Seorang anak laki-laki usia 13 tahun datang ke IGD karena susah menelan dan tenggorokannya terasa aneh. Awalnya dikira keluarganya penyakit biasa. Tapi saat coba diberi botol berisi air, dia langsung panik dan seperti tersedak. Ternyata... itu gejala rabies. 💔
Baru setelah ditelusuri, ibunya ingat kalau anak tersebut pernah digigit anjing beberapa bulan sebelumnya. Karena mengira lukanya tidak berbahaya dan memilih pengobatan tradisional, ia tidak pernah mendapat vaksin rabies.
Sayangnya, saat gejala sudah muncul, rabies hampir selalu berakhir fatal.
Rabies adalah virus yang menyerang otak dan sistem saraf. Masa inkubasinya bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, sehingga banyak orang merasa baik-baik saja setelah digigit. Padahal virusnya bisa terus berkembang secara diam-diam di dalam tubuh.
Gejala yang mulai muncul antara lain demam, nyeri atau kesemutan di bekas gigitan, lalu berkembang menjadi sulit menelan, air liur berlebih, kejang otot tenggorokan, hingga muncul hidrofobia yaitu ketakutan atau kejang saat melihat atau mencoba minum air. Setelah fase ini terjadi, peluang untuk selamat sangatlah kecil.
Karena itu, jangan pernah anggap remeh gigitan atau cakaran anjing, kucing, atau hewan lain yang berisiko membawa rabies. Bahkan kalau hewannya terlihat sehat atau hewan peliharaan, luka tetap harus dievaluasi oleh tenaga kesehatan.
Kalau tergigit, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 10–15 menit, beri antiseptik, lalu secepatnya ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR), dan bila diperlukan Serum Anti Rabies (SAR).
Rabies bisa dicegah sebelum gejala muncul, tapi hampir selalu mematikan setelah gejalanya mulai bereaksi. Itu sebabnya, jangan menunggu sampai terlambat.
Seorang wanita kehilangan Hp, pas dia telepon, suara hpnya ada didalam bagasi motor orang lain..
Wanita itu langsung heboh dan menarik perhatian sekeliling.
Lihat videonya dan lihat jawaban wajah yang punya motor.
Tapi dia Langsung kabur sebelum diadili sama warga.
Hidup sendiri dengan kondisi lumpuh tidak membuat bapak ini menyerah. Dengan keterbatasannya, ia kreatif membuat alat bantu sederhana untuk merawat diri sendiri.
Dibantu tetangga yang merekam aktivitasnya, ia kini aktif membagikan konten penuh tips dan semangat untuk sesama pejuang disabilitas.
Semoga segera diangkat penyakitnya dan selalu diberi kekuatan, Pak Ariadi. Amin. 🥹❤️
Aksi Berani Pengemudi Xpander di Jalan Layang Antasari: Menolak Jalanan Jadi Arena Balap Liar
Sebuah aksi tak biasa dilakukan oleh seorang pengemudi mobil Xpander di Jalan Layang Antasari, Jakarta Selatan, Sabtu 27/06/2026. Di tengah upaya sejumlah pemotor yang diduga hendak menguasai jalan untuk arena balap liar, pengemudi mobil justru tetap bertahan di barisan depan.
Dalam video yang beredar, ruas jalan tersebut tampak diminta untuk dikosongkan oleh sekelompok orang. Namun, pengemudi Xpander tersebut menolak untuk bergeser, sehingga laju jalan tidak sepenuhnya kosong dan rencana balap liar pun terhambat.
Aksi ini sontak memicu banjir apresiasi dari warganet. Banyak yang menilai keberanian pengemudi tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap penyalahgunaan fasilitas umum yang membahayakan pengendara lain.
#jakarta #balapliar #news #jaksel
Ya Allah bu, bikin nangis saja
😭😭
Gak nyangka yang dia lakukan bisa seperti itu.
Pantas Rasulullah berkata, ibu ibu dan ibu 😍😭
Lindungi setiap ibu yang ada di dunia ini ya Allah 🤲
TRAGEDI BINTANG: "Sini Jemput Bintang, Mak..."😱
Pesan WhatsApp memilukan itu menjadi kalimat terakhir dari Bintang (14), seorang santri yang nyawanya dihabisi secara sadis oleh 4 seniornya sendiri di sebuah pesantren pada Februari 2024 lalu. Tragisnya, salah satu pelaku adalah sepupunya sendiri yang dititipkan untuk menjaganya.
