Bayangin, tanganmu diborgol, kakimu diiket, terus kamu diceburin ke waduk. Ngga ada yang liat seberapa tersiksanya kamu waktu air mulai penuhin paru paru. Ngga ada yang liat seberapa putus asanya kamu waktu matamu masih bisa natap matahari dan langit biru, tapi kamu sadar, kamu ngga bisa ngapa ngapain. Alm Bapak Sumarna, security Waduk Jatiluhur yang meninggal. Dia meninggal karena berupaya membubarkan kerumunan anak muda tapi dia dilakban dan diceburkan ke waduk. Jasadnya baru ditemukan jam 11.00 Katanya para pelaku masih SMP
semoga seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. @prabowo@ListyoSigitP@DivHumas_Polri@DediMulyadi71 bantu di followup bang budi @BudiBukanIntel
Dari ratusan berita senada, nama oknum polisi yg dinas di Jabar tidak ketahuan siapa dan pangkatnya apa. Gajinya berapa sampai bisa beli alphard. Nomor palsu utk apa. Ngancam2 satpam yang kerja benar supaya apa. Segala nyuruh rakyat push up dll padahal dia yg salah.
cerita pahit seorang satpam saat menjalankan tugasnya:
- ada satpam halte busway di Bundaran HI
- dia negur mobil Alphard item yang nerobos lampu merah pas orang lagi nyebrang
- sopir sama 2 penumpangnya malah turun, dorong-dorong si satpam
- terus bilang "saya juga aparat, gak takut"
- satpamnya ajak ke pos polisi, tapi tetap didorong-dorong di jalan
- sampai di pos polisi, salah satu orang itu nunjukin kartu tanda anggota
- eh malah kepala pos polisinya nyalahin si satpam,
- katanya dia gak boleh ketuk kaca mobil orang
- si satpam akhirnya minta maaf, sampai sujud
- karena ngerasa gak ada pilihan lain dia sendirian,
- sementara orang yang berantem sama dia ngancem
- mau laporin dia ke tempat kerjanya biar dipecat
Buat yang belum tahu, nama Sudaryono ini disebut oleh terdakwa dalam kasus TPPU Aset Tanah BUMD Cilacap.
Mirip Nanik yang disebut tersangka Korupsi MBG yaitu Sony.
Kalau saya Presiden, ya pasti menghindari menunjuk Sudar. Kayak ndak ada calon lain yg lebih kompeten saja.
Padahal mas, secara ilmu ekonomi, harga melambung saat program pemerintah berjalan (MBG), dan kembali ambruk saat programnya "istirahat", itu gambaran paling nyata program ini salah tata kelola, salah design kebijakan.
Dan faktanya MBG ini memang tanpa kajian.
Bayangkan dampak besarnya bagi rumah tangga yang rentan atas kenaikan harga. Apa ndak amsiong itu rumah tangga akibat harga2 pokok untuk mengisi perut naik, sementara pendapatan tidak meningkat.
Inflasi itu bukan bonus, bukan prestasi, tapi risiko yang harus ditanggung rakyat. Pertanyaannya, se-amatir itu kah pemerintah merancang dan mengelola programnya?
Bagi petani dan nelayan, peningkatan penghasilan "musiman" proyek MBG ini bukan lah hal yg menguntungkan jangkan panjang, jika kemampuan konsumen lain dlm menyerap produk malah amblas.
🙏
Ini maksud Presiden @Prabowo bagaimana ya?
Apakah tidak tahu bahwa Indonesia sudah miliki sepeda motor listrik karya anak bangsa sendiri? Di design dan patennya milik Perguruan Tinggi Negeri, ITS, yang diberi nama GESITS !!
Dan komersialisasi sudah dilakukan sejak 2019, yang saat ini berada di bawah anak usaha BUMN yang namanya PT Wika Industri Manufaktur.
Presiden @jokowi turut mendukung lahirnya motor GESITS ini, dan sebagai pemesan awal untuk pemerintah.
Ini mungkin anak buah Presiden tidak cukup memberi update ke Presiden, atau memang anak buahnya amatir semua? malah tidak tahu informasi yang valid?
