Pancasila lahir dari keringat, air mata dan ketulusan para Pendiri Bangsa untuk menyatukan perbedaan. Tugas kita hari ini adalah merawatnya agar tetap hidup dalam setiap tindakan.
Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 01 Juni 2026
#AnsorJatim#NavigatorAnsorMasaDepan
Informasi yang tidak berimbang, fitnah dan tuduhan Korupsi Kuota Haji terhadap Gus Yaqut harus dilawan dengan data dan informasi yang Valid
Berikut rangkuman jawaban untuk Netizen seputar Pembagian Kuota Haji Tambahan 2024
Tuduhan dan fitnah ini memang sangatlah kejam, karena kenyataanya Gus Yaqut tak pernah menerima sepeserpun dan juga tidak pernah ada satupun Perintah dari Beliau untuk perbuatan yang sifatnya merugikan Negara #GusYaqutAdalahKita
Keputusan kebijakan Gus Yaqut selaku Menag RI saat menentukan porsi 50:50 untuk Kuota Haji Tambahan 2024 adalah tepat, bukan untuk melakukan tindakan Pidana maupun Korupsi melainkan untuk "Hifdzun Nafs" Menjaga jiwa, Menyelamatkan nyawa ribuan Jemaah Haji Indonesia.
𝗛𝗶𝗳𝗱𝘇𝘂𝗻 𝗡𝗮𝗳𝘀: 𝗡𝗶𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗗𝗶𝗵𝗶𝘁𝘂𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻
Tuduhan bahwa kebijakan pembagian kuota haji tambahan 2024 sarat kepentingan politik sungguh menyakitkan. Gus Yaqut sendiri telah menegaskan dengan lantang bahwa satu-satunya pertimbangan dalam menetapkan pembagian kuota itu adalah hifdzun nafs, menjaga keselamatan jiwa jemaah, karena keterbatasan tempat yang ada di Saudi. Masak iya, niat mulia melindungi nyawa ratusan ribu saudara Muslim kita harus berakhir di meja penyidik?
Keputusan ini bukan lahir dari bisikan kepentingan, melainkan dari data dan keringat para teknisi di lapangan. Banyak pihak ikut membantu memutuskan dan ikut melakukan simulasi secara langsung untuk mengecek kesiapan di lapangan, khususnya di kawasan Armuzna, Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tempat jutaan manusia berkumpul dalam waktu yang sangat terbatas. Kajian itu melibatkan Dirjen PHU hingga Direktur Bina Haji, semua bersepakat bahwa keselamatan jemaah tidak boleh dikompromikan. Ini kerja keras, bukan permainan kuota.
Kebijakan yang diambil dengan pertimbangan kemanusiaan pun ternyata bisa tetap dipersoalkan. Tapi biarlah sejarah yang mencatat, bahwa ada seorang menteri yang memilih berdiri di sisi keselamatan jiwa jemaahnya, meski kini harus menanggung beban tuduhan yang berat. Karena haji adalah yurisdiksi Arab Saudi, dan keputusan soal kuota pun terikat oleh peraturan serta MoU yang telah disepakati bersama, bukan semata kehendak satu orang. Jangan sampai keberanian mengambil kebijakan demi keselamatan umat justru menjadi preseden buruk yang membuat pemimpin lain takut berbuat baik. #JumatBerkah #GusYaqutAdalahKita
"Jangan pernah lelah mencintai Indonesia" merupakan pesan ikonik dari Gus Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama 2020-2024
Menjaga Toleransi dan keberagaman wujud dari cinta kita pada Indonesia, Merawat Indonesia dengan indahnya keberagaman #GusYaqutadalahKita
"Dua puluh enam ribu Pelita disudut Kampung, dinyalakan kembali oleh seorang yang percaya; Pengabdian tak layak dibayar dengan angusnya harapan"
𝗚𝗨𝗦 𝗬𝗔𝗤𝗨𝗧 & 𝟮𝟲.𝟬𝟬𝟬 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗚𝗨𝗥𝗨 𝗠𝗔𝗗𝗥𝗔𝗦𝗔𝗛
Bertahun-tahun mereka berdiri di depan kelas dengan seragam yang sama, suara yang sama penuh semangat, namun dengan nasib yang berbeda dari rekan-rekan mereka yang telah berstatus tetap. Para guru honorer di lingkungan Kementerian Agama itu datang setiap pagi bukan karena gaji yang menjanjikan dan karena memang tidak ada, akan tetapi melainkan karena panggilan hati yang tidak bisa mereka abaikan.
