Memberikan rekomendasi kebijakan dan laporan riset kepada pemerintah, organisasi antar-agama, organisasi internasional yang mengusung isu Turkistan Timur.
Center for Uyghur Studies (CUS) merilis laporan yg mengungkap kampanye pengaruh sistematis China di Asia Tenggara. Laporan ini menyoroti Beijing yg kerap membangun narasi palsu, menyusup ke institusi, memanfaatkan tekanan ekonomi & membungkam suara kritis
https://t.co/Ojqic76GhH
Safeguard Defenders merilis laporan Behind Bars, yang sebelumnya berupaya dihentikan oleh Tiongkok. Berdasarkan wawancara dengan lebih dari 80 mantan tahanan, laporan ini mengungkap kondisi memprihatinkan di pusat-pusat penahanan di seluruh Tiongkok.
https://t.co/FsNFrTuE7A
"Kepada masyarakat Uyghur yang mendengarkan, saya meminta kalian untuk tetap tegar dan tabah. Teruslah bersuara, dan teruslah menceritakan kepada dunia apa yang sedang terjadi terhadap rakyat kalian." @SameerZuberi 🇨🇦
Beijing tidak menghentikan Wolf Warrior Diplomacy—strategi diplomasi agresif yang mengandalkan intimidasi dan konfrontasi. Mereka hanya lebih cermat memilih waktu, tempat, dan targetnya.
https://t.co/K72HUFyJf2
Dalam realitas geopolitik saat ini, Kanada perlu mengurangi ketergantungannya pada Beijing agar tetap mempertahankan dukungan sekutu dan menjaga kedaulatannya.
https://t.co/ylTUUyva3X
Otoritas Tiongkok di Urumqi menangkap 2 perempuan Uyghur dan ibu mereka pada 4 Juli karena mengirimkan pakaian, makanan, dan kebutuhan rumah tangga kepada kakak mereka yg tinggal di Turki.
https://t.co/lDbR3S9jw2
Bai Zhaodong adalah jurnalis investigasi yang telah bekerja di Tiongkok (>25 thn), terakhir di Caijing Magazine. Investigasinya membongkar jaringan korupsi, pencucian uang, & kejahatan keuangan berskala besar pejabat pemerintah hingga petinggi PKT.
https://t.co/S5a9rMGwkh
Safeguard Defenders (2022) mengungkap lebih dari 100 kantor polisi rahasia Tiongkok beroperasi di lebih dari 50 negara, termasuk di AS. Laporan itu juga menyebut sekitar 230.000 orang dipaksa kembali ke Tiongkok antara April 2021 hingga Juli 2022.
https://t.co/bjGADoBTEX
Tragedi Urumqi 5 Juli 2009 bukan sekadar aksi protes yang dibubarkan, tetapi titik awal lahirnya sistem pengawasan massal, penahanan sewenang-wenang, dan genosida terhadap Uyghur yang masih berlangsung hingga hari ini.
https://t.co/L3ysZs1wjR
"Selama puluhan tahun, rezim Tiongkok secara sistematis membungkam siapa pun yg tidak sejalan dengan ideologi Partai. Di bawah Xi Jinping, kebijakan ini semakin ekstrem. Uyghur, Tibet, Mongolia Selatan, dan Hong Kong menjadi sasaran" — Rushan Abbas
https://t.co/HOjaoQMdPZ
Australia berisiko menjadi pasar bagi produk yg terkait dengan kerja paksa Uyghur. Saat AS dan Uni Eropa memperketat larangan impor, lemahnya pengawasan impor membuat Australia rentan menjadi tujuan pengalihan barang-barang yang ditolak di negara lain.
https://t.co/9NwuNpHRRc
Komisioner Tinggi HAM PBB, Volker Türk, mendesak agar UU Persatuan Etnis Tiongkok dicabut. Volker memperingatkan bahwa UU tersebut berisiko semakin membatasi kebebasan berbahasa, pendidikan, beragama, budaya, berekspresi, & berkumpul.
https://t.co/SgfLTbDjHo
Laporan Safeguard Defenders:
Penyiksaan oleh polisi, kekerasan antartahanan, penolakan akses bertemu pengacara, sel yg penuh sesak, serta minimnya akses ke luar ruangan merupakan pengalaman yg umum dialami para tahanan di pusat2 penahanan Tiongkok.
https://t.co/FsNFrTuE7A
Ratusan kasus penuntutan, mata2 intelijen, penyelidikan siber, dan dakwaan telah mengungkap bagaimana petugas intelijen Tiongkok dan para kolaboratornya merekrut agen, memperoleh teknologi, melakukan intrik siber, serta menjalankan operasi propaganda.
https://t.co/kIkJO9Dfgh
17 Tahun Lalu, etnis Uyghur menuntut keadilan, berunjuk rasa. Dibalas aparat suruhan Tiongkok dengan represif. Agaknya inilah awal cerita penindasan dan genosida terselubung etnis Uyghur dari tanah air nya.
https://t.co/NANUo6lg1A
Lihat apa yang terjadi di provinsi Hotan, Turkistan Timur. Tiongkok sangat aktif menghancurkan elemen2 kebudayaan Islam etnis Uyghur yang telah eksis sejak dulu.
UU baru Tiongkok ini adalah ancaman terbesar terhadap keberagaman etnis di abad ke-21. Jika diterapkan sepenuhnya, jutaan orang Uyghur, dan kelompok minoritas lainnya berisiko kehilangan bahasa, budaya, dan identitas mereka atas nama "persatuan nasional".
https://t.co/hd8qpogEGo
3 Juni, otoritas Tiongkok menahan Min Zin, warga negara AS keturunan Myanmar sekaligus Direktur Myanmar Institute for Strategy and Policy. Ia ditahan setelah tiba di Provinsi Yunnan atas undangan sebuah institusi akademik utk menghadiri sejumlah pertemuan
https://t.co/BzZ3DctAVZ
Hari ini menandai 8 tahun sejak wafatnya Eysa Emet, yang pada tahun 2017 dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan dikirim ke Penjara Bingtuan Nankou dengan tuduhan "mengumpulkan massa untuk mengganggu ketertiban sosial". Ia meninggal dunia setahun kemudian, pada usia 47 tahun.
Riset IPAC Global dan The Times mengungkapkan sedikitnya ada 75 organisasi terkait negara Tiongkok yang terhubung dgn jaringan United Front Work. Oleh karena itu Tiongkok layak dimasukkan ke dalam kategori pengawasan tertinggi dalam Foreign Influence Registration Scheme (FIRS).