Jadi keinget kata2nya ovid yg diucapin deanna monroe sebelum mati di twd
"Perfer et obdura, dolor hic tibi proderit olim."
Artinya:
Be patient and tough; someday this pain will be useful to you
@bujank69@virtualballers Siapp di liga onta tapi kepanggil squad dan main bareng vitihnha & nuno mendez yg juara eropa😊 gajinya gede + tetep ikut pildun ahh nikmatnya🤑
Kasus korupsi Hambalang ini lah yang akhirnya mencoreng nama baik Demokrat dan SBY.
Yang akhirnya menjadi awal munculnya PRIA SOLO dan PDIP jadi penguasa.
Siapa yang jadi tersangka? Banyak, namun nama-nama besarnya adalah tiga kader besar partai.
Andi Mallarangeng (Menpora)
Anas Urbaningrum (Ketua Umum Demokrat)
Nazaruddin (Bendahara Umum Demokrat)
1 menteri, 2 pengurus inti.
Nazaruddin yang paling fenomenal karena dia ditangkap saat kabur ke Kolombia pakai paspor sepupunya.
Kemudian jadi kicau mania untuk kasus korupsi. Menyebut banyak sekali nama-nama yang terkait kasus Hambalang dan korupsi lainnya.
Termasuk menyebut Ibas, lalu menyebut Setnov dkk terkait e-KTP.
Efek dari Hambalang, suara Demokrat jatuh drastis.
Saat Pemilu 2009, Demokrat mendulang 148 kursi
Yang kemudian ambruk menjadi 7,45% dengan 57 kursi.
====
Dan asal kelen tahu
Salah satu alasan PDIP bisa jadi partai penguasa ya karena melemahnya Demokrat akibat tersandung kasus korupsi.
Apalagi di 2008-2012, lagi sedang naik tokoh populis bernama JOKOWI. Dan SBY tidak lagi bisa maju sebagai presiden.
Jadilah Demokrat
Sumber Foto: Hukumonline
> be Susilo Bambang Yudhoyono
> presiden ke-6 Indonesia
> naikkan bensin 400 perak diumumkan seminggu sebelumnya
> pidato live TV minta maaf tulus kepada rakyat
> tsunami Aceh langsung turun lapangan menetap di lokasi
> berhasil selamatkan Indonesia dari krisis finansial global 2008
> nilai tukar Rupiah terjaga stabil kisaran 9000
> rasio utang negara turun drastis di bawah 30%
> lunasi sisa utang kepada IMF lebih cepat dari jadwal
> berhasil bawa Indonesia masuk ke dalam keanggotaan G20
> wujudkan perdamaian di Aceh setelah konflik berdarah puluhan tahun
> sahkan program BPJS Kesehatan untuk melindungi rakyat Indonesia
Apesnya Kelahiran 1998 di Indonesia
1998 : Baru lahir, negara lagi chaos.
2010 : SMP, kurikulum ganti. “Adaptasi ya nak.”
2013 : SMA, kurikulum ganti lagi. “Sabar ya nak.”
2016 : Lulus SMA, saingan kuliah kayak rebutan sembako.
2019 : Timeline panas, politik dimana-mana.
2020 : Mau lulus / kerja. boom, pandemi. “Di rumah aja.”
2022 : Dunia buka lagi, harga-harga ikut naik duluan.
2024 : Umur 26, belum mapan tapi udah ditanya nikah.
2025 : Quarter life crisis tanpa notifikasi.
2026 : Dunia ribut lagi, Iran vs Israel & AS. Minyak naik, hidup makin mikir.
Kesimpulan:
Kita nggak pernah hidup di zaman “normal”.
Baru mau stabil, selalu ada plot twist.
Generasi 98 bukan lemah.
