izin melanjutkan:
keesokan paginya, nadia mengunjungi sebuah galeri seni kecil di södermalm. di depan sebuah lukisan lanskap yang nyaris kosong, ia tanpa sengaja berdiri terlalu dekat dengan seorang pria yang juga sedang mengamatinya.
“kalau dilihat terlalu dekat, lukisan ini malah kehilangan bentuknya,” ujar pria itu sambil tersenyum.
namanya elias, kepala cabang perusahaan securitas ab di stockholm yang menghabiskan akhir pekannya dengan melukis. obrolan mereka mengalir ringan, dari seni, kota-kota yang pernah dikunjungi, hingga alasan mengapa keduanya sama-sama memilih berada di galeri seni saat ini.
menjelang sore mereka berpisah tanpa saling meminta akun media sosial. elias hanya menuliskan alamat studionya di secarik kertas dan berkata, “kalau besok masih di stockholm, mampirlah. kalau tidak, anggap saja ini kebetulan yang cukup.”
nadia memasukkan kertas itu ke dalam buku let them theory, lalu berjalan menyusuri jalanan yang masih terang. untuk pertama kalinya sejak semalam, pikirannya terasa sedikit lebih lengang.
Saya jelasin dari otaknya," lanjut psikolog itu.
"Waktu anak cerita sambil emosi, amigdala AKTIF. Mode fight-or-flight. Otaknya lagi bertahan hidup."
"Kalau Bapak langsung kasih solusi,korteks prefrontal (bagian logika) BELUM NYALA. Solusi Bapak masuk telinga tapi gak masuk otak."
"Tapi kalau Bapak validasi dulu, 'Kesel ya, Nak?', amigdala turun. Korteks naik. BARU dia bisa terima logika."
"Urutan yang benar: EMPATI dulu. SOLUSI nanti. Selalu seperti itu."
Bottom or not. Macem BREN AMMN DSSA CUAN balik ke level 2024 atau ke hampir pertama kali si konglo gorengin saham mereka.
Unsure thdp liquidity. Tp makin rendah harga sahamnya makin kecil angka outflow MSCI.
DSSA AMMN valuation wise gak segila pas masih di MSCI.
Gw gatau liquidity gimana. Yg gw tau global market bullish parah dan Trump kayak lagi bikin set up dimana hard asset jg bakalan perform gila2an.
So, dari buangan MSCI buat gw cukup jelas saham apa yang bisa dilirik banget 😁😁
Mau tau kenapa 90% ritel rugi?
Mereka ketakutan setengah mati saat harga menyentuh Lower Low (LL), padahal di situlah barang murah berpindah tangan.
Begitu harga naik ke Lower High (LH), ritel
mendadak optimis dan berebut beli, mengira tren udah berbalik.
Padahal, mereka jadi likuiditas untuk para smart money yang siap jualan.
Putus baik-baik tuh emang bisa kok, tapi inget ya, abis itu gak usah maksa buat langsung temenan.
Banyak orang yang salah kaprah nih, mentang-mentang putusnya gak pake berantem, terus ngerasa kudu tetep akrab kayak bestie. Padahal ya gak gitu konsepnya.
Kamu harus paham kalau putus baik-baik itu cuma cara dewasa buat menyudahi hubungan, bukan jembatan buat bikin pertemanan baru. Gak berteman tuh bukan berarti kamu dendam atau musuhan kok, tapi itu cara sehat buat ngasih jarak biar bisa sama-sama healing.
Soalnya kalau maksain tetep temenan, yang ada malah terjebak di zona abu-abu yang bikin makin susah move on.
Trus kalau nanti kamu dan dia udah sama-sama move on dan udah beneran sembuh, terus kamu tetep milih buat gak temenan lagi, ya gapapa juga loh!
Gak ada kewajiban buat masukin mantan ke lingkaran pertemanan kita lagi kok.
Kita tetep bisa saling mendoakan dari jauh tanpa harus ada di dalam kehidupan satu sama lain lagi. Setuju gak?
Atau temenan itu sebenarnya berharap siapa tau dapat jatah mantan gitu?
Clara terdiam. Di hadapannya laporan dari Mckinsey menunjukkan seluruh indikator krisis akan terjadi. Tapi ia masih teringat senyum hangat Michael, teman expatriat, yang dia temui di Aldis Burger, saat lburan di Manhattan, New York. Hanya dada Michael yang bisa membuatnya tenang.
6.500-6.600 ✅
Ada kabar baik, dan kabar buruk untuk $IHSG
Kabar baiknya, fast stohastik (5,3,3)
BARU MULAI masuk area oversold.
Kabar buruknya, slow stohastik (30,3,3)
belum oversold.
Masih ada ruang untuk penurunan 🫰🫶
Setelah baca ini, jadi paham kenapa tiket pesawat domestik bisa jauh lebih mahal dari tiket luar negeri ternyata bukan soal avtur mahal. Mau marah tapi gimana? Ini indonesia. 😭😭😭
Never let anyone make you feel bad about your achievement, your blessing, and your lucks while you got them all by all those efforts and grace of Gods.
Guys, IHSG jebol 7.000.
Dan David Noah trader yang sudah lebih dari 10 tahun di pasar ini ngomong sesuatu yang menurut gue perlu lo dengar dengan sangat serius.
Kondisi pasar sekarang jujur apa adanya:
IHSG sudah di bawah 7.000.
Support kuat berikutnya ada di sekitar 6.780-6.800 yang terakhir kali disentuh Juni 2025.
