubangan-kubangan lumpur (SPPG) di daerahmu? Apakah ada info perihal belum menerima dana dari pusat?
Mari ikuti dan simak polemik ini hingga malam Senin.
[KURANG GIZI]
Di pasar, ibu menatap harga melambung tinggi
"Rupiah lemah, kurang gizi, anggarannya dikorupsi," gumamnya sambil menggendong anak kurus batuk kering
Malamnya, pejabat tertawa sambil mengecek saldo.
"Alhamdulillah rezeki. Uang suap dollarku naik lagi"
RUPIAH BULAN JUNI💸
tak ada yang lebih tabah
dari rupiah bulan juni
dirahasiakannya pelan-pelan lemahnya
kepada pasar yang gelisah itu
tak ada yang lebih bijak
dari rupiah bulan juni
dihapusnya jejak-jejak nilainya
yang gugur di hadapan dolar itu
tak ada yang lebih arif
dari rupiah bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
bahwa satu dolar telah lebih dari delapan belas ribu itu
tak ada yang lebih sabar
dari rakyat bulan juni
ditahannya keluh dompetnya
kepada harga-harga yang melambung itu
tak ada yang lebih pandai
dari pemerintah bulan juni
dirangkainya kabar-kabar baiknya
"fundamental kita kuat," katanya itu
tak ada yang lebih jujur
dari rupiah bulan juni
diucapkannya yang tak terucapkan
oleh pernyataan-pernyataan resmi itu
------------
inspired by :
Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono
@pak_erte92 "Jadi anda mengatakan semua wartawan tidak kompeten?"
Pdhl lg ngomongin ahli gizi, pengen dibelokin kmana².
Ya jelas wartawan ga kompeten di bidang gizi.
Dia bkn ga paham, tp jahat demi menjilat!! Mis kumis!! Hadeeeeh
Maaf, gua harus berkata kasar kali ini.
GOBLOK BANGET. OTAKNYA DIMANA?
Lu kasih makan jutaan siswa, ibu hamil, dan lansia. Kalo gak ada ahli gizi, siapa yang bisa cek kualitas gizi makanannya? Kasus keracunan udah terjadi dimana2 akibat MBG. Pantesan aja pada keracunan.
TOLOL BANGET AH PAK