mungkin dia lagi fokus dengan karirnya,
mumgkin dia masih berjuang menghidupi orang tuanya,
mungkin dia tidak ingin terburu buru,
dan banyak kemungkinan yang aku pikir kala itu untuk mentolerir, padahal sesimpel bukan aku yang dia mau
hidup itu selalu punya cara buat ngasih kamu kesempatan baru, bahkan setelah semuanya terasa hancur.
setiap pagi, setiap matahari terbit itu bukti kalau kita masih dikasih waktu buat mulai lagi, menyusun ulang hal hal yang dulu buat kita jatuh.
Harus mulai dari mana memperbaiki kekacauan ini , serasa gak punya prinsip , karena satu tujuan membuat krisis identitas
Mau nya apa ? Prosesnya gmn ? Yang dilakukan apa ? Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan itu , dan lupa proses se penting ituu