Sang Legenda hidup menggratiskan karyanya untuk dinyanyikan dan bebas royalti..
"Silahkan nyanyikan sampai serak, ini hak eksklusif saya. Kalau saya memilih membebaskan, itu sah dan halal. Itu pilihan saya,”
Sekitar 1000 lagu yg sdh Haji Rhoma ciptakan tinggal pilih
Kalau Anda membela Israel, atau Anda membela Palestina, itu pada dasarnya Anda memang setuju dengan perang.
Padahal yang perlu kita benci itu perangnya. Bukan benci Palestina atau benci Israel.
Baik Israel maupun Palestina sama-sama memelihara peperangan. Sama saja.
Kegelisahan saya untuk mencari literatur pembanding dari berbagai tulisan Stephen Hawking tentang terjadinya alam semesta akhirnya berujung melegakan. Hawking yang mencetus adanya Ledakan Besar (Big Bang theory) akibat energi Mekanika Kuantum dalam proses terciptanya alam semesta, menarik satu kesimpulan bahwa; "tuhan tidak ada!"
Selama sekian tahun sejak Hawking meluncurkan pemikiran "kontra-teisme" ini, saya belum pernah menemukan literatur yang pas untuk menandinginya, terutama dari perspektif sains yang berbasis teisme. Selama ini buku yang saya temukan hanya tafsir yang merujuk kepada dalil-dalil yang tetap saja eksklusif dan tidak memuaskan, baik yang merujuk kepada Alkitab maupun Al-Qur'an.
Ketika itu saya berfikir, "jika Tuhan ditiadakan oleh Hawking dengan alasan ilmiah, apa mungkin orang-orang yang masih percaya adanya Tuhan tidak bisa membuktikan keberadaanNya secara ilmiah berdasarkan Kitab Suci masing-masing?"
Hingga akhirnya saya menemukannya di sebuah toko buku di kota Tunis, Tunisia. Buku itu adalah tafsir Al-Qur'an yang ditulis oleh seorang Mufassir hebat, Muhammad Tahir bin 'Asyur, yang berjudul "Al-Tahrir wa al-Tanwir".
Di buku ini Bin 'Asyur juga merinci terjadinya alam semesta berdasarkan Al-Qur'an, yang kurang lebih simetrikal dengan temuan Hawking. Bedanya, Bin 'Asyur berbasis teisme dan Hawking kebalikannya.
Meski buku tafsir ini banyak dipengaruhi oleh rujukan Az-Zamakhsyari, tapi Bin 'Asyur tetap berpegangan kepada Maqasid as-Syari'ah yang kuat. Bagusnya lagi, Bin 'Asyur melakukan analisisnya melalui etimologi dan morfologi (balaghah) yang sangat dominan dalam semua penafsirannya.
Tentang proses terjadinya alam semesta misalnya, Bin 'Asyur menulis bahwa alam semesta berasal dari sesuatu yang padu yang kemudian dipisahkan antara satu dengan yang lain. Alam semesta, menurut Bin 'Asyur, berasal dari sesuatu yang betul-betul tidak ada yang kemudian menjadi ada (mirip dengan "Black Hole" yang dicetuskan Hawking).
Prosesnya digambarkan oleh Bin 'Asyur melalui hujan yang diiringi oleh ledakan petir yang menyambar (dalam teori Hawking disebut "koneksitas energi positif dan negatif"). Proses ini yang menyebabkan terjadinya pemisahan antara satu bagian dengan bagian yang lain, yang diistilahkan dengan "Al-Ittishal wal-Infishal" (Hawking juga merinci proses pemisahan ini dalam "Black Hole and Baby Universes").
Persamaan dan perbedaan teori Hawking dengan Bin 'Asyur akan saya tulis lebih rinci pada postingan selanjutnya. Namun intinya, setidaknya saya telah menemukan literatur pembanding dari berbagai premis yang selama ini dipakai Hawking untuk meniadakan Tuhan.
Muhammad Tahir bin 'Asyur adalah seorang Mufassir Al-Qur'an-Hadits dan ahli hukum Islam yang lahir di Tunis, Tunisia, pada tahun 1879, dan wafat pada tahun 1973 di La Marsa, Tunisia.
Namun demikian,
Saya agak risau kalau tokoh yang satu ini, tiarap.
Karena biasanya, tak lama setelah Opa Hambalang bersuara, tokoh ini muncul, demikian sebaliknya, karena seperti itulah siklusnya.
Seperti jadwal "aplusan" piket preman pasar tradisional. 😁😁😁
Semoga beliau dalam keadaan sehat, tetap lincah & bugar.
.
.
Mendidik itu tidak sama dg mengajar.
Kalau mengajar, anak yang diajar diberi tau, kamu mau melaksanakannya/tidak, terserah.
Kalau mendidik, kita berikan penjelasan, kita berikan contoh dan anak itu diawasi supaya menjalankan apa yg telah kita sampaikan
— KH. M Anwar Manshur
Salut dengan ketegasan Gus Men @YaqutCQoumas yang memprotes keras @seahajjpr. Semoga dengan adanya 2 video ketegasan dari Gus Men ini bisa menjawab segala tuduhan dan fitnah keji yang dialamatkan beliau. Justru ketegasan Gus Men ini all out untuk seluruh jemaah #KemenagHaji2023.
Prancis memiliki cadangan emas terbesar keempat, 2.436 ton tanpa satu pun tambang emas di Prancis.
Mali yang diduduki Prancis tak memiliki cadangan emas di banknya, meski memiliki 860 tambang emas dan menghasilkan 50 ton per tahun.
Bagaimana Prancis mendapatkan semua emas itu?