the way yang nyorakin are all men. men's ego are so fragile that the sight of two men kissing immediately destroys their perception of masculinity. and don't get me started by the fact that yg lebih disorakin pasti the femme one 😒
Menurut gue sih, mereka salah. Tapi reaksi kampusnya juga berasa kebablasan. Orang ciuman di perpustakaan, bukan korupsi dana kampus.
Yang bikin gue lebih concern justru efek domino setelahnya. Nama udah tersebar, keluarga kena imbas, pertemanan berubah, masa depan akademik bisa berantakan. Hukuman selesai dalam hitungan bulan, tapi jejak digital dan stigma bisa nempel bertahun-tahun.
Kalau sampai beneran DO, ya semoga mereka bisa lanjut kuliah di tempat lain, beresin hidup pelan-pelan, cari kerja yang baik, dan move on. Kadang satu-satunya cara buat mulai dari nol adalah pergi dari lingkungan yang udah keburu ngecap lo seumur hidup karena satu kesalahan.
Boleh kasih sanksi. Tapi kalau sampai hidup dua orang harus dihancurin demi jadi efek jera, itu namanya bukan edukasi lagi, tapi tontonan.
Saya pribadi tidak membenarkan perilaku mesum yg dilakukan oleh 2 orang tsb, tapi cara orang-orang memperlakukan tersangka dengan cara diarak dan menyidang di publik seperti ini sama sekali tidak mencerminkan perilaku orang yg terdidik apalagi di lingkungan kampus
Liat orang ciuman : videoin, hakimin, viralin
Liat orang dilecehin : "tunggu dari dua sisi dulu deh, kan kita ga bisa juga ngejudge dari satu sisi doang. siapa tau dia juga yang salah"
Liat orang ciuman : videoin, hakimin, viralin
Liat orang dilecehin : "lagian dia juga sih..."
• Di UI, orang tua melindungi 16 pelaku kekerasan seksual (KS). Hukumannya gak di-DO.
• Di PNJ, orang tua sujud mohon maaf dan minta anaknya di-DO karena ciuman di perpustakaan kampus.
Sama-sama Kampus Perjuangan, beda sikap. FYI PNJ dulunya Poltek UI, baru berpisah pas 1998.
pasangan gay dipermalukan di depan umum, disabilitas dijadiin trend becandaan tiktok, pelaku pelecehan seksual malah dibela, ini negara apa sih sebenernya.
agree. punya pasangan yang bisa ngobrol sama kita berjam-jam, talking about anything. laughing until our stomach hurt. even still comfortable enjoying each other's silence is a privilege. tolak ukur paten jg buat jadi pasangan. ngga butuh fancy date melulu, quality time it is.
Ga. Selama emosinya ga pernah dialirkan keluar, sampai mati pun ga akan sembuh.
We're the one who needs to fight to heal.
Do not rely on time.
Time does nothing if we do nothing.
'biasanya' yg gak takut nyobak tuh adalah anak orang kaya yg kalo gagal masih ada opsi lainnya. kalo anak orang miskin apalagi orang pas2an, ya agak takut ya jir sama resikonya. bisa gak makan 2 hari tuh.
setelah itu jadi sadar, kenapa mesti takut with the idea of “getting replaced”? aint that how this life works? sesederhana memahami ya mungkin sampai di situ aja perannya. dan itu ga papa. not everyone means to stay in our life forever.
some people stay, some teach us a lesson.