“Kakak? Halo....” Suara Ayah terdengar khawatir. Namun, aku sendiri bingung harus bagaimana mengontrol dan menenangkan tubuhku.
“Ayah cepat pulang.”
Hanya kata itu saja yang dapat aku keluarkan dari mulutku.
“Iya, Ayah akan segera pulang, Kak!”
“Ibu, Yah. Ibu....”
Aku tak mampu berbicara banyak, mulutku juga tiba-tiba membeku, dan air mata yang tiba-tiba keluar, membuat mulutku makin membeku.
“Kakak, kenapa menangis?” tanya Ayah dari ujung telfon.
“Ayah cepat pulang,” kataku.