Heran saya, padahal salah satu orang kepercayaan pak Prabowo yang sedang mengembangkan mobil listrik, kawan saya, yang juga alumni ITS. Pasti beliau memberikan informasi yang cukup tentang kemampuan ITS menguasai dan mengembangkan sepeda motor listrik dan mobil listrik.
Mosok ndak tahu?
Salam
FK
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban 🙏
Ada wacana dari BGN, murid kaya dan kaya sekali dalam sekolah yang sama tidak akan dapat MBG.
Salah ni menurut gue, kalo ini diberlakukan Negara sudah membedakan "kelas" warganya, bisa terjadi gesekan antar kelas yang runcing.
Kenapa kita SD, SMP, SMA dikasih seragam harus sepatu hitam? agar tidak ada pembeda antara anak kaya dan anak miskin, semua 1, murid SD 02, SMP 27 dan SMA 37.
Semestinya MBG konsentrasi ke daerah miskin yang memerlukan atau melakukan perubahan skema pemberian MBG.
Demikian #Hensa
Pada warganet, jangan takut untuk terus bersuara ya. Kritik saja terus jika kebijakan dan atau pejabat pemerintah ada yg sontoloyo.
Saya punya dugaan oknum yg mengakses data kependudukan saya ini, memanfaatkan data register nomor HP saya. Karena hanya nomor ini yg tersambung ke data kependudukan.
Mudah2an tidak ada kesontoloyoan di kementerian terkait.
Kita hindari menuduh ini perbuatan pemerintah atau APH ya, karena pasti ndak akan berani, sebab perbuatan ini jelas2 melanggar UU PDP.
Bisa saja ada oknum yg punya akses yang membocorkan. Atas permintaan mungkin pejabat yg kupingnya tipis, atau oang lain yg merasa berkepentingan dgn pejabat yg dikritik.
Sekali lagi, jangan berhenti untuk mengkritik, jangan takut. Selama bukan hoaks, fitnah, ddapat dipertanggungjawabkan.
Terimakasih atas perhatiannya.
🙏
Salam
FK
Desas desus yang beredar makin liar soal asal usul uang dan emas dalam penggeledahan Kortastipidkor Polri.
Presiden atau pihak istana perlu clear-kan ini. Banyak sekali yg terkait dan diduga terlibat. Kalau perlu bentuk tim pencari fakta atau tim khusus, karena besar sekali dan kemana2 ini kasusnya.
Salah satu isu yg beredar, sekali lagi baru isu, uang dan emas itu adalah hasil dari denda administrasi Satgas PKH, yg tidak disetorkan.
Wedan kalau benar.
Karena Satgas PKH itu bentukan khusus Presiden Prabowo, yang Ketua Pengarahnya Menhan, Wakil: Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri. Anggota pengarah menteri2 terkait.
Ketua Pelaksananya adalah Jampidsus Febrie Adriansyah yang sekarang tersangka. Beserta beberapa pejabat lain.
Apalagi saat kompers sebelum ditetapkan tersangka, Febrie sempat mengakui rumah yang digeladah adalah rumah dia, tapi isinya (uang dan emas) yang disita "ada yang punya".
Wedan ini, Amsiong ini pemerintahan pak Prabowo jika desas desus ini jadi liar. Perlu dibuka dengan terang.
Salam
FK
Amsiong dah, hilang dia!! (Hilang atau disembunyikan???)
Wis edan kabeh, status tersangka dinego, dipecat/mundur dinego, ya ndak ada wibawa lah Presiden.
---------------------
Sejak resmi berstatus tersangka korupsi dan pencucian uang,, keberadaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah lenyap tanpa jejak.
Yang lebih mengejutkan, institusinya sendiri, Kejaksaan Agung, mengaku tidak tahu ke mana perginya.
Kalau anak saya, jelas tidak mau daftar ulang karena bayar UKT 21 juta. Kuliah beda kota pula. Mending bayar 25 juta dikampus swasta sebelah rumah yang akreditasinya A juga.
Catatan: Pada waktu dia masuk SMA dan memutuskan belajar dengan baik agar bisa lolos SNBP itu UKT di PTN yang dia bidik adalah 2juta/semester. Tau tau waktu dia lulus jadi 21 juta. WTF???
