@tanyarlfes Disaat kamu memikirkan konten , temenmu lebih mengutamakan bakti ke ibunya . Ibunya jauh lebih membutuhkan temenmu , kdg org lain bahkan yg dekat sekalipun tidak bisa merasakan empati karena blm pernah merasakan posisi yg sama . Kurangi egomu
@PerintisGenZ Aku dari desa , ga semua itu serba metik sendri ya , tapi didesa mnurutku lebih enak sistem barter klu ditempatku. Saling memberi antar satu sama lain , jadi klu ada yg bilang 10rb cukup ya salah juga Krn kebutuhan harian kan ga cukup hanya makan , listrik dll juga butuh uang .
....
Kontrak Nyawa PART 3
TAMAT
----
Ini adalah part terakhir yang gw bagikan di sini. Untuk part 4 bisa ke Lynk id atau Karyakarsa.
Lynk :
https://t.co/9DjYEAE79D
Karyakarsa :
https://t.co/9w8NAANL7K
Next kita ganti judul ke Dozer dan Jaga Malam di Toko Mainan.
..
..
..
Kontrak Nyawa
PART 2
SELESAI
Cerita bersambung ke Part 3. Bagi yang mau membaca duluan, bisa aksea ebook part 3 melalui :
Lynk id
https://t.co/5BhoafniSq
Karyakarsa
https://t.co/MIgwZICfIk
Terima kasih utk yg sudah mendukung dan membaca
-mengarahkan Ahmad untuk segera bertindak tanpa menunggu keadaan semakin memburuk.
“M..maaf! BUDIMAN! MAAF!” pekik Ahmad dengan suara bergetar, meski ia tidak tau apakah Budiman mendengarkan permintaan maafnya barusan. Ia kemudian bergegas ke mess dgn sekop di tangan kanannya.
Lengkingan kematiannya begitu memilukan sebelum akhirnya tubuhnya roboh beberapa langkah dari posisi pertarungan Yasir dan Gigih.
Tubuhnya terbaring di tanah dengan kondisi mengenaskan. Gergaji tadi hampir saja membuat tubuhnya terpotong dua.
Oky tiba tiba berlari dari kegelapan dan menerjang langsung ke arah Budiman sambil menghunuskan gergaji mesinnya tepat ke arah punggung pria itu.
Budiman tidak sempat menghindar saat gergaji itu memotong tulang punggungnya.
----batas, kita sambung besok----
Buat yang mau baca duluan, Kontrak Nyawa Part 1-4 bisa diakses ebooknya via Lynk id dan Karyakarsa dgn klik tautan di bawah. Terima kasih atas dukungannya
Lynk id
https://t.co/pEzyLnDnE4
Karyakarsa
https://t.co/BYGnF7c2jg
Mereka saling pandang satu sama lain, Fattah buru buru menggeleng, memohon mohon bahwa ia memiliki gangguan pernapasan dan lemah. Sementara sisanya seolah menunggu salah satu diantara mereka “mengalah” dan mengajukan diri.
“Biar saya” ucap Ilham pada akhirnya.