Cuma capek adaptasi terus 😅
Terkaya di dunia
Tahun 2026
1. Orang Terkaya: Elon Musk
2. Perusahaan Terkaya: NVIDIA
3. YouTuber Terkaya: MrBeast
4. Pesepakbola Terkaya: Faiq Bolkiah
5. Pemain Kriket Terkaya: Ajay Jadeja
6. Anak Terkaya: Putri Charlotte
7. Orang Terkaya dalam Sejarah: Mansa Musa
8. Orang Terkaya di Asia: Gautam Adani
9. Penulis Terkaya: J.K. Rowling
10. Mata Uang Termahal: Dinar Kuwait (KWD)
11. Liga Olahraga Terkaya: NFL
12. Kota Terkaya: New York City
13. Sumber Energi Terkaya: Energi Surya
14. Atlet Terkaya: Michael Jordan
15. Wanita Terkaya: Alice Walton
16. Universitas Terkaya: Universitas Harvard
17. Rakyat yang tidak pengen kaya : rakyat Indonesia
18. Mantan presiden terkaya : mulyono 11 ribu triliun di kantong nya,
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?
orang ini dibenci oleh sebagian besar netizen twitter atau X
tapi menurut gue ada hal yang bisa dipelajari dari dia
- abdul gofar hilman alias bedul
the rise
- mulai dari bawah karena obsesi sama radio
- 2012 jadi penyiar andalan hard rock fm
- 2019 pecahin rekor MURI siaran 34 jam nonstop
- bangun lawless jakarta
- sukses gabungin kultur motor kustom, musik, merch & F&B
- raja di puncak rantai makanan industri kreatif jakarta
the cancel culture
- pertengahan 2021 kena spill kasus pelecehan di twitter
- karir & reputasi hancur dalam hitungan hari
- didepak dari lawless, kerajaan bisnisnya sendiri
- jual 3 mobil pribadi, rugi belasan miliar buat bertahan hidup
the margin call
- niat recover finansial malah nyemplung ke trading emas XAUUSD
- kurang ilmu fundamental, tergoda cuan instan
- nahan posisi sell, habis itu gold naik tinggi pas pas market liar efek perang rusia-ukraina
- kena notif margin call beruntun dalam semalam
- tabungan 3 miliar lenyap menguap
- nangis nelpon temennya nerima fakta bangkrut persis setelah mobilnya dicuri
the comeback
- sadar karir & duit habis, tapi dia mutusin buat buka data
- bedah demografi sisa followers yang masih loyal
- nemu fakta: mayoritas cowok usia produktif & gila otomotif
- stop main F&B, langsung launch TBW (turbo bastard wheel)
- hari pertama rilis ludes 100 set pelek
- sukses besar sampe tembus collab resmi sama hot wheels
- bangun media sendiri lewat di youtube dan bikin series grindboys
- view jutaan, balik mendominasi algoritma
the lesson learned
- diversifikasi aset.. jangan pernah all in di satu instrumen investasi
- market bukan tempat buat balas dendam saat mental lagi hancur
- data is king.. dia bisa bangkit lagi karena tau cara manfaatin data demografi audiensnya
- bangun personal brand yang solid.. isi kepala dan loyalitas niche market nggak bisa dirampas siapa-siapa
Guys lu pada tau dulu presiden habibie pernah selamatin rupiah dari Rp17.000/USD ke level Rp6.500–Rp7.000-an per dolar AS dalam kurun waktu sekitar 17 bulan pada masa krisis ekonomi 1998–1999.
Bayangin lagi krisis tapi bisa buat nilai rupiah menguat
segila dan sejenius itu beliau
Bayangin ini dulu:
Tahun 1998, Indonesia itu hampir runtuh total:
Rupiah tembus hampir Rp17.000/USD
Bank-bank kolaps
Perusahaan bangkrut massal
Rakyat narik duit → panic everywhere
Dunia internasional:udah gak percaya sama Indonesia
Lalu masuk Habibie.
Bukan ekonom.
Bukan banker.
tapi Engineer.
Tapi justru di situ letak “gila”-nya.
Habibie ngerti satu hal:
Kalau bank hancur, ekonomi pasti mati.
Langkahnya brutal tapi perlu:
Bank yang gak sehat → ditutup
Bank yang masih bisa diselamatkan → direstrukturisasi
Hasilnya:
Lahir Bank Mandiri (gabungan 4 bank bobrok)
Bank Central Asia diselamatkan dan jadi raksasa
Banyak bank lain ikut pulih
Ini bukan sekadar “nyelamatin bank”
ni balikin kepercayaan orang buat naro uang lagi
Sebelum Habibie:
Bank sentral bisa “diatur” pemerintah
Habibie ubah total:
Lewat UU No. 23 Tahun 1999
Bank Indonesia jadi independen
Kenapa ini penting?
