Bagaimana jika Messi yang lebih dulu nyentuh 1000 gol, bukan Ronaldo.👀🤷🏻♂️
Buat gue, perdebatan GOAT selesai.🐐
Saat ini Ronaldo sudah mencetak 975 gol, sedangkan Messi baru 917 gol. Data update per 28 Juni 2026.
Di atas kertas, Ronaldo jelas jauh lebih dekat. Dia cuma butuh 25 gol lagi, sedangkan Messi masih butuh 83 gol.
–––
Ronaldo bermain di Saudi Pro League bersama Al Nassr. Di musim 2025/26, dia mencetak 28 gol dari 30 match. Bahkan secara keseluruhan, Ronaldo sudah mencetak 129 gol untuk Al Nassr sejak bergabung.
Sementara Messi bermain di MLS bersama Inter Miami. Musim 2026, Messi mencatat 12 gol dan 8 assist dari 14 start di MLS. Btw MLS musim 2026 belum selesai, sekarang lagi jeda karena Piala Dunia.
Nah, ini skenario liarnya menurut gue.
Ronaldo emang lebih deket ke 1000 gol. Tapi usianya udah 41 tahun berarti ruang waktunya makin sempit. Jika dikatakan ada kendala (amit2) cedera atau penurunan menit bermain, maka bisa bikin jalannya melambat. Begitupun untuk messi.
Tapi, Messi masih 39 tahun, 2 tahun lebih muda dari Ronaldo. Ritme MLS bisa memberi dia ruang lebih “ramah” untuk tetap produktif beberapa musim lagi. Apalagi kalau Inter Miami terus dibangun untuk memaksimalkan Messi.
–––
Secara realistis, Ronaldo tetap favorit untuk lebih dulu mencapai 1000 gol.
Tapi kalau Messi bisa ngeboost gol-nya di sisa musim MLS setelah Piala Dunia, skenario Messi menyentuh 1000 gol lebih dulu bukan sepenuhnya mustahil. Musim ini mungkin belum bisa tercapai, tapi bisa aja musim depan dengan usianya yang masih lebih muda dibanding Ronaldo.
Dan kalau itu benar-benar terjadi, efeknya akan besar.
Karena selama ini, narasi terbesar Ronaldo adalah mesin gol terbaik dalam sejarah.
Tapi bayangin kalo Messi, pemain yang selama ini lebih sering disebut sebagai playmaker, justru menjadi pemain pertama yang mencapai 1000 gol.
Dengan sadar gue katakan: “walaupun gak tanam Mangrove dan ke Aceh, GOAT adalah Messi.”
Sepakat?🙏🏼
CRITICIZED. QUESTIONED. HISTORIC.
Setelah lawan Kongo di match perdana Portugal, gue termasuk yang cukup keras mengkritik Ronaldo.
Tapi inilah indahnya sepakbola.
Lima hari setelah dihujat, dia malah bikin rekor yang mungkin nggak akan kita liat lagi dalam waktu dekat atau bahkan rekor ini bakal abadi dalam sejarah umat manusia.
Yaps! seperti yang lo tau brace Ronaldo lawan Uzbekistan (24/6) membuatnya jadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol di 6 edisi Piala Dunia: 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026.
Bukan cuma itu, dia juga mencatatkan gol internasional ke-144 dan penampilan ke-230 untuk Portugal, yang keduanya merupakan rekor dunia sepak bola pria. Kini dia pun berjarak 25 gol lagi untuk mencapai milestone 1000 gol.
Rekor gila buat seorang yang dihujat 5 hari lalu.
Kita boleh berdebat soal apakah Ronaldo sekarang masih selevel pemain terbaik dunia atau tidak. Kita boleh mengkritik performanya, dan gue sendiri melakukannya.
Tapi ada perbedaan antara mengkritik performa saat ini dan mengabaikan sejarah yang sedang terjadi di depan mata.
Pertanyaannya gue cuma satu sekarang. Menurut lo rekor gol di 6 edisi Piala Dunia ini bakal pecah suatu hari nanti, atau justru akan jadi salah satu rekor paling sulit dalam sejarah sepak bola? 🤷🏻♂️
Bayang-bayang Messi adalah awal mula terbentuknya drama di kubu Portugal.👀🇵🇹
Setelah gue cermati banyak berita soal drama yang terjadi di kubu Portugal, gue justru sampai pada satu kesimpulan yang mungkin gak banyak dibahas orang.
Ini tulisan gue pribadi dan opini gue.
Semuanya terasa mulai panas ketika Messi membuka turnamen dengan hattrick, Mbappe brace, Haaland brace.
Di saat nama-nama besar itu jadi headline, semua orang otomatis menunggu respons Ronaldo.
Ekspektasinya sederhana–Portugal menang, Ronaldo cetak gol.
Tapi yang terjadi malah sebaliknya.