Mereka mengajar anak-anak di madrasah, di sudut-sudut kampung, di ruang kelas yang kadang bocor saat hujan, dengan upah yang bahkan tidak cukup untuk menutupi ongkos perjalanan. Namun mereka tetap datang. Hari demi hari. Tahun demi tahun. Dengan satu harapan kecil yang mereka jaga seperti nyala lilin di tengah angin kencang: bahwa suatu hari, pengabdian mereka akan dihargai.
2021 Gus Yaqut diberi amanah memimpin Kementerian Agama, salah satu fokusnya adalah memberikan keadilan bagi mereka yang telah lama mengabdi dalam sunyi. Dan memang begitulah seharusnya sebuah negara bekerja - hadir bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam tindakan nyata yang mengubah hidup orang-orang yang telah memberikan yang terbaik dari diri mereka, bahkan ketika negara belum sepenuhnya hadir untuk mereka. Pengabdian panjang itu kini telah mendapat namanya.
Sejak 2021 sampai 2023, ada 26.000 Guru Madrasah Honorer yang kemudian diangkat menjadi PPPK, akhirnya mereka diakui, mendapat imbalan yang layak dari nergara, satu ikhtiar pengabdian Gus Yaqut kepada pendidikan di Indonesia. Salah satunya, bagaimana meningkatkan harkat hidup para guru pengajar di Madrsah.
Belum sempurna iya, namun paling tidak, bagaimana keberpihakan, kesungguhan Gus Yaqut, suka atau tidak, adalah hal yang harus kita semua apresiasi. Semangat Gus Yaqut, sehat selalu, doa para guru Madrasah selalu mengiringi lanhkah Panjenengan melawan segala fitnah dan berjuang merebut keadilan. #GusYaqutAdalahKita #GuruMadrasah #Hardiknas2026
Do'a dari Romo KH. Ii Abdul Basith, Ulama Sepuh Tasikmalaya dan juga Pengasuh Ponpes Sukahideng untuk Gus Yaqut yang saat ini tengah menghadapi fitnah keji
Do'a dan support dari para Ulama Nahdlatul Ulama merupakan bentuk kasih sayang Ulama pada Santrinya🙏🤲#DoauntukGusYaqut #GusYaqutAdalahKita
Guru madrasah di daerah masih ada yg digaji Rp500 ribu perbulan. Tapi waktu Gus Yaqut jadi Menag perhatikan mereka. Insentif, TPG, PPPK, BSU, semua diperjuangkan. Beliau paham, kesejahteraan guru adalah investasi karakter bangsa. Sayang, yg baik malah ditersangkakan tanpa bukti.
Pengabdian Nyata dari Gus Yaqut untuk Bangsa
Menteri Agama era Gus Yaqut begitu sangat memprioritaskan Guru Madrasah, terutama dalam hal Kesejahteraan #GusYaqutadalahKita
Guru Madrasah masih ada yg digaji Rp500 k/bln. Tapi Gus Yaqut waktu jd Menag perhatikan mereka. Insentif, TPG, PPPK, BSU, semua diperjuangkan. Beliau ngerti, kesejahteraan guru adlh investasi karakter bangsa. Sayang, yg baik mlah ditersangkakan tanpa bukti🥴
#GusYaqutAdalahKita
Consensus Miami is getting a slice of Pi!
Pi Founder Chengdiao Fan will speak at Consensus 2026 on Wednesday, May 6, from 11:15–11:35 AM EDT at the Convergence Stage.
As AI dramatically lowers the barriers to building products, competition increasingly centers on authentic data, user acquisition, and trusted human participation.
Chengdiao’s presentation will explore how Pi’s blockchain infrastructure, verified identity, and globally engaged network can support utility‑driven products and AI‑era business models.
The session presents a fresh perspective on crypto tokens not as exits, but as tools for sustainable growth and real‑world adoption.
See you all there!
Oalah Gus Nasibmu
Narasi tentang kasus Gus Yaqut tidak pernah benar-benar dibicarakan di ruang yang netral. Sejak awal, ia sudah diletakkan di tengah medan perang ideologis. Terlalu banyak orang yang memandangnya bukan sebagai individu yang sedang menghadapi proses hukum, melainkan sebagai simbol dari posisi politik dan ideologi tertentu. Ketika seseorang sudah menjadi simbol, publik tidak lagi tertarik pada fakta. Mereka hanya ingin membenarkan keyakinannya masing-masing.
