@rchlgrtl mengkritik Anak Abah yang menuduhnya buzzer, tapi di paragraf sebelumnya ia sendiri menyebut lawan Anak Abah di Twitter bisa saja "fee Rp250 per twit" dengan "brief beragam dan kontrak jangka panjang." Ini adalah logika yang sama persis. Bedanya hanya arah tuduhan.
@alif_djaduk@wunderkid_id Kalo bukan orang Kudus emang ga paham sih politik dan sepakbolanya Kudus gimana taunya persiku itu ga dibantu Djarum dan Djarum dianggap ga mau bantu sepakbola nasional dan daerah padahal kita sendiri tahu siapa dan apa yang bikin Djarum group mundur...