Dari sisi ini saja sudah jelas Pemerintah tidak konsisten memelihara kepercayaan siswa.
Poster ini diunggah akun Instagram Gerindra Jepara di tengah musim kampanye, 3 Desember 2023 atau 72 hari sebelum Pilpres.
Orang menuduh motif pelangi di poster ini adalah usaha Prabowo-Gibran mencari dukungan politik dari kelompok pemilih tertentu.
Tim Kampanye membantah, dan menyatakan “pelangi lebih dulu (ada) dari urusan LGBT”.
Tentu kita setuju. Anak-anak juga menyanyikan lagu “Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan”.
Ada yang keberatan?
Kita percaya pada Tim Kampanye Pra-Gib bahwa poster ini tak punya motif politik untuk mendapatkan suara pemilih tertentu.
Jadi ketika sekarang rezim Prabowo-Gibran menyatakan LGBT ancaman bagi negara, mestinya mereka tetap santai memakai dasi atau pin bermotif pelangi.
Yang dilakukan Prabowo dengan menyatakan LGBT sebagai ancaman negara adalah stempel-stempel yang sudah dipakai banyak penguasa sepanjang sejarah. Terutama mereka yang gagal memajukan kesejahteraan rakyatnya.
Hitler memainkan kebencian terhadap Yahudi. Soekarno menstempel pengkritiknya sebagai kaum kontra-revolusi. Soeharto dengan stigma komunis. Jokowi memakai cap radikalisme dan menyingkirkan pegawai KPK dengan stempel “Taliban”.
Semua diambil dari bahan bakar yang sama: Kebencian sosial terhadap minoritas.
Saat rezimnya yang korup mulai bangkrut, Soeharto mengkambinghitamkan asing dan Tionghoa. Lalu mereka jadi sasaran amuk massa. Bukan Soeharto dan kroninya.
Resep serupa dipakai rezim militer Fiji terhadap peranakan India atau junta Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Dan Donald Trump menjadikan imigran sebagai kambing hitam kemunduran ekonomi Amerika dan memudarnya pengaruh politik internasional mereka.
Pembantaian 253 guru ngaji dan kiyai NU pada 1998 di Jawa Timur juga diawali dengan daftar nama “Dukun Santet”. Investigasi menunjukkan, para pembunuh adalah orang-orang terlatih yang berkaitan dengan anasir militer untuk menghabisi basis pendukung Gus Dur.
Jauh sebelum Prabowo dan Trump, para raja dan kaisar yang gagal menyejahterakan rakyatnya, yang istananya dipenuhi skandal, dan rakyatnya kelaparan karena gagal panen, akan membuat daftar nama “Tukang Sihir” untuk diburu.
Dan kaum agamawan dengan suka cita menyiapkan tiang pembakarannya. ***
Semarang, Rabu, 24 Agustus 2022
Iwan adalah seorang PNS di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang.
Iwan berangkat pagi itu, dengan agenda ke salah satu acara di sebuah hotel sebagai narasumber dari Badan Pendapatan Daerah kota Semarang, tempat dia bekerja.
Malamnya keluarga Iwan mulai khawatir, Iwan tidak kunjung pulang kerja.
Malam semakin larut dan Iwan tidak kunjung pulang. Hapenya tidak aktif, tidak bisa dihubungi.
Keluarga menghubungi kantor Iwan, dan ternyata Iwan tidak datang hari itu. Ke hotel maupun ke kantor.
Keluarga akhirnya melaporkannya ke polisi, dengan detail kejadian hari itu.
Iwan berangkat dengan motor dinas Vario warnah merah, dengan plat merah bernomor H 9799 RA.
Polisi pun mengecek CCTV, dan memberikat informasi, motor tersebut terlihat di Jalan Raya antara Jl. Prof Sudarto Undip dan Akpol Semarang.
Terakhir, Iwan terlihat mengendarai motornya di salah satu perempatan di jalan itu.
Seminggu tak ada kabar, kantor dan keluarga Iwan berusaha mencari Iwan dengan menyebar informasi di sosial media. Twitter, grup Facebook, Instagram, semua diposting.
Nihil.
***
Kamis, 25 Agustus 2022
Sehari setelah kejadian itu, seharusnya Iwan dijadwalkan menjadi saksi sebuah kasus.
