Kegiatan paling ditunggu-tunggu oleh para UMKM Brilianpreneur 2023. Miliki akses #CraftingGlobalConnection lewat Business Matching. Cek info lebih lanjut disini!
#Brilianpreneur202Kegiatan paling ditunggu-tunggu oleh para UMKM Brilianpreneur 2023. Miliki akses #CraftingGlobalConnection lewat Business Matching. Cek info lebih lanjut disini!
#Brilianpreneur2023
Hedy Lamarr, known for her glamorous movie star status in the black-and-white film era, played an influential role in the co-invention of a device that laid the foundation for GPS, Bluetooth, and Wi-Fi technologies.
Born in Austria in 1914, Lamarr, with her strong mathematical aptitude, relocated to the United States in 1937 to embark on a Hollywood career. While the 1930s and 1940s recognized her as one of cinema's leading ladies, her lesser-known passion for engineering shaped her extraordinary journey. She was so dedicated to her inventive pursuits that she established an engineering workspace in her home, equipped with a drafting table and a collection of engineering reference books.
As World War II engulfed the world, Lamarr, motivated by reports of German U-boats sinking ships in the Atlantic, delved into improving torpedo technology to aid the war effort. Her innovative journey took a significant turn when she met composer George Antheil, who had been experimenting with automated control of musical instruments. Together, they conceived the idea of "frequency hopping."
During this time, radio-controlled torpedoes were vulnerable to detection and interference by broadcasting signals on the same frequency as their control mechanisms, leading to off-course deviations. Frequency hopping essentially acted as a form of signal encryption by shifting between different frequencies, rendering it virtually impossible for adversaries to scan and jam all of them.
The collaborative efforts of Lamarr and Antheil culminated in a patent granted on August 11, 1942. Although the U.S. Navy initially showed little interest in implementing this groundbreaking technology, it eventually found application two decades later during a 1962 blockade of Cuba, when it was used on military ships. Lamarr and Antheil's frequency-hopping concept formed the basis for spread-spectrum communication technology utilized in GPS, Wi-Fi, and Bluetooth devices.
Sadly, Lamarr's remarkable contributions to this development remained largely overlooked for years, only receiving recognition in 1997 when the Electronic Frontier Foundation honored her for her technological achievements. Hedy Lamarr passed away in 2000 at the age of 85, and in 2014, she was posthumously inducted into the National Inventors Hall of Fame for her invention of the "Secret Communication System" developed many years earlier.
Ini adalah cinta pada pandangan pertama.
Di suatu hari pada 2004, Susann menyalakan televisi dan menyaksikan aksi seorang lifter nasional Austria bernama Matthias Steiner.
Hati Susann terpikat. Dia lantas menghubungi seorang komentator acara tersebut dan meminta alamat email Matthias. Setelah beberapa kali bertukar pesan via email, keduanya sepakat bertemu.
Hati mereka menjadi cepat terjalin pasca perjumpaan itu. Susann dan Mathhias memutuskan menikah.
Setahun kemudian, hubungan Mathhias dengan pelatih nasional dan federasi angkat besi Austria memburuk. Relasi itu tidak bisa diselamatkan. Mathhias harus pergi. Dan Susann menemani suaminya pindah ke Jerman.
Kepindahan ini membawa konsekuensi yang pelik. Mathhias dilarang membela tim angkat besi Jerman pada ajang internasional selama tiga tahun. Bagi atlet yg kompetitif seperti Mathhias, tiga tahun tanpa bertanding adalah hal yang sangat menyiksa.
Tetapi Susann selalu ada untuk Mathhias. Di sela-sela waktu kuliahnya, Susann terus mendorong Mathhias untuk terus berlatih keras. Mathhias, kata Susann, harus menjalani risiko yang telah dia pilih dengan sabar dan sebaik-baiknya.
Mathhias menerima saran Susan. Dia berjanji kepada istrinya untuk bekerja keras dan menembus Olimpiade Beijing 2008.
Tetapi nahas, setahun sebelum Olimpiade, Susann pergi untuk selama-lamanya. Kecelakaan mobil tragis, merenggut nyawa Susann. Susann meninggal dunia saat masih berusia 22 tahun.
Hati Mathhias begitu hancur. Dia kehilangan bobot 8 kg dan sempat berpikir untuk pensiun dari angkat besi. Tetapi Mathhias ingat bahwa ada janji besar yang harus dituntaskan.
Saat diperbolehkan membela Jerman pada ajang2 internasional, Mathhias mengunjungi makan Susann. Di depan pusara Susann, Mathhias berjanji untuk mempersembahkan emas kepada mendiang istri yang begitu dia cintai.
Lalu, datanglah hari besar itu. Sebuah petang, 19 Agustus 2008 di Beihang University Gymnasium, Beijing.
Awalnya semua tidak berjalan mulus. Mathhias hanya berada di posisi 4 dalam angkatan snatch kelas 105kg. Tampaknya, Mathhias akan sulit mendulang emas.
Tetapi saat sesi clean and jerk, terjadi kejutan besar. Mathhias seakan menemukan kekuatan dahsyat yang datang entah dari mana. Mathhias berhasil melakukan angkatan terbaik, 258kg.
Kemenangan itu sangat dramatis. Sebab, dalam angkatan total, Mathhias cuma unggul 1 kg saja dari lifter Rusia Evgeny Chigishev yg meraih perak.
Ketika dipastikan meraih emas, Mathhias berteriak histeris. Dia menangis di pelukan Frank Mantek, pelatihnya. Jiwa Mathhias tenggelam dalam keharuan dan air mata.
Di podium kemenangan, tangis Mathhias digantikan oleh senyum kebanggaan. Dia mengangkat medali emasnya di tangan kanan dan foto Susann di tangan kiri.
"Dia (Susann) selalu ada untukku. Beberapa jam sebelum kompetisi dia ada di sini, bersamaku," kata Mathhias via Olympics.
"Aku ingin istriku ada di sini bersamaku. Dan (dengan foto ini) aku menunjukkan kepada dunia bahwa aku tidak sendirian."
Lumayan sakti euy.
Hari ini gue konsumsi sekitar 2 jam sebelum kerjain tugas. Ga ada lagi tuh intrusive thoughts atau “raja thailand punya anjing lain ga sih” & kepikiran buat cabut alis pas lagi kerjain sesuatu. Focus, kepala clear & mantep.
@historyinmemes Jadav Payeng, the Indian man who planted one tree every day for 37 years on Majuli Island. He has now created a forest and wildlife reserve twice the size of Central Park in New York.
***UPDATE MONKEYPOX***
Berikut adalah situasi terkini virus monkeypox (MPXV) di dunia dan Indonesia. Data didapatkan dari WHO, Kemenkes, dan sumber lain.
• sebuah utas ganda mengusung "One Health" bersama dengan @vkarr13 dari pov dokter hewan •