Karena dunia luar mikir:
Kalau bank sentral bisa diintervensi politik → negara ini gak bisa dipercaya.”
Dengan langkah ini:
Investor mulai balik
Rupiah mulai stabil
Indonesia dapat bantuan besar dari International Monetary Fund (~$43 miliar)
Tapi bedanya Habibie:
Dia gak nurut 100%
Contoh:
IMF mau subsidi dicabut
Habibie nolak
Kenapa?
Kalau subsidi dicabut saat rakyat lagi hancur → daya beli mati total
Jadi dia:
Pakai dana IMF buat stabilisasi
Tapi tetap jaga rakyat bawah
Ini yang bikin kebijakan dia tegas tapi manusiawi
Masalah waktu itu:
Banyak perusahaan utangnya dolar → tiba-tiba meledak
Solusi Habibie:
Restrukturisasi utang
Konversi ke rupiah
Bentuk lembaga khusus (INDRA)
Perusahaan yang selamat:
Astra International
Sinar Mas Group
Kalau ini gak dilakukan:
PHK massal bisa jauh lebih parah
Ekonomi gak akan pulih kalau politik chaos.
Habibie:
Buka kebebasan pers (UU Pers 1999)
Legalin banyak partai politik
Siapin Pemilu 1999
Dunia lihat:
Indonesia berubah.
Dari otoriter → demokratis.
Dan ini efeknya besar:
Kepercayaan internasional balik
Hasil Nyata (Bukan Teori)
Dalam ±17 bulan:
Rupiah: dari ~16.800 → ~7.000/USD
Inflasi mulai turun
Perbankan stabil
Investor mulai masuk lagi
Ini bukan recovery biasa
Ini comeback ekstrem dalam waktu super singkat
comeback tergila sepanjang republik ini berdiri
Tapi sekarang berbanding terbalik
bank indonesia mulai disusuti orang2 yang kompeten
gk pernah kerja di bank indonesia
tapi tiba2 bisa jadi deputi bank indonesia
karna keponakan presiden
jadi kalau lu lihat rupiah melemah
ihsg melemah
ekonomi lesu
asing keluar terus
yaa ini kebalikan dari semua yang dilakuin pak habibie dulu
ya tinggal copas aja deh
apa yang dilakuin sama pak habibie
pasti gk bakal mau
orang niat nya jadi pemimpin juga udah jelek
Kejeniusan Habibie bukan karena dia ekonom.
Tapi karena dia berpikir seperti engineer:
lihat masalah → bongkar sistem → perbaiki dari akar
Dia berani ambil keputusan gak populer, tapi benar.
Guys, lu pada tau Gayus Tambunan?
Pegawai pajak.
Golongan 3A.
Gaji sekitar Rp12 juta sebulan.
Yang punya rekening Rp28 miliar.
Dan itu baru yang ketahuan.
Gayus Halomon Tambunan lahir 1979 di Jakarta. Kerja di Direktorat Jenderal Pajak tepatnya di subdirektorat banding pajak.
Posisinya bukan posisi strategis tingkat tinggi.
Dia bukan direktur.
Bukan pejabat eselon satu.
Tapi posisinya adalah posisi kunci.
Karena di situlah ditentukan nasib sengketa pajak antara perusahaan-perusahaan besar dan negara.
Di sinilah pajak miliaran bisa dikurangi.
Sanksi bisa dihapus.
Dan semua itu dengan imbalan tertentu.
Dan sistem pengawasannya?
Nyaris tidak ada.
Ini yang bikin gue diem lama.
Gayus bukan orang yang tiba-tiba jadi jahat.
Dia adalah produk dari sistem yang memberinya kekuasaan besar tanpa kontrol memadai.
Dalam kultur birokrasi yang sudah terlanjur permisif terhadap penyimpangan.
ICW bilang posisi Gayus adalah posisi kunci dalam ekosistem mafia pajak.
Dan hampir mustahil dia mengelola aliran dana miliaran sendirian tanpa bantuan atau perlindungan dari internal DJP, institusi perbankan, atau aparat penegak hukum.
Gayus bukan pelaku tunggal.
Dia simpul kecil dari jaringan yang jauh lebih besar.
Lalu kasusnya meledak.
Dan negara mulai bergerak.
Tapi geraknya aneh.