Kasus dugaan korupsi hibah tanah dari PT Karya Deka Alam Lestari di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Tanah itu berlokasi di Perumahan Bukit Semarang Baru.
Kasus ini mulai diselidiki polisi atas laporan masyarakat.
Iwan dijadwalkan menjadi saksi di hari itu, surat undangan dari Kepolisian sudah diterima oleh kantornya.
Iswar Aminuddin, sekretaris daerah kota Semarang mengkonfirmasi hal itu.
Iswar juga menjelaskan tentang kasus korupsi ini, "Anggarannya kalau tidak salah Rp3 miliar, tetapi baru digunakan sebanyak Rp300 juta atau Rp400 juta untuk tim, kepengurusan dan sebagainya."
Jadi hanya 10% dari anggaran 3 milyar yang dipakai. Ke mana sisanya?
Tapi Iwan hilang, dia tidak hadir.
***
Sabtu, 27 Agustus 2022
Polisi mendeteksi ponsel Iwan akhirnya menyala kembali, posisi ponselnya terlacak di Balai Kota Semarang.
Mereka langsung mengecek ke sana. Tapi nihil, ponselnya tidak aktif lagi.
Mereka kehilangan jejak.
***
Kamis, 8 September 2022
Seorang petugas kebersihan Pantai Marina sedang memotong rumput.
Sampai di suatu titik, alat berat itu nyangkut di benda aneh.
Sebuah motor, tapi dalam keadaan hangus terbakar.
Petugas itu langsung melapor ke polisi.
Setelah polisi melakukan pengecekan nomor, jenis, dan rangka mesin, polisi memastikan motor itu adalah motor yang dipakai Iwan.
Langsung dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Di lokasi, ditemukan name tag "Iwan Boedi P." Pencarian lebih lanjut dilakukan.
Tak jauh dari situ, ada temuan yang mencengangkan: sebuah jasad, hangus terbakar, semua terbakar, 100 persen. Kepalanya hilang, kedua telapak tangannya tidak ada, salah satu kakinya juga hilang.
Polisi langsung melakukan tes DNA. Setelah hasilnya keluar, terkonfirmasi.
Jasad itu adalah Iwan Boedi Prasetyo Paulus.
Kepalanya dan bagian tubuh lainnya tidak pernah ditemukan, sampai hari ini. Iwan dimakamkan tanpa bagian tubuhnya yang hilang.
Dia meninggalkan istrinya Onee Anggarwati, dan empat orang anak.
***
Sampai hari ini, kasus ini belum ditutup dan belum ada kejelasan siapa pelakunya.
"Hari ini sudah memasuki tahun kedua, dan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap pelaku di balik pembunuhan ini," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol. Dwi Subagio tanggal 27 Desember 2024.
"Kami mohon, jika ada yang mengetahui sesuatu mengenai kasus ini, segera hubungi kami. Setiap informasi sangat berarti."
Bagaimana dengan kasus korupsinya?
Sama, juga belum ada kejelasan hingga hari ini.
Apakah ada hubungannya? Entah, mungkin waktu yang akan menjawab, atau hanya Tuhan yang tahu nantinya.
Semoga keluarga mendapat keadilan.
Menciptakan lapangan kerja ndak bisa, cuma omon2 ke omon2. Tapi memajaki rakyat tahu saja caranya.
Setelah itu dipakai bancakan untuk menggaji pejabat yg jumlahnya ratusan, terbesar sepanjang sejarah, dan bancakam program yg didesign bocor.
Wis edan.
Barusan tahu ternyata syarat penghasilan untuk mendaftar penerima KIPK sudah berubah. Tahu dari keluhan warga yang anaknya diterima PTN tapi ndak sanggup membayar UKT.
Dalam pikiran sy mestinya anaknya bisa mengakses KIP-K, karena penghasilan keluarga hanya Rp3jutaan.
Ternyata, anak tsb tidak memenuhi syarat mendaftar KIPK sesuai aturan 2026 yang berbasis UMP, dimana UMP Jatim di bawah Rp3juta alias Rp2,4jutaan.
Ini aturan Edan!!
