Bahlil soal Pertamax yang naik 32%:
"Pakai mobil Mercy, nongkrong di mal, minta BBM-nya disubsidi. Malu dikitlah."
Surya, ojol Semarang, juga pakai Pertamax.
Bukan karena gaya-gayaan. Motor injeksinya berkerak kalau diisi Pertalite, dia sudah coba 2 bulan. Sekarang kerja 7 jam sehari buat nutup selisih harga.
Agung, ojol Medan, mau pindah ke Pertalite tapi was-was sama mesin.
Nasi di warung langganannya naik dari Rp10.000 ke Rp12.000. Dia juga nambah jam.
Dua-duanya bukan pemilik Mercy, Pak Menteri.
Kalimat "malu dikitlah" itu terdengar gagah dari podium INDEF. Terasa berbeda dari balik stir motor ojol jam 7 pagi.
Mercedesnya di mana?
BAHASA PRIA
1. Ketika dia marah: Peluk dia dengan erat.
2. Ketika dia meminta maaf tanpa ada kesalahan: Itu adalah tanda cintanya yang mengalahkan egonya.
3. Ketika dia menatap matamu: Dia melihatmu sebagai jiwa yang sangat berharga.
4. Ketika dia mengajarkanmu sesuatu: Dia ingin kamu tumbuh menjadi pribadi yang dewasa.
5. Ketika dia memelukmu: Dia mendambakan dekapan yang lebih erat.
6. Ketika dia mencium keningmu: Dia sedang berkata, "Kamu adalah wanita tercantik bagiku."
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.