Japan, is politely trying to educate Muslim visitors on basic public etiquette.
Because manners, respect for others in public spaces, and consideration for those around you are lessons that are missing.
And, in true Japanese fashion, they managed to do it in a cute and respectful way.
@BuddhisGL@mesatu_ Kawin tanpa ikatan 🤔
Ini menurut saya ya om, boleh jadi salah.
Dalam hidup berumah tangga tentu ada ikatan emosional, ada kemelekatan, bila tidak ada tentu akan bubar atau tak terjadi perkawinan itu.
" Seorang pria di Batang jadi tersangka usai mengubah sawahnya menjadi tambak udang. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah menyebut pria tersebut diduga melakukan tindak pidana alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan "
Waahhhh bapak ini coba suruh ke Kalimantan dimana hutan di tebang di jadikan IKN. Atau ke Sulawesi, Sumatera dimana hutan di alih fungsikan sebagai kebun sawit ! Kalo seorang pemilik sawah aja bisa di begitukan kenapa tidak berlaku ke orang yg telah membabat sawah untuk mendirikan bangunan kopdes merah putih !?
Giliran sama rakyat kecil aja guwalaknya bukan main, coba kalo sama oligarki udah nunduk2 itu.
To my Muslim friends,
Japan did not become what it is overnight.
The safety.
The cleanliness.
The trust between people.
The harmony of society.
All of it was built through generations of customs, values, and individual responsibility.
No one is asking you to abandon your faith.
However, living in another country also means understanding that not every tradition, law, or social norm of that country will be changed to fit your beliefs.
There should be respect for the country you live in.
Society should respect freedom of religion.
And those who choose to live in that society should also respect the culture and customs that already exist there.
There is an old saying:
"When in Rome, do as the Romans do."
Coexistence does not mean that only one side must give up everything.
Cremation is required by law in Japan.
Japanese people love pork.
If you cannot respect and preserve the values that this country has built, it may be better for both sides if you return to your home country.
@KemensetnegRI Diketawain China, Jepang dan Korea tu kalian.
Cuma mengelola makan anak sekolah aja menghabiskan biaya luar biasa besar & beracun pula. Mereka mengelola makan gratis anak sekolah dengan sangat baik, efisien, & manfaat terbesar diterima anak sekolah bukan pengelola dan vendor MBG
Hi SCTV mediamu itu gunakan FREKUENSI PUBLIK, artinya ada hak publik. Lha besok massa rakyat sipil dan mahasiswa turun aksi ke jalan, malah urusi kawinan orang ya.
Saya kerja untuk AdnKronos Italy Press, Overseas Korean TV Network, Deutsche Welle German dan lainnya, gak ada media-media Eropa, Amerika, Kanada, Jepang, Korea Selatan dllnya ngurusi kawinan orang!!! Berita aja cukup, gak usah live beginian...
*Sesuai amanat UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, frekuensi publik tidak boleh dimiliki secara pribadi dan hanya dipinjamkan kepada lembaga penyiaran melalui izin resmi.
cc:threadfaridaindriastuti