Kabar gembira dari dunia konservasi satwa.
Taman Safari Indonesia II Prigen di Pasuruan baru saja menyambut kelahiran 4 ekor anak Harimau Sumatera (3 jantan dan 1 betina) dari pasangan indukan Praja dan Dini.
Kelahiran ini menjadi harapan baru bagi kelestarian subspesies harimau terakhir di Indonesia yang berstatus terancam kritis (Critically Endangered). Mari bersama-sama dukung perlindungan habitat satwa liar kita.
Video : kompas
Gizi anak2 diurus oleh org yg bukan ahli gizi. Rangkap jabatan pula. Gmna bisa fokus bekerja ??
Bener kata Tiyo, di rezim ini jabatan diisi oleh orang2 yg tdk punya kompetensi tapi berdasar loyalitas semata !
--------------
HIDUP BLONDE Suka Minggu
@BBCIndonesia dari dlm dilakukan konservasi sementara di habitat aslinya tinggal menghitung waktu akan kepunahan dri spesies ini.
Di satu sisi coba melakukan pemulihan sementara disisi lain melakukan penghancuran dgn alasan ekonomi, pembangunan dsbnya.
Di Polda Jambi, ada seorang Komisaris Polisi berinisial RC.
November 2005: RC memperkosa istri rekan kerjanya sendiri saat korban dalam kondisi tidak berdaya.
14 April 2008: Pengadilan Negeri Banjarmasin menjatuhkan vonis 4 tahun penjara. Terbukti sah dan meyakinkan menurut hukum.
Tapi RC tidak langsung masuk penjara. Dia kasasi. Lalu PK.
2010: Mahkamah Agung menguatkan vonis. Putusan berkekuatan hukum tetap , inkracht.
Tapi RC tetap tidak masuk penjara.
Dia masih berdinas.
Bahkan dipindahkan ke Polda Jambi pada 2009 , saat kasusnya masih bergulir.
Baru pada Januari 2022 , 14 tahun setelah divonis , RC akhirnya dieksekusi.
Bukan karena inisiatif Polri.
Tapi karena tim jaksa dari Banjarmasin datang menjemputnya langsung dari lingkungan Polda Jambi.
RC menjalani 4 tahun penjara.
Lalu keluar. Dan kembali berdinas.
13 Maret 2026: Surat Telegram Kapolda Jambi Nomor KEP/78/III/2026 resmi memutasi RC , dari Pamen Yanma ke Pamen Rorena Polda Jambi. Jabatan naik, bukan dipecat.
Seorang terpidana pemerkosaan yang sudah inkracht di Mahkamah Agung, kini Komisaris Polisi aktif, baru saja naik jabatan.
Sementara itu, di institusi yang sama:
April 2026 , dua bintara Polda Jambi yang terlibat pemerkosaan remaja 18 tahun (November 2025)
langsung dipecat tidak hormat (PTDH) dalam hitungan bulan.
Jadi begini pola yang terlihat:
a. Bintara biasa perkosa → dipecat dalam hitungan bulan ✓
b. Perwira perkosa → masih aktif berdinas 20 tahun kemudian, naik jabatan ✓
Di Polri, keadilan ternyata tergantung pangkat.
Saat dikonfirmasi media pada 4 Juni 2026, Kabid Humas Polda Jambi menjawab:
"Untuk kasusnya, saya tidak tahu. Saya cari tahu ke Propam dulu ya."
Dua puluh tahun setelah kejadian.
Empat belas tahun setelah inkracht.
Pejabat Polda masih bilang tidak tahu.
Ini bukan soal lupa.
Ini soal siapa yang dilindungi.
Nama: Darmawan Prasodjo.
Jabatan: Direktur Utama PLN.
Masuk PLN: Desember 2021.
4 Juni 2024: Blackout massal Sumatera. Transmisi 275 kV Lubuk Linggau–Lahat. Investigasi dibuka. Janji tidak akan terulang.
Respons negara terhadap blackout 2024?
November 2024: Darmawan diperpanjang sebagai Dirut PLN.
