Hari ini, 4 Juli 2024, Guru Besar
dan civitas akademika FK Unair menggelar mimbar Bebas akademik kampus di dpn Patung FK Unair menuntut keadilan ats dipecatnya Pejuang Demokrasi Kedokteran, Prof BUS -Dekan FK Unair-
Dipecat krn Beda Pendapat Dg Menkes. Sejarah Telah Mencatat.
Silfester blm dieksekusi selama 6 thn sejak vonis pidananya inkracht. Mestinya Kejaksaan Agung menjelaskan: 1) Mengapa itu terjadi? 2) Langkah apa yg tlh dan akan dilakukan skrng? Rakyat berhak tahu ttg itu. Menakutkan, jika ada vonis yg tak dilaksanakan tanpa penjelasan.
@nuvosioo@mohmahfudmd Abolisi dan amnesti itu hak prerogatif presiden dan diatur di dalam undang2, tentu Presiden akan melihat secara luas dampak dari kebijakan yang diambil, pertimbangan yang paling utama dan wajib adalah dari DPR dan pasti dari masyarakat secara luas. Trus above law nya dimana?
@tifsembiring@PKSejahtera Jangan jumawah pak, suara PKS tetap bwrtahan karena peran besar Anies, Anomali besar ketika PKS keluar dari Perjuangan Rakyat dan tunduk di ketiak kekuasaan. Arus bawah kecewa dan kita buktikan 5 tahun lagi, PKS nyungsep
Perlahan tapi pasti, semua akan terkuak tujuan dari begitu getol dan buru2 nya pengesahan UU Kesehatan.
Bukan untuk named ataupun nakes
Tapi kepentingan Utang dan Kepentingan oligarki.
Gimana, udah mulai kecewa?
Hari ini, 4 Juli 2024, Guru Besar
dan civitas akademika FK Unair menggelar mimbar Bebas akademik kampus di dpn Patung FK Unair menuntut keadilan ats dipecatnya Pejuang Demokrasi Kedokteran, Prof BUS -Dekan FK Unair-
Dipecat krn Beda Pendapat Dg Menkes. Sejarah Telah Mencatat.
SAYA MENOLAK DIAM UNTUK PROF BUS
Hanya karena berpendapat yg berbeda dengan keinginan Menkes,
Kembali seorang Guru Besar, Dekan Fakultas Kedokteran ternama di Indonesia, dipecat begitu saja..
Jika seorang dekan lebih memilih mempertahankan kebenaran yg disuarakannya daripada jabatan yg dimilikinya,
Itu artinya kebijakan yg dibuat sudah demikian membahayakan, tentunya bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk masa depan bangsa dan negara.
Baru era ini, dimana menkes bukan seorang dokter, padahal juga baru beberapa tahun menjabat,
Namun sudah tiga Guru Besar Fakultas Kedokteran, Putera terbaik Indonesia, yg dipecat dari kampus.
Di era ini pula, dengan UU Kesehatan omnibuslaw, seluruh organisasi profesi kesehatan diambil alih kewenangannya oleh kemenkes
Bukan menjadi lebih baik, malah semakin banyak masalah kesehatan yg timbul.
Alih-alih memperbaiki sistem kesehatan, yang ada malah sibuk berlomba buat RS internasional, berlomba buat kampus kedokteran swasta. Uang kuliah membumbung tinggi pula.
Alih-alih mempermudah nakes Indonesia urus SIP, yang ada malah makin sulit, tapi mempermudah nakes asing masuk.
Bukan beri gaji layak, malah mau naturalisasi dokter pula.
Statement menyudutkan, merendahkan dokter Indonesia, terus dan terus dilontarkan,
Seakan dokter Indonesia nakes paling buruk di dunia, sehingga tiada sisi positif yang bisa dihargai.
Padahal nakes lah yg berdarah-darah, berjuang hidup dan mati membantu negara, menyelamatkan bangsa dari keganasan pandemi
Bukan mereka diatas yg selesaikan pandemi ini.
Sabar tentu ada batasnya, jika terus saja dilecehkan, tentunya kami harus melawan.
Apalagi jika ini sudah menyangkut masa depan seluruh rakyat Indonesia, keamanan bangsa dan negara, tentu kami harus keras bersuara.
Jangan terus jadi katak dalam tempurung !!
Saatnya bergerak, atau akan terus dibungkam !!
#SaveProfBUS #SaveProfBUS
https://t.co/D4qQjze5RH
SAYA MENOLAK DIAM UNTUK PROF BUS
Hanya karena berpendapat yg berbeda dengan keinginan Menkes,
Kembali seorang Guru Besar, Dekan Fakultas Kedokteran ternama di Indonesia, dipecat begitu saja..
