siapa tau disela sela kesendirianmu tiba tiba datang laki-laki pinter, punya wawasan yang luas, soft spoken, family man, paham agama, pekerja keras, ga patriaki, ga drama dan ga gila perempuan
Kabarkan Kepada Dunia !
Turunkan Penguasa Boneka BoP, Londo Ireng yg mengusir rakyat dari negeri tercinta Indonesia
Hanya negara demokrasi yg meliput demo aspirasi rakyat
TIDAK ADA TELEVISI YG MELIPUT DEMO
TW // Child Abuse • Blood
tolong bantu viralkan ini ya, temen-temen.
ya Allah, biadab banget. siapa tau ada yang kenal sama pelakunya di sini. untuk lokasi kejadiannya masih belum diketahui, jadi tolong bantu sebarluaskan dulu ya.
semoga identitas pelakunya bisa segera diketahui dan diproses sesuai hukum.
wedding dream kamu apa?
nikah untuk tidak bercerai. yang ga bikin salah satu ngerasa jadi beban, ga kasar, no cheating, partner yg saling jaga, saling lindungi, grow bareng. dunia kita kejar, akhirat juga. jadi tempat aman satu sama lain, sampai akhirnya bisa ke jannah bareng.
🚨 Aksi #demo dari BEM Persatuan Indonesia di depan Kejaksaan Agung RI sore ini.
Kreatif as always! Para Mahasiswa memakai rompi pink & borgol untuk menyindir Febrie Ardiansyah.
Keren! Hidup Mahasiswa! 🔥
#IndonesiaDaruratKorupsi#IndonesiaGelap
🚨 UPDATE: AKSI #DEMO DARI BEM PI
BEM PI telah sampai di KPK dengan lancar, dan melanjutkan aspirasinya di depan gedung KPK.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Masyarakat Indonesia!
Hidup Perempuan yang Terus Melawan!
#IndonesiaDaruratKorupsi#IndonesiaGelap
Tak seperti Keysa Bali, anak gadis Alm Sumarna tak mendapat perhatian luas oleh warganet karena dirinya tak merengek serta tampak tegar di depan kamera.
Dirinya kehilangan sosok ayah yang meregang nyawa saat sedang bekerja, hingga kini hanya KDM & Bupati Purwakarta yang tersorot menjenguk keluarga Alm Pak Sumarna.
Gakuaatt sedih bangettt.
Sc tertera
Hasil Autopsi: Satpam Jatiluhur Diduga Sudah Tak Bernyawa sebelum Dibuang
Hasil autopsi menguatkan dugaan bahwa Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur, telah meninggal sebelum tubuhnya dibuang ke perairan. Tim medis RS Sartika Asih Bandung menemukan sedikit air dan tidak mendapati lumpur di paru-paru korban. Autopsi juga mengungkap luka pada wajah dan kepala bagian belakang serta bekas jeratan di leher. Di tempat kejadian, polisi menemukan dua borgol. Satu masih terpasang di tangan Sumarna, satu lagi di sekitar lokasi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta Ajun Komisaris I Made Purwantara mengatakan penyidik telah menyusun sejumlah hipotesis. “Sudah banyak kemungkinan yang kami kumpulkan dan saat ini kami dalami lebih lanjut,” katanya, Selasa (28/7/2026). Selain dugaan terkait teguran terhadap pelaku vandalisme, polisi menelusuri kemungkinan persoalan keuangan yang pernah dihadapi korban. Namun, motif dan identitas pelaku belum disimpulkan.
Sebanyak 15 saksi telah diperiksa, meliputi keluarga, rekan kerja, orang terdekat, dan warga sekitar. Polres Purwakarta membantah informasi di media sosial yang menyebut sudah ada penangkapan. Hingga kini belum ada tersangka. Penyidik masih mencocokkan hasil autopsi dengan keterangan saksi dan barang bukti. Sumarna telah mengabdi 17 tahun sebagai petugas keamanan di objek vital itu.
Rekan kerja mengenang Sumarna sebagai sosok ramah dan dekat dengan warga. Ia meninggalkan istri dan dua anak di Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur. Publik menanti kejelasan kasus ini agar tidak mengambang.
- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
Diksi “Londo Ireng” itu sebenernya berbau rasisme.
Lucunya, yang paling lantang ngecap jurnalis sebagai “Londo Ireng” justru keturunan langsung dari The Real Londo Ireng-nya.
Buyutnya dulu ikut bantu Belanda lawan Diponegoro.
Apa gak malu?