Affan Kurniawan (21) tengah mengantarkan pesanan makanan malam itu.
Kondisi Jakarta yang tengah chaos dan morat-marit sebab kekerasan aparat tak membuatnya gentar.
Sebagai tulang punggung, ia tak punya pilihan selain tetap bergerak dan menuntaskan pekerjaannya.
Kerumunan ia lewati dengan segenap keberanian. Namun siapa sangka, ia harus gugur dilindas rantis di tengah kegigihannya mencari pundi di tengah kondisi ekonomi yang mencekik.
Istirahat yang tenang, Affan. Keberanian dan kegigihanmu biar kami yang melanjutkan.