Dulu saat zaman Pak Jokowi sudah mengcover penghasilan sampai Rp4juta, saya masih kritik agar dinaikan hingga menjangkau kelas menengah rentan, yang setidaknya bisa sampai ke batas penghasilan maksimal Rp5-6juta.
Alasan saya, karena demikian mahalnya biaya kebutuhan kuliah, yang bagi keluarga penghasilan Rp6juta pun masih sangat berat membiaya kuliah secara mandiri ditengah UKT yang semakin mahal. Koq sekarang malah batas maksimalnya diturunkan lagi ke UMP. Wis edan ini.
Piye sih ini pak @prabowo, keluarga dgn penghasilan Rp5-6 juta saja belum tentu sanggup membiaya secara mandiri biaya kuliah anaknya, koq malah syarat batas maksimal penghasilan diturunkan ke UMP.
Pantesan makin banyak warga yang mengeluh. Edan ini, buat apa di kasih MBG bagus2 kalau ujungnya untuk kuliah ndak sanggup karena dinilai tidak layak menerima KIPK.
Padahal saya mengusulkan agar KIPK era Pak Prabowo ini lebih baik dari era Pak Jokowi, baik dengan menaikan batas maksimal penghasilan agar mengcover aspiring middle class, juga dengan menambah bantuan berupa Laptop. Agar KIPK era Prabowo bisa diubah namanya, entah jadi KIPK Plus, atau KIP08, dan akan diingat sampai kapan pun.
Lhadalah malah sekarang jauh lebih buruk dari Jokowi, bantuan biaya hidup pun ndak berubah.
Salam
FK
CC mas @kokokdirgantoro perjuangkan ini di PSI, ngaco ini kebijakan menurunkan batas maksimal penghasilan ke UMP, makin banyak anak yang tidak bisa kuliah.
Karena sedikit banyak saya tahu urusan MBG dan BGN ini baik secara tampak luar juga di dalam, izin berbagi perspektif lain.
--------------
Hemat saya, masalah ini karena pak Prabowo "budek". Entah dibuat budek, atau membudekkan diri. Tapi ujungnya ini memang salah beliau sehingga Dadan Korupsi. Pada dasarnya beliau memang juga harus minta maaf atas kejadian ini, dan melakukan evaluasi total, tak cukup hanya sampai Dadan cs dikandangkan.
Kejadian ini bukan semata karena Dadan tergoda, tapi Presiden memang membiarkan design kebijakannya bocor. Andai Presiden menerima masukan2 yg ada, termasuk dari anggota kabinet lain, maka bisa tak ada kebocoran yang akan menggoda Dadan.
Untuk diketahui saja, Design Tata Kelola BGN-Yayasan/Mitra ini kan design Dadan, diputuskan hanya bersama Presiden. Masukan anggota kabinet lain seperti Pak Airlangga Hartarto misal, yaitu design tata kelola berbasis sekolah dengan mengadobsi mekanisme BOS, tidak dipertimbangkan.
Design pak Airlangga itu lah yang paling mendekati semua sistem tata kelola di negara lain. Walau dulu di awal saat disampaikan dikecam publik (harap maklum publik kita memang literasi rendah), Pak Airlangga bicara menggunakan mekanisme BOS, malah dituduh "akan memakai dana BOS".
Dan ingat, kebocoran yang terjadi di korupsi Dadan CS ini bukan sesuatu yg tiba2. Sudah banyak pihak yang mengingatkan, jauh sebelumnya.
Soal penunjukan SPPG, soal pengadaan barang, dll. Bahkan setahu saya di internal kabinet juga tidak setuju dgn pengadaan Dadan yang nabrak sana-sini. Tapi kan Presiden tetap percaya saja ke Dadan cs, malah memuji2 dia.
Fakta lain, Presiden punya orang kepercayaan lain, katanya jago intelelijen dan pengawasan, yaitu kepala BAPPISUS, apa gunanya dia? Koq malah publik lebih duluan tahu Dadan itu maling dibanding Kepala BAPPISUS? Atau dia kasih masukan malah juga tidak didengar?
Jadi benar yang disampaikan Fatimah, dan Hasan ya cuma jubir yang coba mengkosmetik tampak muka Presiden agar tetap bagus dilihat saja.
🙏🙏