Portugal ditahan imbang 1-1 oleh DR Kongo, Ronaldo gagal mencetak gol, Portugal bermain buruk secara tim.
Ronaldo tampil di bawah ekspektasi sebagai individu. Dan ketika ekspektasi yang terlalu tinggi bertemu dengan hasil yang mengecewakan, yang lahir biasanya bukan analisis, melainkan emosi.
Ya! Emosi yang akhirnya berimbas kepada Bruno Fernandes dan João Neves. Dua pemain yang seharusnya dinilai berdasarkan performanya di lapangan, malah terseret ke dalam narasi sesat para fans fanatik Ronaldo.
Padahal jika ditelaah lebih jauh, masalah Portugal adalah Roberto Martinez, pelatihnya sendiri. Dia tidak bisa memaksimalkan kualitas yang dimiliki skuad Portugal dengan para pemain top-nya.
Jika ada orang yang paling pantas untuk disalahkan, buat gue adalah Roberto Martinez.
Akibatnya, terjadilah benturan antara ekspektasi dan realita.
Sebagian orang memilih mencari kambing hitam daripada menerima kenyataan. Padahal sebagai penikmat sepak bola, menurut gue kita harus bisa memisahkan rasa kagum dari objektivitas.
Mengakui pemain favorit kita bermain buruk bukan berarti membencinya.
Mengkritik performa Ronaldo bukan berarti anti-Ronaldo.
Sama seperti memuji Messi, Mbappe, atau Haaland bukan berarti merendahkan Ronaldo.
Legenda tetaplah legenda.
Tapi di atas lapangan, semua pemain tetap harus dinilai dengan standar yang sama.
Dan objektivitas adalah bentuk penghormatan tertinggi yang bisa diberikan seorang penikmat sepak bola kepada permainan itu sendiri.
Lo sependapat sama gue atau punya komentar sendiri?
Air mata Messi setelah mencetak gol melawan Aljazair ternyata berkaitan dengan kondisi kesehatan sang ayah, Jorge Messi.♥️🥹
ISI STATEMENT-NYA⬇️
Keluarga Messi menginformasikan bahwa Jorge Messi saat ini sedang menghadapi masalah kesehatan.
Saat ini, beliau berada dalam pengawasan medis, sedang menjalani pemulihan, dan menunjukkan perkembangan yang positif sesuai dengan kondisi yang dialaminya.
Menanggapi berbagai laporan, rumor, dan spekulasi yang beredar dalam beberapa jam terakhir, keluarga menyampaikan ketidaknyamanan yang mendalam terhadap kurangnya sensitivitas, rasa hormat, dan kebijaksanaan dari sebagian pihak dalam memperlakukan masalah keluarga yang sifatnya sangat pribadi ini.
Keluarga juga menegaskan bahwa hanya kerabat terdekat yang memiliki informasi yang benar dan akurat mengenai kondisi Jorge Messi. Karena itu, informasi atau pernyataan apa pun yang tidak berasal langsung dari keluarga maupun saluran resmi mereka tidak boleh dianggap benar atau dapat dipercaya.
Dalam situasi seperti ini, keluarga meminta semua pihak untuk bersikap bertanggung jawab, bijaksana, dan menjunjung nilai kemanusiaan. Kondisi kesehatan seseorang serta ketenangan keluarganya seharusnya tidak menjadi bahan spekulasi atau konsumsi media yang tidak bertanggung jawab.
Keluarga mengucapkan terima kasih atas semua doa, dukungan, dan perhatian yang telah diberikan. Mereka juga meminta agar privasi Jorge Messi dan seluruh anggota keluarga tetap dihormati selama proses ini berlangsung.
Jika ada perkembangan penting, keluarga akan menyampaikannya melalui saluran resmi pada waktu yang tepat.
Apakah fans Timnas bakal skeptis setelah STY jadi pelatih Persija?
Menurut gue, iya. Sebagian pasti bakal skeptis.
Bukan karena mereka tiba-tiba nggak respect sama STY, tapi karena selama ini STY udah terlalu identik sama Timnas Indonesia. Dia kayak sosok “milik bersama” buat banyak fans bola Indonesia.
Nah begitu dia masuk Persija, pandangannya pasti berubah.
Fans Persija jelas excited. Tapi fans klub lain? Ya wajar kalau ada yang mulai lihat STY sebagai lawan. Apalagi Persija punya rivalitas besar sama klub biru.
Jadi masalahnya bukan soal kualitas STY. Semua tahu jasanya buat Timnas gede banget.
Masalahnya lebih ke “STY yang dulu kita dukung bareng-bareng, sekarang berdiri di bench klub rival.”
Respect tetap ada. Tapi drama? Pasti juga ada.
Dan menurut gue, ini justru bakal bikin Liga Indonesia makin menarik musim depan.