KALIAN YANG HAJATAN DENGAN MENUTUP JALAN UMUM DAN FASILITAS UMUM LAINNYA, KALIAN TIDAK TAHU MALU.
Kalian akan diingat sebagai manusia egois dan tak memiliki etika sosial.
GEMBALA YANG BAIK MENUNTUN KITA KEPADA KESELAMATAN
Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Bacaan Injil suci pada hari ini mengatakan bahwa Yesus adalah gembala yang baik dan kita, umat-Nya, adalah domba-domba-Nya. Yesus sebagai Gembala yang baik mau menyampaikan peran-Nya sebagai Juru Selamat dan Gembala yang mengenal dan merawat umat-Nya.
Yesus sebagai Gembala yang baik juga mau memperlihatkan kepada umat-Nya bahwa Ia rela mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan domba-domba-Nya. Dalam hal ini, Yesus menekankan kasih dan pengorbanan-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai domba-domba-Nya diharapkan bisa menjadi gembala yang baik, misalnya menjadi gembala dalam keluarga dan umat yang ada di sekitar lingkungan kita. Oleh karena itu, mari kita bersikap seperti Yesus sebagai gembala yang baik, siap berkorban untuk menjaga dan merawat domba-domba-Nya sampai ke pintu yang sudah dijanjikan Tuhan.
Saudara dan Saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Domba yang baik harus mengenal suara gembala-Nya. Artinya, kita sebagai umat atau sekaligus domba-domba-Nya harus mengenal suara Yesus sebagai Gembala kita. Dengan mengikuti suara Gembala dengan baik, kita bisa masuk lewat pintu yang sudah disediakan Yesus.
Jika kita sudah masuk melewati pintu yang disediakan Yesus, maka dengan yakin, kita sebagai domba-domba-Nya akan memperoleh keselamatan. Keselamatan inilah yang harus kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh sehingga kita sebagai domba-Nya tidak tersesat dari pintu yang sudah disediakan Yesus.
Saudara dan Saudari yang terkasih, Yesus sebagai Gembala yang baik akan melindungi domba-domba-Nya dari segala ancaman dan bahaya. Dalam hal ini, kita diajak untuk benar-benar percaya kepada Gembala atau Tuhan Yesus untuk melindungi umat-Nya dari segala ancaman yang tidak baik dan bahaya yang menimpa hidup kita.
Jika kita benar-benar berserah kepada Tuhan Yesus sebagai Gembala untuk melindungi seluruh hidup dari segala ancaman dan bahaya, maka kita sebagai domba-domba-Nya akan aman dari segala yang jahat sampai masuk ke pintu yang sudah disediakan-Nya.
Marilah mulai sekarang kita benar-benar serahkan seluruh hidup, jiwa, dan raga kita kepada Yesus sebagai Gembala yang baik, agar bisa masuk ke pintu yang sudah disiapkan Tuhan Yesus.
Saudara dan Saudari yang terkasih,
Yesus sebagai gembala yang baik juga akan memimpin dan merawat domba-domba-Nya ke arah yang lebih aman dengan kasih dan perhatian. Dalam hal ini, kita sebagai domba-Nya harus benar-benar percaya kepada Yesus sebagai Gembala Agung untuk memimpin dan merawat hidup kita agar aman dan dapat merasakan kasih dan perhatian-Nya.
Dengan perhatian dan kasih sayang Gembala Agung kita, maka kita akan memasuki pintu surga dengan selamat sesuai apa yang sudah dijanjikan Tuhan Yesus. Oleh karena itu, mari mulai sekarang kita benar-benar serahkan sepenuhnya kepada Yesus untuk memimpin dan merawat seluruh hidup kita agar memperoleh keselamatan dari Sang Gembala.
Amin, Selamat Berhari Minggu🙏
• "When will a player like Messi come along again?"
🚨 Xavi: "I hope I’m wrong, but I don’t think it will happen anytime soon. I lived with Messi every day for 15 years, and he was the best at everything.
Technically? The best. Physically? The best. In understanding the game? The best. Even in the air, he was good. His weaker foot was incredibly strong. Mentally, he was a true competitive beast.
"He was an invincible player, a phenomenon. He was also the easiest player to play with. Playing alongside him was simple, because whenever you passed him the ball, he improved every situation and made you a better player.
"Sometimes he would even get upset with me if I passed to someone else. He’d say:
‘What are you doing? Pass it to me. Come closer, come closer and play with me.’”@RomarioOnze
INDONESIA RAYA BERKUMANDANG DI JEREZ, SPANYOL BERKAT BOCAH 16 TAHUN, KIANDRA RAMADHIPA🇮🇩
SING IT LOUD AND CLEAR, ANOTHER INDONESIAN STAR IN THE MAKING🤩🥳
Kalau Do’a Rosario sdh dikumandangkan, saya cuman mau bilang @BNI kalian siap2 aja deh. Krn menurut kepercayaan umat Katolik, Do’a Rosario adalah senjata paling ampuh utk meluluhlantakan apa saja yg menghadang!!! #BoikotBNI
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai.
Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,.
@DivHumas_Polri@KejaksaanRI@prabowo
No viral no justice kata @mohmahfudmd
Bantu RT 🙏
🚨🗣️ Thierry Henry on Barcelona Vs Atletico Madrid both-leg officiating controversy:
“I’m sorry, but what did I just watch over two legs? Because that’s not football, that’s decisions deciding games.
First leg, you send off Cubarsí for that? Minimal contact, the boy barely touches him and suddenly it’s a red card that flips the entire tie. Then you have a clear handball inside the six-yard box from Pubill, he literally stops the ball with his hand like he’s playing basketball and VAR just… goes quiet? How is that even possible at this level?
Koke is out there doing late challenges, off-ball stuff all game, no cards. Not even a warning. But on the other side, Eric García gets a straight red when Koundé is literally right there to cover? So now we’re rewriting the ‘last man’ rule as we go?
And don’t get me started on Olmo, pushed from behind, clear as day, no penalty. Then you count the fouls Atlético made… how many yellows? Zero? Come on. You can’t tell me that’s normal.
Then Ferran scores, and we’re talking about offside on a rebound situation? That goal should stand. Simple.
At some point, you stop calling it ‘bad luck’ and you start asking real questions. Because when every big decision goes one way, it’s not coincidence anymore. Barcelona didn’t just lose this tie… they were taken out of it.”
🚨⚠️ Barça president Laporta: “In the first leg, we didn’t get a clear penalty and we got a red card when it had to be red on Pau Cubarsi’s foul”.
“Then last night, the red card to Eric García was wrong. Koundé was there ready to win the ball. He wasn’t the last man”.
“Also, it was wrong decision to disallow Ferran’s second goal and there was a penalty on Dani Olmo. Fermín got a big cut on his face… and not even a yellow card”.
🚨🎙️ MICAH RICHARDS ON TONIGHT REFREE DECISIONS:
"Big man, listen to me! We have to be real about this. Let’s be honest: every single big call went against Barça in both legs. Every. Single. One. The referee has to do better there, he really does! You can’t be making game-changing decisions like that at this level and getting them wrong.
I’m looking at the handball in the first leg, I’m looking at the penalty tonight... it’s unbelievable! At what point is it not a coincidence anymore? I’m not one for conspiracies, but when it’s the same story every time the whistle blows, you start wondering what’s actually going on. It’s tough, man. It’s really tough for them!"