Gus Yaqut bukan hanya mengalami apa yang disebut sebagai pembunuhan karakter, orkestrasi untuk membuat publik menolak sosoknya secara personal sehingga apa pun yang ia katakan tidak lagi dipercaya. Ia juga dihadapkan pada sidang tanpa berkas hukum, yang hakimnya telah membawa vonis sejak sebelum sidang dimulai, hakim itu adalah netizen yang terbiasa menghakimi sebab dasar sensasi dan bukan bukti.
Padahal catatan fakta menulis indeks kepuasan jamaah mencapai 88,20 (Sangat Memuaskan), tertinggi kedua dalam sejarah haji. Skema Murur berhasil mencegah kepadatan fatal di Muzdalifah untuk tujuan keselamatan dan kenyamanan jamaah, tim berhasil memberikan perlindungan khusus bagi puluhan ribu jamaah lansia hingga mencatat efisiensi anggaran senilai Rp601 miliar
Bandingkan dengan kasus Tom Lembong, Nadiem Makarim, dua nama ini boleh saja diperdebatkan secara politik, tetapi mereka tidak membawa beban konflik ideologis yang panjang di masyarakat. Tidak ada kelompok besar yang sejak lama menunggu momentum untuk menyerang mereka secara identitas. Karena itu, ketika kasus muncul, publik relatif bisa melihatnya sebagai perkara hukum, bukan sebagai pertempuran keyakinan.
Sementara dalam kasus Gus Yaqut, sejak lama ia sudah memiliki “musuh ideologis” yang tidak sedikit. Setiap pernyataan, setiap kebijakan, bahkan setiap rumor tentang dirinya langsung menjadi amunisi bagi kelompok yang memang sejak awal tidak menyukainya. Akibatnya, ruang diskusi menjadi keruh. Orang tidak lagi bertanya: apa fakta hukumnya? Yang terjadi justru pertanyaan lain: siapa yang sedang diserang dan siapa yang menyerang?
Di luar benturan ideologi, ada kelompok yang murni bergerak sebab pergeseran kekuasaan. Inovasi dan terobosan Gus Yaqut telah mengganggu jalan mereka dalam mempertahankan akses dan kuasa. Kasus ini juga magnet, untuk para penunggang gelap fragmentasi internal guna kerja repositioning atau pergeseran pengaruh menuju suksesi kepemimpinan di masa depan.
Situasi ini diperparah oleh kondisi internal Nahdlatul Ulama sendiri. Tidak seperti organisasi lain yang ketika tokohnya tersandung masalah langsung merapatkan barisan, di kalangan Nahdlatul Ulama justru sering terlihat perbedaan sikap yang sangat terbuka. Sebagian memilih membela, sebagian memilih diam, sebagian lagi bahkan ikut mengkritik. Ketidakkonsistenan ini membuat narasi di ruang publik semakin liar.
Bandingkan dengan organisasi lain yang ketika tokoh bahkan bendaharanya terseret kasus, kader dan simpatisannya bergerak hampir serempak. Mereka membangun narasi yang sama, membentuk solidaritas yang kuat, dan menjaga persepsi publik agar tetap terkendali. Entah benar atau tidak, yang jelas mereka tampak kompak.
Di sinilah letak “kesialan” Gus Yaqut. Ia menghadapi badai dari luar, tetapi di dalam rumahnya sendiri angin tidak bertiup ke arah yang sama. Akibatnya, opini publik terbentuk bukan oleh kejernihan fakta, melainkan oleh kerasnya suara. Dan dalam ruang yang penuh kebisingan seperti itu, objektivitas hampir selalu menjadi korban pertama.
Gus Yaqut, Nasibmu..,
#GusYaqutadalahKita
tidak ada arahan dari Gus Yaqut
tidak ada aliran dana ke Gus Yaqut
Gus Yaqut melakukan kebijakan yang menjadikan Haji 2024 rekor terbanyak jumlah jamaahnya yang bisa ditampung, dengan tetap menjaga keselamatan jiwa terutama resiko berdesakan di Mina
tapi malah dikriminalisasi