@palungmarina gapapa kaaa. gada kata telat buat kuliah. alhamdulillah aku jg kerja dlu.. abis itu br kuliah sambil kerja. ini br masuk semester 8, jurusan sesuai sm kerjaan aku . semangat ya kaaaa
selamat pagi min .. ini daerah sudimara pinang semalem udah mati listrik, sempet nyala tp gk semua rumah, sekalinya nyala tp kyk macem listriknya lemah, trus mati lg semua rumah, lama. trus nyala. nah sekarang kenapa mati lagi ya miiiin?
@pln_123
hi kak .. mau tanya, kalo aku sebagai pembeli, mau ubah rating restaurant yang aku gofoodin gimana ya? aku ada salah ngasih bintang soalnya 🥲
@gojekindonesia
@sandconexo@arifin34533 dan sedikit balik lg ke mbg, memang seharusnya sekolah-sekolah yg ada di pedesaan atau pedalaman aja sih yg nerima. karna mereka lebih butuh dan lebih bisa bersyukur. untuk diperkotaan dipilah pilih lg mana yg emang bener kurang mampu, mana yg ngga.
@sandconexo@arifin34533 guru honorer, memang itu masih PR buat pemerintah sih 🥲 untuk universitas, udah ada subsidi (cth : KIP & beasiswa2 lainnya.
@sandconexo@arifin34533 masalah sekolah rakyat, itu ok aja sih. karena si sekolah negeri ini peminatnya banyak banget. yg berduitpun jg ikut ambil bagian. maaf, untuk yg bener2 gk punya? mereka otomatis semudah itu "tersingkir" ditambah sekolah negeri memang gratis, tp masih sk ada embel2 ini itu
@sandconexo@arifin34533 menurutku nih ya kaakkk, menurutku. mbg sebaiknya tidak dihapuskan, melainkan dikaji ulang prosesnya seperti apa, diperketat lg proses di sppgnya seperti apa. karena masalah menunya ini itu sekarang ya urusan sppg. harusnya dr atasnya yg lebih memperketat aturan untuk sppgnya
Percakapan 🇮🇩 🇰🇷
🇰🇷: "UMR mu rendah sekali”
🇮🇩: “Ya gak pa pa… nilai manusia tidak dihitung dari gaji. Kalau dihitung dari tawa dan persahabatan, kami termasuk negara maju.” 😄
🇰🇷: “Kamu tidak marah saya mengejek negaramu?”
🇮🇩: “Marah itu mahal. UMR kami rendah, jadi kami pilih ketawa dan berteman.” 😂
🇰🇷: “Miskin begitu, kenapa kamu tetap bela negaramu?”
🇮🇩: “Karena kami ahli mengubah ejekan jadi lelucon… dan lelucon jadi perdamaian.”
🇰🇷: “Kenapa kalian marah soal meme monyet? Itu cuma bercanda.”
🇮🇩: “Oh kami tidak marah. Kami cuma heran… monyet saja tahu hidup di hutan itu rukun. Masa manusia kalah sama monyet?” 😄
🇰🇷: “Itu cuma gambar monyet di internet.”
🇮🇩: “Iya. Dan internet juga mengajarkan satu hal: yang paling cepat berevolusi bukan monyet… tapi rasa hormat.” 😂
🇰🇷: “Kamu tersinggung dipanggil monyet?”
🇮🇩: “Tidak. Kami cuma berharap semua orang naik level, dari saling melempar meme… ke saling melempar senyum.”
🇰🇷: “Kenapa di negaramu sering mati listrik?”
🇮🇩: “Supaya kami ingat… bintang masih gratis ditonton. Dan kadang gelap itu cuma cara alam menyuruh manusia istirahat dari perang komentar.” 😄
🇰🇷: “Mati listrik pasti merepotkan, ya?”
🇮🇩: “Iya. Tapi, saat lampu padam, tetangga malah saling ngobrol. Jadi… listrik padam, persahabatan menyala.” 😂
🇰🇷: “Kalau mati listrik kamu tidak kesal?”
🇮🇩: “Sedikit. Tapi itu latihan bagus. Kalau bisa sabar menghadapi gelap, apalagi cuma menghadapi komentar rasis kalian.”
🇰🇷: “Kenapa kamu santai dibilang jelek?”
🇮🇩: “Karena kalau kecantikan ditentukan wajah, cermin sudah jadi raja dunia. Untung yang memimpin masih manusia.” 😂
🇰🇷: “Tapi kamu tidak ingin lebih cantik?”
🇮🇩: “Ingin dong. Makanya kami operasi yang paling susah: memperbaiki hati. Dokternya pengalaman, biayanya cuma saling menghargai.” 😂
🇰🇷: “Kamu tidak mau oplas biar cantik?”
🇮🇩: “Kami mau oplas… tapi yang dioperasi dulu timeline internet. Biar yang keluar bukan hinaan, tapi humor dan damai.” 😄
🇰🇷: “Serius, kamu tidak takut dibilang jelek?”
🇮🇩: “Tidak. Takut itu kalau hati jelek. Wajah jelek masih bisa ditutup kamera… hati jelek bocor ke mana-mana.” 🤣
🇮🇩: “Dan kalau suatu hari dunia sibuk menilai wajah satu sama lain, semoga masih ada yang ingat, bahwa yang paling indah dari manusia bukan apa yang terlihat… tapi bagaimana ia membuat orang lain merasa dihargai.”