Pertanyaan serius: presiden mau membangun hubungan baik sama negara2 lain tapi hubungan sama rakyatnya jelek. Sering ngatain antek2 asing lah, demo dibayar lah, maksud gue perbaiki dlu hubungan sama rakyatnya, kan rakyatnya yg bayar pajak loh. Harus di bahagiain loh.
ini bener, kadang tuh meskipun kita merasa bakal bisa semuanya sendiri, bersyukur banyak hal, karena masih dikasih waktu untuk mencintai diri sendiri, tapi pasti ada saat di waktu krusial "kayaknya kalau punya seseorang tuh bakal jadi lebih berwarna"
Saya yang lahir dari keluarga pas-pasan dengan luck rate 50%, sependapat. Sekali gagal ya remuk, padahal kudu usaha lebih. Akhirnya, terbawa ke mana pun.
Makanya kuping ini alergi dengan kalimat "Dih, kayak gitu aja gabisa?" atau sejenisnya.
Masih ready yaa yg butuh claude, 150k [7 Hari]. Yang kamu dapatkan:
- Private (tentu limitnya hanya kamu yg pakai sendiri, lebih besar daripada sharing)
- Email kamu sendiri (lebih private, orng lain tidak bisa liat percakapan kamu
- Bergaransi (lebih tenang dan nyaman)
#zonauang
Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak yang mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang.
Jadi ada penelitian yang memeriksa otak anak-anak yang mengalami kekerasan atau konflik keluarga menggunakan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging).
Nah hasilnya menunjukkan adanya aktivitas yang jauh lebih tinggi di dua area otak yang penting untuk deteksi ancaman dan respon stress. Nama area otaknya adalah anterior insula dan amigdala.
Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi “siap siaga” terus-menerus), mirip dengan yang terjadi pada tentara setelah pengalaman tempur.
Nah risikonya adalah dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, regulasi emosi, dan masalah kesehatan mental lainnya, meskipun anak tersebut belum menunjukkan gejala psikiatri saat itu.
Yang perlu diperhatikan adalah temuan pada otak anak ini bukan berarti semua anak dari keluarga bermasalah pasti mengalami kerusakan otak permanen.
Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan yang tepat.
Penelitian ini justru menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman untuk perkembangan otak anak.
Semoga bermanfaat!
Ini BAGUS!
Artikel ini bagus gak cuma untuk academic researchers kok, untuk yang mau belajar dari awal cara menggunakan Claude Code juga oke banget!
Thank me later!
Lo buka Netflix. Scroll 30 menit buat nyari film. Akhirnya gak nonton apa-apa. Tidur.
Lo buka Shopee mau beli charger. Ada 200 pilihan. Banding-bandingin 2 jam. Beli satu. Besoknya nyesel.
Seorang psikolog dari Swarthmore College udah riset kenapa ini terjadi. Dan jawabannya bikin kesel.
perbedaan lain yang aku rasain juga di sekolah ku (SMP)
swasta
1. IPS di pisah : sejarah, geografi, ekonomi
2. IPA di pisah : biologi, fisika, kimia
3. udah di kenalin saham dan akuntansi
4. belajar 3 bahasa : Mandarin, Indonesia, English
5. kelas IT kepake (bukan cuma formalitas)
6. banyak kegiatan
- English class wawancara bule random (biasanya di kotu)
- museum, camping
- praktek masak sama chef/guru
pindah ke negeri
1. IPA jadi 1 buku, IPS juga 1 buku
2. lab komputer di pake cuma pas ujian
3. yang cukup menonjol cuma guru BK dan matematika
4. banyak wajah wajah calon seleb/influencer tapi kurang di akademik, kebanyakan yang aura wibu yang pinter
5. selama sekolah ga pernah ada camping adanya cuma kegiatan paskibra dan PMR
etc
dari situ baru kerasa, tiap tempat punya "pace" dan cara ngajarnya masing masing
@Alter_GenZ Mbak, kalau anda beneran fl di bank bumn orange, seharusnya anda bakalan kena sanksi sama internalnya, soalnya ada kebijakan bijak bersosmed dan dilarang foto di sekitar tempat kerja.