Lingkungan kapitalistik memandang buruh sebagai komoditas, branding gunanya buat menaikan nilai komoditas, siapa yang lebih menarik, dia yang akan dipilih. Cukup sedih, tapi setidaknya itulah realitas.
aku heran deh, kenapa sekarang semua orang dituntut punya personal branding.
emang kenapa kalau ada orang yang cuma pengen hidup biasa, kerja yang bener, terus pulang?
Messi is a serial winner, but you know what else.
He's tier one at taking loses on the chest too.
No tantrums, no fights, no excuses, just straight up accepts defeats, watches the winners lift the trophy and walks away.
Wkwkwk kacau kacau, ayo mbg harus di stop ini, ini kan dijamin negara ya, pasti entah gmn duitnya akan muncul, entah utang kemana ato terbitin obligasi, yang berarti nambah pr lagi hadeh 😅
BREAKING NEWS
BPJS Kesehatan berpotensi gagal bayar di juli 2027
Potensi ini disampaikan dirut BPJS kesehatan dikarenakan tiap bulannya BPJS kesehatan mengalami defisit Rp 2 Triliun
Sebenernya setiap ada COC kalo ramenya cuman grgr pesertanya di ship, cinta2an, dan diidolain grgr personality/fisik itu tanda acaranya berhasil apa gagal ya 😅
Uang yang berputar bikin ekonomi tumbuh
Beli makan 25rb di kaki lima → pedagang bayar ojek → ojek belanja di warung → warung bayar karyawan
Nilai ekonominya jd 200rb
Masalahnya? Orang kaya sering menimbun aset, bukan memutar uang. Itulah kenapa distribusi uang itu penting
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
No, we hate seeing the symbolism of wealth and privillige
Ga ada yg nyinyirin orang maen bola tarkam, or maen voli antar RT
Yg dinyinyirin adalah perbedaan kelas sosial,
Padahal yg hyrox juga sama2 kelas buruh
Bukan:
Hate seeing people exercise.
Tapi:
Just hate seeing rich people.
Karena kalau yang diposting itu jogging keliling kompleks, lari CFD, atau futsal tiap Jumat, hampir gak ada yang ribut.
Orang bereaksi bukan karena aktivitasnya.
Tapi simbol yang ikut nempel di aktivitas itu.
Pilates.
Padel.
Membership jutaan.
Outfit olahraga belasan juta.
Brunch setelah workout.
Story estetik jam 10 pagi di hari kerja.
Olahraganya cuma 1 jam.
Lifestyle-nya yang dipamerin seharian.
Dan ketika sesuatu terasa seperti penanda kelas sosial, komentar sinis pasti lebih gampang muncul.
Lucunya, kalau besok pilates bisa dilakukan gratis di lapangan dekat rumah, kemungkinan besar separuh nyinyirnya langsung hilang.
Jadi masalahnya bukan exercise.
Tapi privilege yang kelihatan lewat exercise.
Latihan Dasar Kemiliteran untuk manajer Koperasi Merah Putih itu memang bukan untuk urusan capacity building.
Gak usah repot-repot dibandingin sama Alfamart.
Ini strategi menanamkan dominiasi militer terhadap ide supremasi sipil. Agar mereka selalu ingat siapa "superior" nya.
Kalo dr awal harga pangan kita rendah, ekonomi bagus, pendapatan org2 mengikuti UMR, ya ortu2 gaakan kesusahan buat memenuhi gizi anak2nya juga kali. Inimah namanya lu bikin problem gede trs lu cuman kasih solusi bagian kecilnya aja
prabowo: "ada jg yg gak setuju MBG, harusnya mereka yg ga setuju MBG datang kesini, ya"
"tanya itu petani atau nelayan, MBG perlu atau tidak?"
"tanya anak anak, MBG perlu atau tidak?"
"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira ga ada lebih genting dari perut lapar, orang perut lapar itu kalau ga segera diisi ya dia mati"
Harusnya sebelum mbg lu mikir dlu, ko bisa ya banyak anak2 kesusahan mendapatkan makanan begizi? Apakah keluarganya ekonominya susah? Atau logistik menuju daerah itu susah? Atau kurang sosialisasi apa saja minimum kandungan gizi manusia setiap harinya?