Juni 2025: Darmawan diperpanjang lagi. Ketiga kalinya.
Infrastruktur transmisi Sumatera: tidak diperbaiki secara sistemik.
Redundansi cadangan: tidak dibangun.
22 Mei 2026: Blackout massal Sumatera lagi. Transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai. 13,1 juta pelanggan padam. Investigasi dibuka lagi.
Minta maaf lagi.
Dan kali ini ada yang berbeda dari 2024.
Di Tanah Datar, Sumatera Barat: dua pelajar tewas keracunan asap genset di masjid. Di Batu Bara, Sumatera Utara: dua karyawan toko tewas keracunan asap genset. Total: 4 nyawa.
Bukan karena bencana alam.
Karena infrastruktur yang tidak diperbaiki setelah peringatan yang persis sama dua tahun sebelumnya.
Rekap 5 tahun kepemimpinan Darmawan di PLN:
x- Blackout massal Sumatera 2024
x- Diperpanjang — pola kerusakan transmisi tidak diperbaiki
x- Blackout massal Sumatera 2026, pola identik
x- 5 nyawa melayang
x - Utang PLN: Rp804,2 triliun — naik Rp67,7 triliun hanya dalam setahun
✓ -Minta maaf dua kali
✓- Masih menjabat
Rakyat yang bayar tagihan listrik setiap bulan berhak tanya:
Blackout pertama — diperpanjang.
Blackout kedua — 5 orang mati.
Apa yang sebenarnya harus terjadi agar ada konsekuensi?
Info Orang Hilang
Nama : Sumaya Pahlevi
Usia : 18 tahun 11 bulan
Alamat : Jalan Masjid Al-Hidayah, Desa Citayam, Tajurhalang.
Ciri-ciri : Kulit putih, TB 163 cm, BB 55 kg, memakai baju warna hitam lengan panjang,
Kronologi : Meninggalkan rumah tanpa izin pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 07.30 WIB. Terakhir dilihat berada di perbatasan Sawangan dan Tajurhalang.
Jika ada yang melihat harap hubungi Radio Elshinta 0215869000 / 0811806543
Anggota Propam Polres Tuban Diduga Serempet dan Pukul Badut
Seorang pria yang berprofesi badut diduga diserempet oleh oknum polisi di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Latsari, Kabupaten Tuban pada Kamis (03/06/2026) malam. Peristiwa yang dialami badut asal Jawa Tengah berinisial K itu sempat terekam kamera CCTV.
Adapun oknum polisi tersebut diketahui berinisial T yang berdinas di Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tuban.
Berdasarkan rekaman CCTV, peristiwa itu bermula saat badut yang tengah mengamen itu hendak menyeberang jalan dari utara ke selatan tepatnya di sekitaran Kantor Kecamatan Tuban.
Ketika berada di tengah marka jalan, sebuah sepeda motor yang dikendarai oknum polisi itu tiba-tiba menyerempet si badut.
Beruntung badut tersebut tidak terjatuh, namun barang-barang bawaannya terlihat terjatuh di aspal.
Namun bukannya meminta maaf, oknum polisi itu justru berbalik arah dan menghampiri si badut. Oknum polisi itu kemudian menarik baju dan memotret wajah si badut.
Oknum polisi yang sebelumnya di Unit Identifikasi Polres Tuban itu juga diduga sempat melayangkan pukulan ke arah wajah si badut.
Kasus oknum polisi dan badut tersebut sempat ditangani Polsek Kota Tuban. Namun keduanya sepakat untuk damai. Kasus tersebut pun tak dilanjutkan ke ranah hukum.
@tempodotco "Nanik Deyang" itu jabatannya Wakil Bidang Investigasi BGN pas mark-up motor listrik Rp1 Triliun itu terjadi.
Saat itu investigasinya ngawasin apa saja? Blusukan SPPG aja?
Dan ada banyak ini deputi2 Pak Dadan, masa iya mereka ngga terkait kasus?
Tweet
https://t.co/82xfc1kifJ