13. Banyak bangsa lain yang saling bermusuhan akibat provokasi agama. Semoga dihari kemerdekaan yang ke 74 ini, kita bangsa Indonesia dapat mengambil hikmah dan menjaga persatuan. Aamiin.
5. Bukankah dalam kitab suci Al-Qur'an surah Al-Kafirun dikatakan, "Laa a'budu maa ta'buduun" ( Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah) ?
Bukankah ayat berikutnya juga dikatakan, "wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud" ( dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah) ?
4. Sebagai warganegara yang baik, yg hidup dalam bingkai Pancasila dan nilai-nilai keluhuran, maka sudah semestinya kita harus saling menghormati, serta menghargai satu sama lain. Bukan hanya menghormati sebagai sesama makhluk sosial, namun juga sebagai makhluk yg ber-Ketuhanan.
3. Kita boleh tidak setuju, tidak sepaham, dan tidak terima keyakinan atau ajaran agama lain, namun mengatakan sesuatu yang dapat menumbuhkan kebencian terhadap pemeluk agama lain adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
2. Mengatakan ada "Jin Kafir" pada simbol agama saudara yang bukan seiman adalah sesuatu yang tidak tepat. Kata-kata itu lebih tepat jika diucapkan oleh orang yang tak punya pendidikan agama. Lha, ini yang bilang seorang UAS, gelarnya Lc, MA. Kok bisa?
1. Entah UAS hanya bercanda atau sengaja menghina, yang jelas saya sangat menyayangkan ceramah UAS karena telah melenceng dari kaidah dakwah Islam yang sebenarnya.