@WeKa_Ronin Program ini tidak hanya membuat banyak anak keracunan, juga telah merusak mental emak emak untuk ikut berdemo krn takut dipecat, diberi seragam dan sebuah wajan. Miris!
Melihat demo emak-emak mendukung MBG, kita menyaksikan BETAPA KEUNTUNGAN para Pengusaha DAPUR itu demikian Besar, kalau tidak MENGUNTUNGKAN mereka, sekarang pertanyaannya Uang darimana mereka untuk Menggalang Demo apalagi dengan Seragam, paling tidak 3 - 5 Miliar mereka BAKAR untuk 1 hari dijalanan.
Padahal dalam Bisnis, hukum yang Utama adalah JANGAN SERAKAH dan PATUHI Aturan yang dibuat oleh Pemberi Proyek dan Pemerintahmya
Jadi sebenarnya mereka sedang membahayakan usahanya sendiri dan Membenarkan apa yang pernah di Ucapkan Presiden prabowo, yaitu Demo digerakan CUKONG-CUKONG dan MAFIA dalam hal ini MAFIA DAPUR
Dan pemerintah tidak boleh Kalah oleh Tekanan para PEMODAL / CUKONG Dapur dalam upaya mobilisasi terorganisir untuk melindungi kepentingan ekonomi pihak tertentu yang selama ini diuntungkan oleh operasional program tersebut.
Drama "Dapur Bersaudara": Antara Wajan, Cukong, dan Sandiwara Rakyat
Siapa sangka, sebuah WAJAN kini PUNYA KEKUATAN POLITIK yang lebih tajam daripada Orasi di gedung parlemen 🤣🤣🤣.
Pemandangan epik: lautan emak-emak yang turun ke jalan BUKAN UNTUK MENUNTUT "HARGA SEMBAKO TURUN", melainkan untuk membela "HAJAT HIDUP" PENGUSAHA di DAPUR JATAH MAKANAN UNTUK ANAK-ANAK.
Dengan seragam yang rapi dan barisan yang teratur, aksi ini menjadi bukti nyata betapa "spontanitas" rakyat kini punya standar harga: Rp100 ribu plus bonus sebuah wajan 🤣
Sungguh sebuah investasi yang luar biasa dari para "DERMAWAN" di balik layar. Jika memang ini aksi akar rumput, rasanya BARU kali ini akar rumput memiliki MODAL MILIARAN untuk sekadar "BAKAR UANG" di jalanan.
Namun, di balik hiruk-pikuk dukungan tersebut, ada drama yang lebih kelam.
Ternyata, MENJADI RELAWAN di DAPUR jauh lebih Menakutkan, karena ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bagi yang ENGGAN TURUN ke jalan, bersiaplah untuk "DIPECAT" dari dapur karena dianggap mengundurkan diri. 😱
Sebuah ANCAMAN yang sangat demokratis: ikuti demo, atau kehilangan periuk nasi. Rupanya, untuk menjaga keberlangsungan tempat kerja, "pemaksaan" adalah MENU utama GIZI Hari ini.
Di atas panggung orasi, para tokoh berdiri gagah, memimpin PASUKAN WAJAB ini dengan penuh wibawa, seolah sedang memenangkan sebuah perang besar.
Padahal, publik paham betul bahwa yang sedang mereka BELA BUKANLAH gizi anak bangsa, melainkan "ekosistem" yang terancam oleh aturan pemerintah.
Presiden prabowo pun mungkin hanya bisa tersenyum kecut. Apa yang pernah beliau sebut sebagai gerakan "CUKONG" dan "MAFIA" kini sedang mengadakan pesta pora di jalanan, lengkap dengan sound system yang menggelegar dan barisan relawan yang diwajibkan hadir.
Jadi, mari kita beri tepuk tangan untuk "MAFIA DAPUR. Mereka telah menunjukkan kepada kita bahwa di negeri ini, keadilan bisa dibeli dengan wajan, dan loyalitas bisa dipaksakan melalui pesan singkat WhatsApp.
Rakyat hanyalah pelengkap penderita, sementara para CUKONG tetap TERTAWA di balik kepulan asap DAPUR mereka yang penuh dengan agenda.
:: WeKa ::
🚨 BREAKING:
The Prime Minister of Italy terminates all agreements with Israel!! The Prime Minister of Italy is braver than the current 56 Islamic leaders, and she fears nothing.
Keberadaan fisik ijazah S1 Fak Kehutanan UGM (ASLI) wajib dibuktikam di depan sidang sebagai dasar dari laporan pengaduan Jokowi kepada Polisi.
Jika tidak ada ijazah asli, Jokowi dapat dianggap membuat laporan pengaduan palsu.
Dan penyidik memeriksa laporan dianggap terlibat
Ini bukan kamp penahanan di Perang Dunia II, bukan pula penjara di masa Holocaust, ini adalah Gaza.
Sebuah pengingat yang mengerikan bahwa sejarah berulang.
Sebuah holocaust sedang terjadi tepat di depan mata kita dan dunia diam 1000 bahasa.
Pasien saya datang dengan sesak berat, dirawat.