Dari rekening Rp28 miliar yang ditemukan penyidikan awal hanya menjerat Gayus dalam satu kasus penggelapan pajak senilai Rp395 juta.
Rp395 juta.
Dari rekening Rp28 miliar.
Ini bukan ketidakmampuan investigasi.
Ini pilihan.
Pilihan untuk melihat sesempit mungkin supaya yang di balik Gayus tidak perlu disentuh.
Dan hasilnya?
Maret 2010 Pengadilan Negeri Tangerang membebaskan Gayus.
Bebas.
Dengan rekening Rp28 miliar yang sumber uangnya tidak pernah dijelaskan secara memadai.
Publik marah.
Dan kemarahan itu masuk akal.
Tapi yang paling gila bukan vonisnya.
Yang paling gila adalah September 2010, ketika Gayus sudah berstatus tahanan, publik dikejutkan oleh foto yang beredar di media.
Gayus dengan rambut palsu dan identitas palsu ketahuan nonton turnamen tenis internasional di Bali.
Sebagai tahanan.
Yang seharusnya ada di balik jeruji.
Dan ini bukan kebetulan.
Ini bukan kelalaian.
Gayus sendiri mengaku dia membayar oknum petugas rutan dan aparat agar bisa bebas bergerak.
Dia tidak kabur lewat tembok.
Dia jalan keluar lewat pintu yang sengaja dibuka.
Dan dari sini semuanya mulai terbongkar bukan karena sistem bekerja.
Tapi karena media bekerja.
Foto-foto itu tersebar.
Investigasi jurnalistik masuk.
Publik menekan.
Dan baru setelah tekanan itu mencapai titik didih negara mulai bergerak serius.
Ini yang kemudian dikenal sebagai asal-usul istilah yang kita kenal sekarang no viral, no justice.
Tanpa foto itu mungkin Gayus selesai dengan dakwaan kecil dan hukuman ringan.
Dan dunia tidak pernah tahu.
Akhirnya Gayus masuk pengadilan serius.
Januari 2011 vonis 7 tahun.
Publik marah, jauh dari tuntutan jaksa yang 20 tahun.
Banding naik jadi 8 tahun.
Masih dianggap tidak sebanding.
Kasasi ditolak Mahkamah Agung.
Tapi kasus tidak berhenti di satu perkara.
Satu per satu kasus lain disidangkan terpisah pencucian uang, pemalsuan paspor, penyuapan pejabat rutan, suap aparat.
Total akumulasi hukuman dari semua perkara sekitar 30 tahun penjara.
Tapi ini yang paling penting dan paling jarang dibahas.
Di ruang sidang, Gayus mulai bicara.
Dia mengaku tidak bekerja sendirian.
Dia sebut nama-nama.
Dia klaim ada oknum polisi, oknum jaksa, oknum hakim yang terlibat dalam jaringannya.
KPK memeriksa.
Media meliput.
Publik berharap.
Dan kemudian sunyi.
Sebagian besar nama yang disebut Gayus tidak pernah benar-benar sampai ke meja pengadilan. Pengakuannya berhenti jadi wacana.
Tidak berkembang jadi tersangka baru dalam skala besar.
Dan ini adalah pola yang selalu berulang di Indonesia.
Individu dihukum.
Sistem diselamatkan.
Gayus dipenjara 30 tahun.
Tapi struktur yang memungkinkan mafia pajak dan mafia hukum tumbuh tidak pernah sepenuhnya dibongkar.
Pertanyaan yang paling jujur dari kasus ini bukan berapa tahun Gayus dipenjara.
Tapi apa yang benar-benar berubah setelah Gayus?
Apakah sistem perpajakan lebih bersih sekarang?
Apakah posisi-posisi kunci di DJP sekarang punya pengawasan yang memadai?
Apakah masih ada Gayus-gayus lain yang belum ketahuan kamera?
Kalau jawabannya tidak pasti maka kasus Gayus Tambunan bukan sejarah yang sudah selesai.
Guys Singapura itu wilayahnya lebih kecil dari Jakarta. Tidak punya minyak.
Tidak punya batu bara.
Tidak punya sawit.
Tidak punya tambang.
Bahkan air minum saja harus beli dari Malaysia.
Dan sekarang pendapatan per kapita mereka hampir 10 kali lipat Indonesia.
Gimana bisa?
