Ketika ada yg ingin mengubah kita, meski demi kebaikan diri kita, tetap aja kita gak nyaman, ada penolakan.
Begitu pun yg dirasa orang lain kalau kita ingin mengubahnya.
Enggak ada yg suka diubah. Tapi saat merasa diterima, merasakan welas asih, adakalanya malah berubah sendiri
@jiemiardian Simpelnya kalau kata hikam kitab tassawuf. Sedikitlah berkeinginan maka sedikit juga kesusahan. Rasa sakit itu karna banyak keinginan, hawa nafsu kalau di tueutin ngak ada habisnya.
Insecurity adalah hasil dari ingin merasa secure. Pikiran cemas adalah hasil dari ingin menghilangkan rasa cemas. Sulit bahagia adalah hasil dari ngotot ingin bahagia.
Justru untuk mendapatkan, kita butuh mengizinkan diri untuk melepaskan
Pada beberapa hal, keinginan untuk memperbaiki masalah justru adalah penyebab masalahnya
Mengutip Alan Watts, semakin kita ingin berusaha tidak tenggelam, malah semakin tenggelam. Semakin kita berusaha menyelam, malah ssmakin mengambang
The law of reversed effort
@jiemiardian gangguan itu sendiripun manusiawi, dinamis, really useful in a 'time', tapi kalo udah bukan 'waktu'nya perlu dirilis karna dah ga berguna lg
Barangkali kita ini enggak benar-benar pingin pulih. Tapi sebatas berpindah dari kenikmatan yang satu ke kenikmatan yang lain, yang sama-sama akan bikin kita terluka.
Atau jangan2 kita seperti anak kecil yang berpindah dari mainan yang satu ke mainan yang lainnya ya? 🤔