Mohon maaf thread akan saya lanjut minggu malam ini, dikarenakan hampir sebulan sedang mengurus nenek dan keluarga juga sedang berduka. Saya mohon maaf sebelumnya🙏
Setelah kembali kekamar. Saat itu sempat berpikir, bagaimana jika tadi saya menghiraukan suara tadi. Apa yang bakal terjadi?. Dengan perasaan campur aduk, saya mencoba memaksa untuk tidur dan syukur tidak terjadi apa-apa lagi sampai pagi hari.
Saya sendiri kemudian langsung merebahkan tubuh dikasur tanpa membongkar dulu barang bawaan karena badan sudah terlalu lelah. Malam itu menurut saya pribadi masih aman, tidak terjadi apa apa didalam rumah tersebut.
“Wes ayo metu, ndang meh tak kunci. Segone selak di untal Bejo kabeh hehe.” (ayo cepat, mau aku kunci. nasinya keburu habis dimakan Bejo semua) Guyonku untuk mencairkan suasana. Karena entah mengapa saya merasa hawa yang kurang nyaman dengan lukisan tersebut.
Setelah kejadian malam itu. Keadaan rumah kembali kondusif spt sebelumnya. Dan entah kenapa terasa lebih nyaman dan aman walaupun saat itu Pak Kasturi tdk ada disitu karena sedang dirawat dirumah sakit. Apakah ini semua krn 'wanita' malam itu? Tanya saya dalam benak saya sendiri.
Sebelum berangkat Pak Hadi seperti sudah tau semua kejadian dan sempat berkata untuk tidak menceritakan detail perihal masalah yang terjadi kepada warga desa. Saya pun mengangguk dan menyetujui pinta Pak Hadi tersebut.