Jika seorang dekan lebih memilih mempertahankan kebenaran yg disuarakannya daripada jabatan yg dimilikinya,
Itu artinya kebijakan yg dibuat sudah demikian membahayakan, tentunya bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk masa depan bangsa dan negara.
Baru era ini, dimana menkes bukan seorang dokter, padahal juga baru beberapa tahun menjabat,
Namun sudah tiga Guru Besar Fakultas Kedokteran, Putera terbaik Indonesia, yg dipecat dari kampus.
Di era ini pula, dengan UU Kesehatan omnibuslaw, seluruh organisasi profesi kesehatan diambil alih kewenangannya oleh kemenkes
Bukan menjadi lebih baik, malah semakin banyak masalah kesehatan yg timbul.
Alih-alih memperbaiki sistem kesehatan, yang ada malah sibuk berlomba buat RS internasional, berlomba buat kampus kedokteran swasta. Uang kuliah membumbung tinggi pula.
Alih-alih mempermudah nakes Indonesia urus SIP, yang ada malah makin sulit, tapi mempermudah nakes asing masuk.
Bukan beri gaji layak, malah mau naturalisasi dokter pula.
Statement menyudutkan, merendahkan dokter Indonesia, terus dan terus dilontarkan,
Seakan dokter Indonesia nakes paling buruk di dunia, sehingga tiada sisi positif yang bisa dihargai.
Padahal nakes lah yg berdarah-darah, berjuang hidup dan mati membantu negara, menyelamatkan bangsa dari keganasan pandemi
Bukan mereka diatas yg selesaikan pandemi ini.
Sabar tentu ada batasnya, jika terus saja dilecehkan, tentunya kami harus melawan.
Apalagi jika ini sudah menyangkut masa depan seluruh rakyat Indonesia, keamanan bangsa dan negara, tentu kami harus keras bersuara.
Jangan terus jadi katak dalam tempurung !!
Saatnya bergerak, atau akan terus dibungkam !!
#SaveProfBUS #SaveProfBUS
https://t.co/D4qQjze5RH
‼️PETISI 04 JULI 2024
PERNYATAAN & TUNTUTAN MASYARAKAT DAN INSAN AKADEMIS INDONESIA
ATAS PEMBERHENTIAN PROF. Dr. BUDI SANTOSO, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R.
SELAKU DEKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA‼️
Kami segenap masyarakat dan Insan Akademis Indonesia mendukung segala bentuk kebebasan berpendapat yang merupakan Hak Konstitusional warga negara yang dijamin oleh Konstitusi, maka segala bentuk tindakan pengekangan berpendapat, intimidasi, dan teror adalah pelanggaran nyata terhadap konstitusi yang sah.
Pemberhentian Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R. dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga karena pendapat yang disampaikan dan dijamin oleh konstitusi adalah bentuk PELANGGARAN KONSTITUSI DAN HAK ASASI MANUSIA serta NILAI-NILAI DEMOKRASI yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.
Dalam Petisi ini kami menyatakan MENOLAK dan MENUNTUT :
1. Menolak Pemberhentian Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R. sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
2. Menuntut kepada Pimpinan Universitas Airlangga untuk mengembalikan jabatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kepada Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R.
3. Meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia c.q Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembalikan jabatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kepada Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R. serta memulihkan nama baiknya.
Demikian PETISI 04 JULI 2024 Masyarakat dan Insan Akademis Indonesia ini kami tanda tangani dengan kesadaran penuh dan kesungguhan hati.
Semoga Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa meridhoi segenap perjuangan kita.
🔖Tanda tangani PETISI :
https://t.co/yzg6JvUiQq
🔖Tanda tangani GForm :
https://t.co/a0ozA6Kc3C
#SaveDekanFKUnair
#SaveProfBudiSantoso
@rudi_basat@HumorJonTampan@PribadiBales Kalau kamu gak bisa terima, berarti kamu bagian dari mereka. sesimple itu, No Debat, pertanggungjawaban di Akhirat. selesai.
Setelah menyebut Gaza lemah, sekarang tega sekali menyebut konflik di Gaza adalah karena dua bangsa berebut tanah 🙈. Pak, ini tuh penjajahan, genosida...masa ga ngerti juga ? Astaghfirullah.. Maaf pak, saya ga akan ambil pusing bpk ngomong apa aja, tapi klo bpk ngomong asal ttg Palestina, saya pastikan akan banyak hati yg terluka. Mohon hati2 bicara ttg masalah ini. ❤️🇮🇩🇵🇸