@SahabatSaber@Gus_Raharjo@ganjarpranowo Kalo aku lebih memilih Ganjar - Said Aqil Siradj, karena cakupan basis masanya lebih besar dibanding dengan Ridwan Kamil yg hanya cakupan Jabar ๐
Jangan tanya prestasinya, itu amat sangat luar biasa. Dan maka dia pernah didaulat menjadi Menteri Keuangan terbaik di dunia.
Dan lalu, atas satu peristiwa, tiba - tiba banyak sekali pihak ingin dia mundur. Tak hanya sekali tagar agar dia mundur dipaksakan terus dan terus muncul dalam landscape media sosial.
Bila sebab tak terkait akibat, bila nalar tak memberi ruang masuk akal bagi sebuah peristiwa dan namun itu tetap hadir, ini pasti settingan. Ini pasti politis.
Politik, pada satu wajah yang lain memang tak membutuhkan nalar tapi glorifikasi.
Bisa jadi, di balik mereka yang lantang berteriak ingin dia mundur, sudah dengar bisik - bisik menakutkan. Hanya mereka yang ketakutan yang punya urgensi menghabisi di tengah jalan sebelum mereka benar - benar habis.
#SayaBersamaSriMulyani
@Leonita_Lestari Mentri Keuangan Terbaik sepanjang sejarah, jangan hiraukan hanya segelintir orang yg menginginkan beliau mundur.
Tetap Bu Sri Mulyani Terbaik ๐
#KamiBersamaSriMulyani
BUDIMAN NYAPRES, EMANG NGGA BOLEH...??
.
.
.
"Sebaiknya Budiman ikut Pilkada dulu deh, dia bisa ambil pelajaran bagaimana duduk di pemerintahan, tempat dimana dia gak punya pengalaman".
Itu adalah salah satu narasi yang cukup sering muncul saat menanggapi fenomena Budiman.
Potensi hebat orang ini terlalu banyak. Modal sosialnya juga terlalu berlebihan bila harus disandingkan dengan sosok lain. Dia terlalu sempurna untuk dijadikan lawan tanding bagi siapapun bakal capres yang sudah beredar.
Dan maka, dia harus dibuat untuk terlihat kurang. Apa yang dia tak punya, harus ditonjolkan. Diceritakan, dan bahkan ketika ditulis, HARUS dengan tinta tebal.
Kenapa narasi bahwa dia sebaiknya ikut Pilkada terlebih dahulu dengan segala alasannya perlu harus dibuat, itu cara pandang bahwa Budiman lemah di titik itu. Budiman tidak punya cerita itu. Tak ada jejak tertinggal dia pernah ada di sana.
"Kenapa itu menjadi penting?"
Saya dan anda sama. Kita bercerita dari pengalaman kita. Kita punya rujukan saat ingin meyakinkan orang lain. Apa yang pernah kita alami dan ternyata benar berbuah baik, itu jadi rujukan. Ada bukti konkrit yang ga bisa ditolak.
Sukses pak Jokowi memimpin negara ini misalnya, itu fakta yang sulit ditolak bagi banyak diantara kita. Jadilah kisah beliau kita jadikan standar.
Karena pak Jokowi adalah tolok ukur, kisah melekat yang ada pada beliau kita listing dan kita buat jadi parameter itu.
Pak Jokowi pernah jadi Kepala Daerah sebelum menjadi Presiden misalnya, itu fakta. Dan lalu kita listing.
Itu makin masuk akal manakala dalam catatan kita, beliau ternyata juga dianggap sukses saat menjabat Kepala Daerah.
Step by step pengalaman pak Jokowi segera saja menjadi cara kita melihat apa itu BENAR dan maka HARUS.
Kalau ingin sesukses Jokowi, siapapun capres yang diusung, seharusnya pernah jadi Kepala Daerah. Serta merta premis itu seolah menjadi kebenaran.