3 Prinsip Stoik untuk Hidup yang Lebih Bijak 🤍
1. Amor Fati: Cintai Takdir, Apapun yang Terjadi
Jangan cuma terima nasib, tapi peluk segala kejadian baik atau buruk sebagai bagian dari perjalanan hidup yang berharga.
Bagi kaum Stoik, hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Namun setiap peristiwa, bahkan yang paling sulit sekalipun, bisa menjadi kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan membentuk karakter yang lebih kuat. Bukan sekadar menerima kenyataan, tetapi berdamai dan menemukan makna di dalamnya.
Perempuan itu hebat ya, I can't imagine kalo aku harus jadi perempuan. Aku baru kepikiran satu hal tentang perempuan, yaitu “menunggu”. Dalam mendapatkan pasangan, perempuan harus menunggu siapa orang yang akan meminangnya. Sangat jarang perempuan yang mencari siapa yang akan dipinangnya.
Kenapa aku bilang mereka hebat, karena menunggu itu sangat menyakitkan, ditambah tereslip harapan dalam penantian.
@ILOMILO66666@pandji Kalimat saya mengatakan “berebda CARA bertauhidnya” bukan kepada siapa kita bertauhid. Saya sudah sedikit menjalankan apa maksud saya di komentar Kapten Re.
Jika seseorang hidup dengan cara memuaskan ekspektasi orang lain, dan mempercayakan hidup pada orang lain, itu adalah cara hidup orang yang sedang mendustai diri sendiri, dan dia memperpanjang dustanya pada orang-orang disekitarnya.
Keberanian kita diuji saat ingin mengubah diri.
Akan ada rasa cemas yang dihasilkan dari perubahan, dan rasa kecewa yang mengiringi keputusan untuk tidak berubah. Aku yakin kebanyakan dari kita sudah memilih yang terakhir.
Ada ahli kejiwaan dari Austria, Alfred Adler, pernah bilang “Ketidakbahagiaanmu tidak bisa disalahkan pada masa lalu atau lingkunganmu. Dan bukan berarti kau tidak punya kemampuan. Kau hanya kurang berani. Bisa dibilang kau kurang berani jadi bahagia.”
Kamu pernah denger istilah “Mental Masturbation” gak bro?
Kalo belum, mari kita bahas apa itu mental masturbation.
Masturbasi mental atau mental masturbation adalah istilah kiasan untuk menggambarkan aktivitas berpikir berlebihan, melamun, atau terobsesi pada ide-ide yang hanya memberikan kepuasan atau pelarian sesaat di dalam pikiran tanpa pernah diwujudkan menjadi tindakan nyata.
Sama seperti masturbasi fisik, ini adalah proses memanjakan diri sendiri secara mental untuk mendapatkan "dorongan dopamin" yang cepat dan menyenangkan. Ibarat hubungan seksual yang menghasilkan keturunan, tindakan nyata menghasilkan perubahan atau hasil yang konkrit, sedangkan masturbasi mental hanya berputar-putar di dalam kepala saja.
Misalnya dalam berbisnis, terlalu lama merencanakan detail terkecil dari sebuah ide bisnis, membaca puluhan buku manajemen, atau berkhayal menjadi bos sukses, tetapi tidak pernah benar-benar memulai eksekusi.
Jadi mental masturbation itu adalah kiasan untuk orang-orang yang mempunyai banyak ide tapi tidak pernah mengeksekusi idenya.
Ketika terjadi wabah tha’un, seorang gadis meninggal dunia. Kemudian ayahnya melihatnya dalam mimpi dan bertanya:
“Wahai putriku, kabarkan kepadaku tentang kehidupan akhirat.”
Putrinya pun menjawab:
“Wahai ayahku, kami telah mendatangi suatu perkara yang sangat besar. Kami mengetahui… namun tidak bisa lagi beramal. Sedangkan kalian, masih bisa beramal… namun tidak mengetahui.”
Lalu, gadis itu pun melanjutkan:
“Demi Allah, satu dua kali tasbih, atau satu dua rakaat shalat yang tercatat dalam setiap lembaran amalku, (kini) lebih aku cintai daripada dunia dan seluruh isinya.”
Keberanian sangat penting karena menjadi fondasi untuk mengambil risiko, dan mengatasi rasa takut. Tanpa keberanian, potensi diri akan tertahan, kita sulit keluar dari zona nyaman, dan sulit meraih tujuan hidup yang bermakna.
Untungnya kotak Pandora menyisakan harapan. Dangan harapanlah kita bisa melawan semua rasa sakit yang ada di dunia ini.
Harapan itu sangat penting karena berfungsi sebagai bahan bakar utama untuk bertahan di masa-masa sulit, memotivasi kita untuk terus melangkah, dan memberikan arah atau tujuan hidup yang jelas. Tanpa harapan, kita akan lebih mudah menyerah pada keadaan.
Pernah denger kotak Pandora?
Dalam mitologi Yunani, Kotak Pandora adalah guci atau kotak terlarang berisi segala keburukan dunia (seperti penyakit, kesedihan, dan kejahatan) yang diberikan kepada manusia fana pertama, yang berada Pandora. Karena rasa ingin tahunya pada kotak yang dititipkan padanya, Pandora membuka kotak tersebut, yang kemudian menyebarkan penderitaan ke seluruh bumi, namun menyisakan Harapan di dalamnya.
Setelah semua keburukan keluar, Pandora menutup kembali kotak tersebut, mengurung “Harapan” (Elpis) di dalamnya sehingga manusia masih memiliki kekuatan untuk bertahan dari penderitaan hidup.
Saya sepakat dengan kamu, namun yang saya inginkan sampaikan adalah cara individu menjalankan ketauhidannya. Bertauhid itu tidak luput dari pengalaman seseorang dalam menjalaninya, pengamalan dan penghayatan dalam kehidupan sehari-hari sangatlah berbeda, tergantung pada tingkat pemahaman, kedalaman iman, profesi, dan kondisi sosial masing-masing individu.
@idextratime Mereka bisa bergaya perang Viking, kita lawan dengan gaya perang Majapahit. Hayam Wuruk, Gajah Mada, Raden Wijaya bisa kita kerahkan.
Cuma sayangnya kita gak masuk piala dunia.