Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan. yang paling menggiurkan setelahnya adalah berbaring, menikmati kepedihan dan membiarkan garis waktu menyeretmu yang niat-tak niat menjalani hidup.
Sebenarnya ada apa ini?
Ketika banyak kebijakan yang menginginkan uang raktanya sendiri.
Apa benar benar tidak ada pemasukan lagi? Apa hampir di ujung tanduk?
Jadi ceritanya begini, sang ayah mengantri untuk membeli pertalite, ibu mengantri untuk membeli gas dan sang anak mengantri mencari lowongan pekerjaan. Indahnyaa ~
Libur, tapi otak masih kerja keras. Healing, tapi hati belum juga sembuh. Haha-hehe di keramaian, tapi diam-diam merasa kesepian. Benci dibohongi, tapi sering menipu diri sendiri. Kita bukan pemain film, tapi jago sekali akting, ya
Negeri ini sudah merdeka, tapi perjuangan kita masih panjang. Semoga kita merdeka dari hal buruk, bukan merdeka untuk melakukan hal buruk. Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia
kita pernah merasa baru ketemu orang lain yang belum dikenal tapi langsung cocok, berasa aneh tapi sebenarnya ruh kita dahulu pernah bertemu dan berkumpul, jadi wajar kalau cocok karena kita pernah disatukan.
Polarisasi nyata adanya. Hanya mereka yang mengerti dan tak dibutakan oleh apapun yang merasakan. keadaan ini adalah siasat mereka untuk mengetahui keadaan kaum yang besar ini, siap untuk diserang.