hi! i’m nara — just a quick intro! 🐈✨
i love cats, anime, and anything soft & comforting
i speak indonesian, english, and a little mandarin (also understand malay)
i’m here to explore more about manga & my favorite anime
top 3: natsume, hxh, and from up on poppy hill
also…
📌SKILL YANG BISA KALIAN PELAJARI BUAT MASUK DUNIA FREELANCE!!!
1. Excel / Google Sheets ➛ ngolah data, bikin tabel, laporan, sampai data cleaning sederhana.
2. Data Entry ➛ memasukkan dan merapikan data dari berbagai sumber ke spreadsheet atau sistem tertentu.
3. LLM Evaluation ➛ menilai apakah jawaban AI sudah akurat, relevan, aman, dan sesuai instruksi.
4. Prompt Evaluation ➛ mengecek apakah sebuah prompt berhasil menghasilkan output AI yang sesuai.
5. Prompt Writing ➛ membuat instruksi yang jelas supaya AI menghasilkan jawaban yang lebih tepat.
6. Data Annotation & Labeling ➛ memberi label pada teks, gambar, atau audio untuk membantu melatih model AI.
7. AI Response Rating ➛ membandingkan beberapa jawaban AI dan menentukan mana yang paling bagus berdasarkan kriteria tertentu.
8. AI Coding Evaluation ➛ mengecek kode atau jawaban programming yang dibuat AI dan memberikan feedback.
9. Web Research ➛ mencari, mengumpulkan, dan memverifikasi informasi dari internet.
10. Virtual Assistant ➛ membantu pekerjaan administratif seperti email, scheduling, research, dan pengelolaan data.
11. Writing / Copywriting ➛ membuat artikel, caption, script, atau copy untuk kebutuhan bisnis.
12. Translation ➛ menerjemahkan dan melokalkan konten, terutama Indonesia ↔ English.
13. Canva / Graphic Design ➛ membuat konten visual, presentation, social media post, dan desain sederhana.
14. Video Editing ➛ editing video pendek untuk TikTok, Reels, YouTube Shorts, atau kebutuhan bisnis.
15. AI Training ➛membantu meningkatkan kualitas model AI melalui evaluasi, labeling, ranking, dan feedback.
Kalo aku fokus di: LLM Evaluation, AI Training, Data Annotation, Transcription, Prompt Evaluation, AI Response Rating, Research, Fact-Checking, Quality Assurance.
untuk case yang kamu bahas, hadis “ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu” sebenarnya kurang relevan kalau dipakai untuk menyimpulkan bahwa laki-laki sepenuhnya milik ibunya.
kalau diingat lagi, dari kecil kita juga sering dijelaskan konteks hadis itu. hadis tersebut muncul ketika seorang laki-laki bertanya kepada rasulullah, “siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” lalu rasulullah menjawab, “ibumu” tiga kali, setelah itu ayah dan kerabat terdekat.
jadi dari awal, yang dibahas adalah siapa yang paling berhak menerima bakti dan perlakuan baik, bukan siapa yang memiliki hidup seorang anak. dari “ibu punya hak besar” tiba-tiba disimpulkan jadi “anak laki-laki milik ibunya sampai mati” itu sudah loncat jauh dan bukan isi hadisnya.
kamu disini sedang menyamakan hak dengan kepemilikan, padahal dalam fikih itu dua hal yang berbeda. benar, ibu memiliki hak yang sangat besar. tapi dari mana loncatannya sampai menjadi “berarti anak laki-laki sepenuhnya milik ibunya sampai mati”? itu kesimpulan yang kamu tambahkan sendiri dalam kata lain kamu menginterpretasikan demi keuntungan mu sendiri. hadisnya tidak pernah mengatakan seperti itu. punya hak untuk dihormati bukan berarti otomatis memiliki seluruh hidup seseorang.
bahkan qs al-isra: 23 memerintahkan semua anak, laki-laki maupun perempuan, untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. jadi kewajiban berbakti itu berlaku umum, bukan cuma untuk anak laki-laki. perempuan yang sudah menikah juga tetap anak dari orang tuanya dan tetap punya kewajiban berbakti. pernikahan tidak menghapus hubungan anak dengan orang tuanya.
lalu kalimat “perempuan sepenuhnya milik suaminya” itu dalilnya dari mana? qs an-nisa: 19 justru melarang perempuan diperlakukan seperti benda yang bisa dikuasai atau diwarisi, lalu memerintahkan suami memperlakukan istrinya secara ma’ruf. rasulullah juga bersabda, “sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.”
jadi sebelum kamu menarik kesimpulan sejauh itu, pastikan dulu apakah itu bunyi dalilnya atau cuma interpretasimu sendiri. dalam ushul fikih, mengambil satu dalil lalu mengabaikan dalil lain yang membahas tema yang sama hanya akan menghasilkan pemahaman yang tidak utuh.
islam tidak dibangun dari satu hadis yang dibaca terpisah, tapi dari keseluruhan nash al-qur’an, hadis, syarah, dan penjelasan ulama.
jadi jangan bawa-bawa dalil agama untuk menguatkan argumen pribadi kalau kamu sendiri belum memahami konteks, fungsi, dan batas makna dalil tersebut.
tulisan yang kamu tulis ini bukan cuma keliru secara logika, tapi juga bisa menyesatkan pemahaman orang lain karena opini pribadi dan kamu jadikan islam sebagai landasan teorimu.
kamu mungkin aja menganggapnya cuma satu postingan, tapi kamu gak tahu bagaimana orang lain akan membaca, mempercayai, lalu memakai narasi itu untuk membenarkan perlakuan yang merugikan ibu, istri, maupun perempuan secara umum.
agama itu punya konsekuensi besar ketika dibicarakan di ruang publik, jadi jangan asal potong dalil lalu sebarkan kesimpulan yang tidak pernah dikatakan oleh dalilnya.
@seblumlupa @puzzwles please baca hadis sesuai syarah dan konteksnya dulu, jangan cherry-pick, terus ditarik jadi overgeneralisasi, lalu dibuat seolah pilihannya cuma ibu atau istri lagi lol.
hfft, tolong di baca dengan baik dan seksama ya, biar gada pemikiran yang menyimpang gini