Jawabannya satu nama.
Lee Kuan Yew.
Dan ini menarik karena Lee Kuan Yew itu orang tuanya dari Semarang.
Jadi secara darah ini orang Indonesia yang membangun negara tetangga jadi salah satu yang paling maju di dunia.
Sambil kita di sini masih debat soal investasi yang molor izinnya 260 hari.
Oke back to topic.
Waktu Singapura merdeka tahun 1965 mereka dilepas Malaysia bukan karena dihormati.
Tapi karena dianggap beban.
Daerahnya kecil.
Tidak ada sumber daya alam. Malaysia pikir ngapain dipertahankan.
Lee Kuan Yew nangis di televisi waktu pengumuman kemerdekaan itu.
Tapi dari situ dia balik dan mulai kerja.
Langkah pertama yang dia lakukan bukan bangun jalan tol. Bukan bikin proyek mercusuar.
Tapi bentuk mindset masyarakatnya dulu.
Dia keliling ketemu warga setiap hari.
Bicara dalam tiga bahasa inggris, Mandarin, Melayu. Pesan utamanya selalu sama rasionalitas dan logika harus dikedepankan.
Bukan sentimen.
Bukan gengsi.
Tapi logika.
Karena dia percaya tanpa masyarakat yang bisa berpikir rasional tidak ada negara maju yang bisa dibangun di atas fondasi apapun.
Langkah kedua dia lakukan hal yang waktu itu dianggap gila.
Di era itu semua negara Asia Tenggara trauma dengan kolonialisme.
Semua berlomba-lomba usir investor asing.
Berdikari.
Tidak mau ada campur tangan luar.
Lee Kuan Yew melakukan sebaliknya.
Dia buka Singapura selebar-lebarnya untuk investasi asing.
Birokrasi dibersihkan.
Izin dipermudah.
Kepastian hukum dijamin.
Pajak diinsentifkan.
Pesannya ke seluruh dunia jelas kalau mau bisnis, datang ke Singapura.
Dan mereka datang.
Manufaktur masuk.
Industri tumbuh.
Dan seiring waktu Singapura bergeser dari manufaktur ke jasa keuangan ke teknologi terus naik ke atas rantai nilai global.
Sekarang Singapura adalah pemberi utang terbesar ke Indonesia.
Negara yang tidak punya apa-apa meminjamkan uang ke negara yang punya segalanya.
Tapi ini yang kompleks dari Lee Kuan Yew.
Dia diktator.
Bukan metafora.
Beneran.
Lawan politiknya ditekan.
Dibangkrutkan lewat jalur hukum.
Demokrasi dibatasi.
Dia pernah bilang langsung Singapura tidak butuh demokrasi.
Singapura butuh kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.
Tapi yang bikin dia beda dari diktator lain dia tidak minta dikultuskan. Namanya tidak dijadikan nama jalan. Wajahnya tidak ada di uang. Dan sampai mat tidak ada kasus korupsi yang menempel ke dia.
Diktator yang bersih. Anomali langka dalam sejarah manusia.
Ferry Irwandi kasih pertanyaan yang gw rasa tidak ada jawaban mudahnya.
Kalau dikasih dua pilihan pemimpin cerdas, visioner, bersih, tapi otoriter. Atau pemimpin biasa, tidak terlalu bersih, tidak terlalu visioner, tapi kasih demokrasi seluas-luasnya mana yang lu pilih?
Gw tidak akan jawab itu. Tapi gw akan kasih satu data.
Singapura dengan Lee Kuan Yew yang otoriter itu indeks korupsinya sampai sekarang salah satu terbersih di dunia.
Indonesia dengan demokrasi yang sudah puluhan tahun rangking korupsinya masih memprihatinkan.
Bukan berarti demokrasi salah. Tapi berarti demokrasi saja tidak cukup kalau yang jalankan sistemnya masih sama orangnya."
BREAKING NEWS!
Prabowo: "Dengan kondisi global yang kurang baik seperti ini, saya memutuskan untuk menghentikan sementara MBG.
Dan jika nanti kondisi telah membaik, MBG akan kita mulai lagi dari sekolah-sekolah yang benar-benar memerlukan. Dengan begitu kita juga akan menghemat anggaran MBG hingga lebih dari 50%."
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo di mimpi saya tadi malam.