Belum juga sesak hilang, karena infeksi berat, sudah minta pulang, dengan alasan harus cari uang untuk sewa sepeda listriknya.
Pekerjaan pasien saya adalah ojol seperti bapak ini, setiap hari dia harus bayar sewa motor listrik 75 ribu per hari.
Sudah tiga hari dia dirawat, jika tidak bayar sewa yang 3 hari, maka hari ke 4 motor listrik itu diambil pemiliknya.
Sebagai dokter, saya tidak tega memulangkan pasien dengan kondisi masih dalam keadaan tidak layak pulang.
Tapi mendengar kesulitan hidupnya, saya juga tak kuasa mendengarnya.
Sempat saya tanya, kenapa ngga kredit motor aja, kan cicilannya hampir sama dengan bayar sewa motornya.
Pasien bilang, sebagai orang kecil, tidak mampu untuk DP kredit motor.
Begitulah kehidupan rakyat kecil, mereka memang tidak menggunakan dollar, tapi mereka hidup mereka semakin kesulitan dari hari ke hari akibat ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi yang terjadi kini.
Ini baru salah satu contoh saja. Banyak lagi cerita sedih yang terjadi dibawah sana.
Hari ini kita menyaksikan lagi satu potret kehidupan rakyat kecil, dimana mereka sedang berjuang ditengah sulitnya ekonomi, bahkan orderan saja baru ada satu sejak pagi.
Tapi pemerintahnya tidak peduli.
Yth Pimpinan @dishubjakarta
Tolong anggota Bapak yang bertugas dibekali sedikit rasa empati dengan sesama rakyat bawah
Orang sudah jerit-jerit begitu, apa nda bisa diselesaikan baik - baik dulu, secara kemanusiaan.
Beliau sedang cari makan, ada konsumen yang sedang menunggu dia mengantar pesanan.
Ada anak istri dan keluarganya yang sedang menunggu dirumah, mungkin sedang kelaparan.
Kami setuju harus menegakkan peraturan agar tidak terjadi pelanggaran, tapi kita ini manusia, yang bukan hanya harus adil, tapi juga dibekali hati nurani untuk bersikap bijaksana.
Tidak ada salahnya membantu rakyat kecil, walau mungkin melakukan pelanggaran kecil, toh bukan melakukan kriminalisasi.
Penjahat besar, koruptor besar saja bisa diampuni, kenapa rakyat kecil tidak.
Saya menitikkan air mata saat menulis tulisan ini, saya merasa ikut pedih dengan yg dialami Bapak ini.
Semoga pimpinan terketuk hati membantu Bapak ini dan rakyat kecil lainnya.
Terima kasih
Hormat saya
Dr. dr. Eva Sri Diana SpP FISR SH
Cc
1. Presiden RI @prabowo
2. Gubernur DKI @pramonoanung
Skenario politik:
- Roy Suryo & dr. Tifa ditahan
- Dilimpah ke Kejaksaan
- Masuk Persidangan
- Deponering Jaksa Agung
- Roy Suryo & dr. Tifa bebas
- Prabowo → pahlawan
- Ijazah Jokowi → tetap gaib
- Masuk persidangan
- Jokowi nggak hadiri sidang
- Perkara otomatis gugur
- Jaksa keluarkan SKPP
- Roy Suryo & dr. Tifa bebas
- Ijazah Jokowi → tetap gaib
- Dapat Abolisi dari presiden
- Nggak ada persidangan
- Roy Suryo & dr. Tifa bebas
- Prabowo → pahlawan
- Ijazah Jokowi → tetap gaib
Di republik komorbid nggak ada yang nggak mungkin!
𝗦𝗜𝗟𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗕𝗘𝗥𝗢𝗣𝗜𝗡𝗜
KeGAGALAN @Danantara_ri terbitkan laporan keuangan pdhl sdh operasi 1,5 tahun
apapun alasannya, adalah indikasi:
- Managemen Bobrok
- Kerugian Besar
- Konflik internal
- Korupsi besar/ penyimpangan
BOM WAKTU YG Setiap saat bisa meledak
Korbannya ; 290 juta rakyat RI
.
Penangkapan Roy Suryo Dkk
Memalukan negara Indonesia di dunia
Membuktikan kepolisian jadi alat politik bukan alat negara
Membuktikan rezim prabowo pro kejahatan bukan kebenaran
Membuktikan rezim ini dikendalikan jokowi, prabowo cuma proxy
Saya serukan rakyat bergerak !
@DethanVic@dimarsasongko98 Betul, budiman uni tidak lebih sekelompok anak2 muda yg sok ke kiri kirian zaman itu. Tahun 90 an itu ada beberapa teman dan mentor diskusi dia yg gw kenal.
@dimarsasongko98 Budiman bukan aktivis '98, dia aktivis '96. Ditangkap agustus '96. Dibebaskan lewat amnesti dari Gus Dur desember '99.
Jadi dia ngga berjuang menjatuhkan Suharto krn lagi di dalam penjara. '98 itu yg menjatuhkan Suharto adlh FORKOT, FKSMJ, LMND, FJK, FAMRED, FORBES, KOMRAD, dll.