↬
Dikecupinya sebentar. Ia menyudahinya. Kepalanya disandarkan pada bahu sang kekasih. “Sayang... I want you.” sangat. Seharusnya mereka berdua berada di kasur mereka, agar Kanna bisa melanjutkannya. Menjejaki tubuh @f_enthrin setiap incinya, meninggalkan tanda kepemilikan.
↬
⠀ “I love you, Naël.. i love you so much.” ucap sang puan setengah berbisik, dicium kembali bibir itu. Namun ia menggigit kecil bilah bibir bawah Naël dan menyesapnya.
Tidak lama kecupnya turun, menjejaki garis tegas rahangnya, perlahan turun lagi ke ceruk leher↬
⠀
⠀ Tidak ada yang menyangka, ia akan mengalami cedera parah membuat dirinya kesulitan beraktivitas. Berbulan-bulan akan hidup berdampingan dengan tangan kiri dibalut dengan gips. Telat menyesali keputusannya untuk membeli sebotol mineral di 𝘬𝘰𝘯𝘣𝘪𝘯𝘪.
↬
↫
Namun ekspresi itu gak berlangsung lama, kernyitan halus di kening mendengar sang pria mengaduh, rasa sakit dimata penyebabnya. “Sepertinya kau harus kembali ke rumah sakit, Gwenaël.” satu tangannya merangkul milik si pria tanpa permisi. “Kau baru keluar dari rumah
↬
↫jika sang kekasih hanya bunga tidur nan indah. Ia lebih memilih menetap di mimpi indahnya. Lagi, jika kekasihnya tidak ada di dunia nyata, ia juga tidak ada di sini. ‘Naël, i love you so much.’ ucapnya berbisik sebelum benar-benar terlelap.
Fin|