🌪 : "Udahh~ Aku pencet nih! AKU PENCET PROFILEMU APA YANG KELUAR HAYO ALISHA, Awas kamu!"
🌪 : "(ngakak) bercanda bercanda~"
🌪 : "Ngancem~ Aku pencet nih profilemu, belikan aku chicken nugget sekarang kalau tidak akan aku pencet"
GW GORENGIN NOH CHICKEN NUGGET☝️😭
#beerstormlens short drabble:
Sang Badai selalu pandai berpura-pura tegar, di hadapan rekan kerjanya ia akan menegakkan bahunya, menyunggingkan senyum tipis, dan bersikeras mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, meski tubuhnya telah lama mengirimkan isyarat lelah. Baginya, memperlihatkan kelemahan adalah kemewahan yang tak pernah berani ia nikmati. Namun, semua topeng itu akan runtuh begitu ia pulang dan bertemu dengan kedua kang mas kesayangannya, di hadapan Surai Langit dan Surai Malam, ia tak perlu lagi menjadi seseorang yang kuat. Ia bebas mengerucutkan bibir, merengek pelan, atau mencari pelukan tanpa perlu merasa malu dan keduanya seperti biasa akan menyambut segala sisi rapuh Sang Badai dengan kelembutan yang tak pernah berkurang sedikit pun.
🥃 : Dek Ayu… udah makan belum? Mau mas beliin apa? Bilang aja, ya
🔍 : Cantiknya mas, ini obatnya diminum dulu. Biar demamnya cepat turun
🌪️ : Nggak mau… nanti aja… Mas… mau peluk…
Permintaan sederhana itu sontak membuat kedua lelaki tersebut saling bertukar pandang. Senyum kecil mengembang di wajah mereka, seolah tak pernah ada alasan untuk menolak keinginan Sang Badai. Tanpa banyak bicara, keduanya ikut naik ke atas ranjang, mengapit tubuh yang lebih besar dan gagah itu di tengah-tengah mereka.
🔍 : Aduh… kasihan cantiknya mas
Telapak tangan Surai Langit mengusap pipi Sang Badai dengan gerakan begitu hati-hati, seolah ia sedang memegang sesuatu yang paling berharga di dunia. Jari-jarinya lalu menyelipkan beberapa helai rambut yang menempel di dahi karena keringat sebelum mengecup lembut keningnya. Hangat. Jauh lebih hangat dari biasanya. Sementara itu, Surai Malam merapikan selimut hingga menutupi bahu Sang Badai, memastikan tak ada udara dingin yang mengusik waktu istirahatnya.
🥃 : Besok nggak usah masuk kerja dulu ya, Dek Ayu. Istirahat aja di rumah… Mas khawatir kalau kamu maksa
🌪️ : Tapi, Mas…
🔍 : Dek Ayu…
Suara Surai Langit begitu pelan, namun penuh ketegasan.
🔍 : Dengerin Mas, ya. Kerjaan kamu itu berbahaya. Kalau badanmu belum benar-benar fit terus terjadi apa-apa di lapangan… yang paling hancur nanti ya dua mas kesayanganmu ini
Ruangan mendadak hening.
Sang Badai menatap kedua lelaki di hadapannya bergantian. Ada rasa hangat yang perlahan memenuhi dadanya, mengikis habis sisa-sisa keras kepala yang sejak tadi ia pertahankan lalu dengan pipi yang mulai merona, ia akhirnya mengangguk pelan.
🌪️ : …Iya, Mas
Senyum tipis merekah di wajahnya. Barangkali obat memang bisa meredakan demamnya namun, pelukan hangat dari kedua mas kesayangannya selalu menjadi penawar yang paling ampuh; membuat dadanya dipenuhi kupu-kupu kecil yang beterbangan lembut seolah mengingatkannya bahwa sesekali menjadi rapuh di hadapan orang yang tepat bukanlah sebuah kelemahan melainkan cara lain untuk pulang.
---
udah lama ga nulis dalam bhasa Indo biasanya english jadi aga kaku wkwkwk but hope u guys enjoy that!
belum bikin gambar karena jariku yang kejepit belum sembuh so... enjoy this short drabble instead 🥹
mau request tema? atau mau share your thoughts tapi malu di kolom reply? tenang aja! bisa isi di strawpage ku yang 🔗 nya ada di bio 💞
Tadi di chibicon seru banget liatin kalian ngehypein kita perform
sekali lagi terima kasih banyak yaaa yang udah nyempatin diri untuk datang nonton MagniV🫶
Hati hati yaa pulangnya
Semoga aman selamat sampai di rumah