@WDLD0712 Yeah, molds in single crystal manufacturing is unreuseable, eliminating scale of manufacturing for the molds.
This is potentially driving cost down.
Lelang transaksi DNDF merupakan salah satu instrumen BI mengendalikan kurs rupiah atas USD. Hari ini, tidak ada yang bersedia membeli kurs Rp18.199 untuk sebulan mendatang. Ekspektasi pasar lebih lemah dari itu.
@bronzeagecrow This is for blue collars and white collars that works in real field like blue collars.
I think full automatization is on the menu for IT or another white collars except public service
@WDLD0712 Gulf Arab could create pan-Gulf Arab national identities and create an actual nation, instead of current defacto tribal alliance.
Wasted 80 years by Saudi IMO, they could be an actual master of the Gulf, they the size and resources for it.
TIL my alma mater RWTH Aachen (among others) is called "Battle Royale from hell" in some circles lol
In the German higher ed system, if you fail an exam 3 times, you are banned from that field of study forever, everywhere. I think this makes sense.
The exams are hard but imo fair and test understanding not just cramming (mech eng at least). Personally it can be rough, but societally, you don't really want the person who failed fluid mech 3x on your airbus eng team do you??
It's not quite battle royale though because it's not stack ranked, in a good cohort it's possible to get 100% students passing, though I've never seen a cohort like that.
I kinda just assumed it's like this in most countries!
This is the typical of middleman-style fearmongering.
Singapore is basically middleman country. Middleman always tried to confince that the goods producers will be at loss if not sell goods through them. In fact, the middleman suck the profits much higher than the producers.
Dari lapak buku bekas, saya menemukan buku penting: The Managerial Revolution karya James Burnham (1941), edisi Pelican lawas berbanderol 5 shilling.
Burnham, mantan Trotskyis yang kemudian berbalik ke kanan, mengajukan ramalan berani: kapitalisme memang akan surut, tapi penggantinya bukan sosialisme. Yang naik adalah kelas baru, yaitu manajer, teknokrat, dan administrator, yang menguasai alat produksi bukan lewat kepemilikan, melainkan lewat kendali.
Ia melihat pola itu di tiga tempat yang tampak berseberangan: Uni Soviet, Jerman Nazi, dan Amerika era New Deal. Ideologinya berbeda, tapi kuasa bergeser ke tangan yang sama: mereka yang mengelola.
Tentu tak semua ramalannya tepat, dan Orwell mengkritiknya dengan keras. Namun Orwell juga terpengaruh: dunia tiga negara-super dalam 1984 berutang pada Burnham.
85 tahun kemudian, pertanyaannya masih menggantung: ketika negara dan korporasi makin dijalankan para pengelola, kepada siapa kendali itu bertanggung jawab?
Di era kontemporer, karya yang terinspirasi metode Burnham dan saya pernah baca adalah Capitalism without Capital karya Jonathan Haskel. Jika Burnham mengidentifikasi absennya kapitalis, Haskel membaca gejala absennya kapital.
@dewa77996 Kl menurut Spengler, yang punya jiwa “maju” atau Faustian kalau minjam istilah Spengler, cuma Persdaban Barat. Asia timur cuma mengejar karena trauma kolonial.
Mungkin precursor kebudayaannya belum ada
@dewa77996 Udh lama si. Rata2 keluarga yang datang ke Jakarta yg datang ke Jakarta era Orla dan awal Orba, pas anaknya udh gede pas akhir Orba-awal reformasi, udh pada pindah ke Bintaro Bekasi Depok etc
“Archaeology is actually a science dedicated to pain; in the layers of the earth, it uncovers empire after empire, of which we no longer even know the names.”
— Ernst Jünger, On Pain.
@dewa77996 Tp semua trade itu dalam kerangka Pax Americana yang mulai pudar. Indo kalau mau industrialisasi butuh kerangka baru. Kemungkinan besar akumulasi kapital lewat pasar ekspor ga bisa lagi. Over kapasitas china plus pasar US sebagai basis konsumen utama mulai menutup diri.