Narasi yang dominan masih SARA dan kebencian, fragmentasi antara konservatifisme versus liberalisme.
(Kepentingan kelompok lebih dominan di atas kepentingan bangsa, bangsa (primitif) yang belum selesai mengkonsolidasikan semangat kebangsaan)
Monggo.....
Menjelang Pilpres, yang diributkan masih urusan elementer, persoalan pokok kehidupan berbangsa & bernegara, masalah penguasaan struktur ekonomi oleh segelintir orang, tidak jadi wacana & perdebatan.
(Ironi satu bangsa yang belum selesai mengkonsolidasikan semangat kebangsaan)
Tragedi Kanjuruhan adalah kaca benggala, kita memiliki peradaban besar yg kita lupakan, Gajayana, Kanjuruhan, Malang, kemakmuran & ketentraman.
Kebesaran leluhur harusnya menjadi spirit membangun bangsa.
Ingat, kekuasaan dengan kekerasan menjadikan hidup berbangsa hancur lebur!
Negara harus bertindak dengan cepat, tepat dan akurat, agar masyarakat tenang, tidak mengambil tindakan sendiri.
Kondisi bangsa dan negara sedang tidak baik-baik saja, koreksi total, pulihkan kepercayaan dengan tindakan yang adil dan beradab. https://t.co/NiHE7N8b9j
Gak papa, bagus juga sekali-kali berlumpur, tapi akan bagus lagi kalau Mbak @puanmaharani_ri tinggal di rumah Petani sebulan dua bulan, supaya bisa merasakan langsung kehidupan mereka sehari-hari.
Semoga yang baik, tumbuh dan berkembang, yang jahat terkubur dan hancur.
Berbahagialah seluruh rakyat biasa di manapun berada.
Yang berjuang, akan menang!
Pemilu 2024 bukanlah ritual pergantian pemain politik, tetapi momentum perubahan, perubahan struktur ekonomi dari kuasa gelap 1 persen orang, menjadi ekonomi yang adil, makmur dan membahagiakan semua orang.
Indonesia semua untuk semua, bukan hanya untuk orang-orang super kaya!
Pemimpin & politisi gadungan, mendekat secara fisik di tengah rakyat biasa, berpenampilan layaknya rakyat biasa, tetapi posisi dan sikap politiknya brutal, raja tega, selalu membela kepentingan orang-orang super kaya.
Politik glembuk, umuk, remuk!
Goncangan keras melanda Eropa, bersiap diri menghadapi segala kemungkinan, jangan ada yang merasa diri paling hebat, gotong royong adalah kunci dari kekuatan kita. https://t.co/trwsVpMJXK
Tak usah berantem, tentu pendukung Pak SBY bahagia pada masa pemerintahan beliau, demikian juga pendukung Pak JKW, bahagia itu subyektif, zaman SBY penerima BLT 19,1 jt keluarga, JKW : 20,65 jt keluarga, kehidupan ekonomi rakyat biasa masih stag, struktur ekonomi belum berubah.