Wallahi we are finished
Pemerintah kayak setan
Mana ngatain "selama rakyat masih bisa beraktivitas berarti bukan bencana nasional"
Bro lu mau rakyat lu mati? Rot in hell
Kenapa Pemerintah Indonesia menghentikan bantuan dari Jepang untuk memadamkan kebakaran hutan di kalimantan?
Setelah saya check ke website Department Pertahanan Jepang ternyata, Bantuan dari Jepang yang baru setengah jalan di paksa dihentikan atas alasan, Indonesia sanggup untuk memadamkan sisanya.
Apakah benar sanggup memadamkan sendiri? atau takut terbongkar kedok dibalik kebakaran hutan? atau bagaimana?
Negara Singapore dan Malaysia sudah marah besar nih
#kebakaran
#kalimanatan
IH adek kasian banget, sampe batuk dan sesak nafas gini 🥺
Padahal mereka ini kucing indoor dan dirawat, gimana sama keadaan kucing dan hewan lain diluaran sana yang ga punya tempat tinggal. Dan pas liat komentar ternyata udah banyak kucing peliharaan yang mati gara gara sesak 🥺
Stop berpikir seolah Wowok dikibulin bawahannya, dikibulin laporan-laporan ya, seolah Wowok gak tau apa-apa! Dia tau, dia lambat, dia bodo amat dan dia JAHAT!
WAJAH KALIMANTAN SELATAN BEBERAPA HARI INI!!!
Api telah merenggut ruang hidup oramg-orang di Kalimantan. Bukan hanya hutan dan lahan yang terbakar, melainkan juga rumah warga. Kampus hingga masjid pun tak luput dari amukannya.
TERUSLAH MENGABARKAN TENTANG KALIMANTAN GAIS
#PrayForKalimantan
🎶 @nonawav brought their fits, fierceness, & vocals to our #openmic 🎤 stage
the indonesian 🇮🇩 girl group have made their #genius debut 🙌 the ladies came through and delivered an incredible live performance of their hit song "star" 🌟🎶
be sure to check out the full performance over on our youtube channel 💻
Mereka bisa nangis untuk hal ini. Tapi bencana banjir Sumatera, gempa di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan, Papua, Sumatera, puluhan ribu anak keracunan MBG, korban kecelakaan Kapal Virgo, bisa gitu gak ada setetes pun air mata yg jatuh.
Gpp sih klo gercep nanganin semuanya, tp kenyataannya juga nol besar..
Cuma bisa nangis-nangis. Mau minta apa lagi? ga ada lagi yang bisa kami lakukan.
Selagi air masih banyak kemarin, bantuan ga cepat datang. Sekarang benar-benar kekeringan. Benar-benar mau dilalap api, kayaknya kami hidup-hidup.
Handil Bakti, Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
7 Oktober 2026
Bayangin, program yang tadinya buat pencegahan stunting malah bikin stunting 1 negara 🥲
Real food mahal, prohe mahal, buah mahal, bahkan sayur aja sekarang mahal 😭🤏🏻
GUNUNG AWU TERBAKAR, KUSKUS TAK BERDAYA. HABITATNYA HANGUS, KEHIDUPANNYA TERANCAM!
Seekor kuskus, satwa endemik yang hidup di kawasan Gunung Awu, Kepulauan Sangihe, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tubuh kecilnya tampak terbungkuk dan kaku. Diduga, satwa ini berusaha bertahan hidup atau mencari perlindungan saat api melalap habitatnya. Namun, di tengah kobaran yang membakar kawasan tersebut, ia tak mampu menyelamatkan diri.
Pemandangan ini bukan sekadar menyedihkan. Ini adalah pengingat bahwa ketika hutan terbakar, yang hilang bukan cuma pepohonan. Ada kehidupan di dalamnya yang ikut musnah satwa-satwa yang tak bisa berlari cukup cepat, tak tahu ke mana harus pergi, dan tak punya cara untuk meminta pertolongan.
Yang terbakar bukan hanya hutan. Rumah bagi makhluk hidup juga ikut lenyap.
Karhutla di Gunung Awu dilaporkan mulai terjadi pada 5 September 2026. Dalam perkembangan yang diberitakan media pada 9–10 September, api disebut masih belum padam dan bahkan mendekati permukiman warga. Polisi juga telah menetapkan seorang pemandu pendakian sebagai tersangka; kebakaran diduga bermula ketika kompor portabel terbalik dan jatuh ke area alang-alang. Proses hukum berjalan, tetapi kerusakan ekologis yang terjadi tak bisa begitu saja dipulihkan.
Dan di balik semua itu, ada pertanyaan yang patut kita renungkan: berapa banyak satwa yang menjadi korban, tetapi tak pernah ditemukan? Berapa banyak kehidupan yang hilang tanpa sempat tercatat?
Kita sering menyebut hutan sebagai kekayaan alam. Namun, hutan bukan sekadar kumpulan pohon yang bisa dihitung nilai kayunya. Hutan adalah rumah, sumber kehidupan, dan tempat berbagai spesies bergantung untuk bertahan hidup.
Ketika hutan terbakar, satwa liar kehilangan tempat berlindung, sumber makanan, bahkan kesempatan untuk berkembang biak. Dampaknya tidak berhenti saat api padam. Pemulihan ekosistem bisa memakan waktu panjang, sementara kehidupan yang telah hilang tidak bisa dikembalikan begitu saja.
Karena itu, menjaga hutan bukan cuma urusan pemerintah, petugas pemadam, atau warga yang tinggal di sekitar kawasan. Ini tanggung jawab bersama. Kelalaian sekecil apa pun di kawasan rawan kebakaran bisa berujung pada kerusakan yang jauh lebih besar.
Jangan tunggu sampai hutan benar-benar gundul. Jangan tunggu sampai satwa-satwa hanya tersisa dalam foto dan cerita. Dan jangan menganggap kebakaran hutan sebagai perkara biasa hanya karena api tidak membakar rumah kita sendiri.
Gunung Awu bukan sekadar kehilangan pepohonan. Ada kehidupan yang ikut menjadi korban.
Semoga kuskus yang ditemukan ini menjadi pengingat bagi kita semua: alam bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga wajib dijaga.
MENJAGA HUTAN BERARTI MENJAGA KEHIDUPAN. LESTARIKAN ALAM DEMI MASA DEPAN BUMI.