Seorang YouTuber Korea bernama Sohun membongkar dugaan praktik curang di sejumlah restoran Jepang 🇯🇵
Saat makan sushi bersama pacarnya, mereka langsung diberikan menu berbahasa Inggris. Sohun kemudian meminta menu berbahasa Jepang, dan pelayan terlihat ragu sebelum akhirnya memberikannya sambil bertanya apakah mereka bisa berbahasa Jepang.
Setelah dibandingkan, ternyata harga di kedua menu sangat berbeda. Menu berbahasa Jepang jauh lebih murah, bahkan ada yang harganya hanya setengah dari menu bahasa Inggris.
Menurut Sohun, beberapa restoran menggunakan dua jenis menu: Menu A untuk warga lokal dan Menu B untuk turis asing.Ia menganggap praktik ini merugikan wisatawan yang tidak mengetahui harga sebenarnya.
Sohun juga mengatakan bahwa praktik seperti ini mulai ditemukan di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto, bahkan hingga kota-kota yang lebih kecil.Begitu restoran mengetahui kamu bukan penutur bahasa Jepang, mereka akan memberikan Menu B dengan harga yang lebih mahal.
Disclaimer:
Kasus ini berdasarkan pengalaman dan klaim yang dibagikan oleh Sohun, dan tidak berarti semua restoran di Jepang melakukan praktik yang sama.
what i noticed is when it’s just the two of them, they speak so… softly and gently with each other almost as if they’re within their little bubble, just within the two of them. it’s a stark difference to how they are with the other members, much more gentle here