Pakar Tata Negara Feri Amsari:
MAKANYA NEGARA ITU BEKERJA PAKE OTAK!!!
Ini Koperasi latihannya latihan militer.
Ini logikanya gak ketemu.
INI KELALAIAN NEGARA!
Eaaaaa
Budiman Sudjatmiko lagi...
Habis dihajar mahasiswa
Skrg dihajar Prof. Dr. Ferry Latuhihin
Ga fair ini...ga apple to apple
Jan kasih Budiman debat sm blio lah 🤣🤣
Kasih debat yg Budiman bisa teriak n ngotot meski tanpa data
Klo gini kan power dia (spesial ngotot) jd ga berfungsi dg baik
😌
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
ketriger juga aku, ada yang nulis:
"jadi ragu mau nguliahin anak ke UI atau UGM, takut jadi bego"
tenang pak, bu.
anakmu juga belum tentu mampu masuk situ.
fokus jual sawah saja,
siapa tahu kebagian pestol atau topi baja.
KAYAKNYA BARU PEMERINTAHAN PRABOWO,
AJANG MARATHON JADI DEMONSTRASI YANG KEREN, BEBERAPA NOTES NYA :
- RUN BETTER THAN THE GOVERNMENT RUNS THE COUNTRY
- SORRY YEE, MY PACE IS MORE STABLE THAN THE RUPIAH
- YOUR HEART RATE IS STILL LOWER THAN USD $$$$$
- LARI LO LEBIH KUAT DARIPADA RUPIAH
- LARI YANG BENER! KITA DIKEJAR PAJAK!!
- RUN FASTER IF U WANT TO BE RICH
- YAKIN MAU STOP? PRBW* AJA NYALON 5X
- 10 + 6 = 21 KM
- Running 21.1 KM is hard, but being a WNI is harder.
- Cukup media yang dibungkam, jangan sampai kita diam!
- Pace turun masih mending, rupiah jangan.
- Yang dikejar PB, yang nyusul harga-harga.
- Lari 21K lebih gampang daripada cari kerja.
- Kalau capek istirahat, kalau rakyat capek gimana?
- Keep running before the dollar does.
- Naikkan pace, turunkan harga.
- Kaki kuat, dompet belum tentu.
- Lari demi kesehatan, bukan demi efisiensi.
- Personal best naik, daya beli turun.
- Finisher medal > janji kampanye.
- Lari pagi, lihat kurs rupiah, cardio lagi.
- Pajak mengejar, kami berlari.
- My pace is faster than government reform.
- Strong legs, weak rupiah.
🗣️: “Kita menang lagi guys”
🗣️: “Kan gatau kalo akhirnya bakalan begini”
🗣️: “Gw pilih dia karena pas debat menurut gw dia paling bagus”
🗣️: “Lagian dari ketiga paslon juga ga ada yang bener”
🗣️: “Kasian udah 4x nyalon gagal terus”
🗣️: “Gw pilih dia karena pengin liat dia balikan sama mantannya”
🗣️: “Gw pilih dia karena gemoy”
🗣️: “Gausah fomo politik deh dasar anak abah”
🗣️: “siapapun presidennya kita tetep nyari duit sendiri”
KONTOLLLL KONTOLLL LU TAU KONTOLL???? BABI KAU SIAMANGGG HERAN GW PEPEKKKK EMOSII TIAP DEBAT SAMA KAUM 58% IQ GW TURUN 1 TIAP DEBATT SAMA MEREKA
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
gue mute dadan, bgn dst udah jelas pengalihan isu,
masalahnya MBG itu sistemik kok, dari awal aja bikin alokasi APBN gak pakai UU, gak ada koridor hukum, gak ada riset konsultasi, gak ada SOP/benchmark
asal jadi aja
mau ganti pemain 1000x pun hasilnya bakal sama
BANCAKAN
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Kemarin ksad tanya Film PESTA BABI itu duit dari mana ?
Sekarang gantian rakyat nanya juga boleh dong
MOBIL MOBIL APARAT INI MEWAH MEWAH KIRA KIRA DUIT DARI MANA ???
Note: sumber foto BMW APARAT dari bang @rahmatsn