🔥 Kronologi Singkat:
Motif Sepele: Korban dihajar hingga tewas hanya karena absen salat berjamaah akibat sakit (efek penganiayaan sebelumnya) dan karena mengadu ke ibunya.
Ditutupi Selimut Semalaman: Setelah dipastikan meninggal, jasad Bintang diletakkan di kasur pojok kamar pesantren dan dibiarkan semalaman bersama santri lain yang sedang tidur.
Kebohongan Terbongkar: Pihak pesantren awalnya berdalih korban "terpeleset di kamar mandi". Namun, keluarga histeris saat membuka kain kafan dan menemukan luka lebam, bekas sundutan api, hingga jeratan di leher.
⚖️ Akhir Kasus:
Polres Kediri Kota berhasil mengusut tuntas kasus ini. Dua pelaku dewasa divonis 15 tahun penjara, sementara dua pelaku di bawah umur divonis 6,5 tahun penjara.
Apakah hukuman ini sudah setimpal bagi para pelaku yang tega menghabisi nyawa adik kelasnya?
Korban KM Ocean Three Ditemukan Selamat Setelah Bertahan di Laut Gunakan Tutup Fiber
Secercah harapan muncul dari operasi pencarian korban tenggelamnya KM Ocean Three. Memasuki hari kedua pencarian, tim Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Natuna berhasil menemukan satu korban, Wan Zaidan, dalam kondisi selamat setelah sempat hanyut di laut.
Korban ditemukan di koordinat 03°40.299′ LU – 108°20.247′ BT. Kisah bertahan hidup Wan Zaidan menjadi perhatian karena selama terombang-ambing di lautan, ia memanfaatkan tutup fiber sebagai alat bantu mengapung hingga akhirnya berhasil ditemukan tim pencari.
Koordinator Satuan Pengawas (Satwas) PSDKP Natuna, Hafid Alfajri, https://t.co/toK3lq5Zb6.Pi., M.H., mengatakan tim PSDKP Natuna merupakan unsur pertama yang menemukan korban dalam operasi pencarian tersebut.
"Korban ditemukan dalam keadaan selamat dan selanjutnya kami serahkan kepada KAL Sengiap untuk proses evakuasi menuju Desa Tanjung Datuk agar mendapatkan penanganan medis serta pemeriksaan lebih lanjut," ujar Hafid.
Hafid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Menurutnya, keberhasilan menemukan korban hidup merupakan hasil kerja sama, koordinasi, dan dedikasi seluruh tim gabungan yang bekerja tanpa mengenal lelah di lapangan.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel PSDKP, Basarnas, TNI AL, serta instansi terkait yang terus bersinergi dalam operasi ini. Semoga upaya pencarian yang masih berlangsung diberikan kelancaran, dan dua korban lainnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," katanya.
Seorang pemuka agama Hindu berusia 49 tahun mengumpulkan para pengikutnya di puncak sebuah gunung di negara bagian Andhra Pradesh. Di hadapan mereka, ia mengklaim mampu terbang di langit setelah memperoleh kekuatan dari dewa yang diyakininya.
Ia kemudian memulai serangkaian ritual untuk memuja dewa yang disebut “Jamba Malaya”. Setelah ritual selesai, ia berjalan dengan penuh keyakinan menuju bibir tebing untuk membuktikan klaimnya.
VIRAL! PRIA DIDUGA NGAMUK BAWA BADIK DI SPBU KARENA TAK MAU MENGANTRE, BERAKHIR DIKEJAR WARGA
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria diduga mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis badik di sebuah SPBU di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden tersebut diduga dipicu karena pelaku tidak terima setelah ditegur saat memotong antrean pengisian bahan bakar. Dalam video, pria itu terlihat mondar-mandir sambil mengacungkan badik sehingga membuat pengendara dan petugas SPBU panik.
Sejumlah warga dan petugas sempat berupaya menenangkan pelaku. Namun, karena dinilai membahayakan keselamatan orang di sekitar, warga akhirnya mengejar pelaku hingga keluar dari area SPBU.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas pelaku maupun tindak lanjut atas peristiwa tersebut.
#sevenfeeds #Kendari #SPBU #Viral #SulawesiTenggara