Jangan jadi aktifis kalo makan pun masih bersisa, gak di habisin lalu dibuang.
Simple nya; membuang makanan sama dengan mencuri makanan dari sang miskin.
Anak Hukum Yang Berkuliah maupun yang sudah lulus, rasa rasanya sia sia selama ini belajar Teori dan Praktek Hukum. Semua putusan negara seolah seperti "Lonte Kekuasaan" Apa gunanya selama ini kita belajar hukum. Toh di pemerintahan saja Hukum nya saja tidak jelas teori mana.
Semenjak JOKOWI Tidak Dikendalikan Oleh PDIP, Jokowi Langsung Mengobok Obok NKRI. Coba flashback kembali ketika JOKOWI masih di kendalikan PDIP, Apakah Jokowi berani Ugal Ugalan? Ini Kembali Lagi Ke Dasar Awal Organisasi, Ketika Tidak Tertib Pasti Akan Berantakan.
Sepakat?
Susilo Bambang Yudhoyono Dengan Bapak Demokrasi Terbuka.
Joko Widodo Dengan Bapak Keberlanjutan.
Prabowo? InsyaAllah Kita Tunggu Legacy nya Untuk Bangsa
Soekarno Bukan Milik kaum Marhaen dan PNI, Soeharto Bukan Milik Militer dan Golkar, Habibi Bukan Milik Ilmuwan dan Golkar, Abdurrahman Wahid Bukan Milik Santri/Ulama dan PKB, Megawati Bukan Milik Kaum Marhaen dan PDI-P, Susilo Bambang Yudhoyono Bukan Milik Militer dan Demokrat,
Soekarno Dengan Bapak Persatuan dan Pendiri Bangsa
Soeharto Dengan Bapak Ekonomi Makro dan Pembangunan Bangsa
B.J Habibie Dengan Bapak Transisi Orde Baru dan Teknologi.
Abdurrahman Wahid Dengan Bapak Toleransi.
Megawati Soekarnoputri Dengan Ibu Supremasi Hukum.
Siap menerima perintah dan mengabdi adalah cara terbaik untuk berterima kasih kepada orang yg telah membantu dan membesarkan kita. Diperintah lengserin kuda pun kita ikuti. Hanya ada 3 kalimat : "Siap Perintah", "Mohon Petunjuk", "Mohon Ampun". Perintah nya tabrak ya kita tabrak.
Kalau Anda tidak bisa bantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau beberapa orang pun Anda tidak bisa bantu, bantulah satu orang. Kalau satu orang pun Anda tidak bisa bantu, minimal jangan menyulitkan atau menyusahkan, apalagi menyakiti orang lain.
~ Prabowo Subianto
Sudah saatnya bersikap, tidak elok rasanya jika pilihan politik kita gaungkan secara diam diam, silahkan kawan kawan maknai dan renungkan terkait pilihan politik capres dan cawapres. Terlepas Mau 1/2/3 itu pilihan kawan kawan yg patut dan harus kita hargai.