Artinya kalau level itu jebol juga kita balik ke level tahun lalu.
Dalam dua minggu terakhir saja IHSG sudah minus sekitar 5%.
Dan penurunannya bukan merata.
Yang paling kena adalah saham-saham yang selama 2024 naik paling tinggi.
BBCA turun 13% sejak 8 April.
Saham-saham konglomerasi seperti BREN dan DSSA sudah dari pucaknya turun puluhan persen.
PTRO alias Petrosea turun signifikan.
BUMI masih berjuang.
Kenapa saham konglo rontok dan ini yang perlu dipahami:
Saham konglomerat Indonesia dalam beberapa bulan terakhir mengalami apa yang David sebut sebagai reversion yang sangat tajam.
IMPC misalnya dari puncaknya sudah turun lebih dari 60% saat ini.
Tapi ini ada konteksnya.
Saham-saham ini sebelumnya naik dengan sangat agresif.
IMPC dari 2025 sampai puncaknya naik 1.258%.
Begitu giliran koreksi datang koreksinya juga dalam.
Masalahnya ditambah oleh dua faktor besar: keputusan MSCI yang mempermasalahkan free float beberapa saham besar Indonesia membuat investor asing terpaksa keluar.
Dan kondisi makro global yang tidak kondusif rupiah melemah, sentimen risk-off global meningkat.
Di mana peluang kalau memang masih ada:
David menekankan satu prinsip yang menurut gue sangat valuable di kondisi seperti ini: there is always a bull market somewhere.
Ketika IHSG berdarah ada saham yang justru naik. Contoh konkret yang dia berikan:
ESSA emiten amonia.
Ketika IHSG jebol, ESA justru bergerak.
David melihat ada institusi lokal yang masuk membeli di level 800-an level yang sebelumnya adalah resistensi kuat yang belum pernah ditembus.
Begitu ditembus dengan volume signifikan dia call buy. Target 1.000. Hasilnya? ESA tembus 995— naik 17% dari titik entry.
Saham-saham emas ARCI, MDKA, dan sejenisnya. Ketika IHSG turun, emas justru bullish. Sejak Petro mulai koreksi di 14 April saham emas sudah naik 21%. Investor asing konsisten membeli saham-saham emas ini bahkan ketika mereka menjual saham lain.
Logikanya sederhana: di kondisi geopolitik yang tidak stabil dan ketidakpastian global tinggi investor lari ke safe haven. Dan emas adalah safe haven yang paling klasik. Kalau asing beli emas fisik mereka juga beli emiten emas.
Cara David membaca peluang framework yang bisa lo pelajari:
David tidak hanya lihat chart.
Dia gabungkan tiga hal sekaligus.
Pertama — tren struktur.
Apakah saham ini secara chart masih uptrend atau sudah downtrend?
Di kondisi market jelek seperti sekarang dia hanya mau tradingin saham yang masih uptrend strukturnya. Bukan yang sedang downtrend lalu berharap rebound.
Kedua — money flow atau broker summary.
Siapa yang beli dan siapa yang jual?
Kalau institusi asing atau domestik yang kuat sedang akumulasi itu sinyal positif.
Kalau retail yang jual tapi institusi yang beli itu setup yang menarik.
Ketiga — fundamental story sebagai konteks.
Bukan untuk timing entry tapi untuk memastikan ada alasan logis kenapa saham itu bisa naik.
ESA naik karena harga amonia berkorelasi dengan harga minyak yang sedang naik.
Emas naik karena safe haven demand naik.
Ada logika yang mendukung pergerakan harganya.
Apa yang masih berat dan belum layak di-trading:
David tegas soal beberapa hal.
Saham-saham blue chip seperti BBCA masih dalam downtrend yang sangat jelas.
BMRI masih sideways dengan kecenderungan melemah. Telkom juga belum menunjukkan tanda pemulihan.
Untuk PTRO selama tidak bisa closing di atas 5.500-5.600, target koreksi berikutnya ada di sekitar 4.800. Artinya masih ada potensi turun 10% lagi dari level sekarang.
Konglo secara umum masih belum kuat.
Yang mau masuk trading rebound konglo David sarankan sabar.
Karena rebound yang belum didukung volume dan money flow yang jelas hanya akan bikin lo kena sideways berminggu-minggu tanpa arah.
Yang paling relate dari seluruh obrolan ini soal floating loss double digit miliar:
David mengaku sendiri Sejak MSCI crash floating profit yang hilang dari portofolionya mencapai double digit miliar rupiah.
Dan cara dia menghadapinya menurut gue adalah pelajaran mental yang lebih berharga dari analisa teknikalnya manapun.
Dia bilang: "Kehilangan belasan miliar gua bisa beli dua Ferrari. Tapi sekarang gua punya belasan miliar dan gua juga tidak beli Ferrari.
Jadi kalau balik pun, gua juga tidak akan beli Ferrari. Kenapa harus sedih?"
Ini bukan gaya-gayaan.
Ini adalah cara reframing yang sangat disiplin untuk menghindari keputusan emosional yang buruk di pasar.
Karena itulah yang membunuh kebanyakan trader bukan salah analisanya.
Tapi ketika floating loss membuat mereka panik dan cut loss di bottom, atau ketika euforia membuat mereka hold terlalu lama di puncak.
Prinsip yang paling penting dari seluruh episode ini:
"Selama lu belum meninggal, lu belum kalah.
Jangan judge hidup lu berdasarkan satu bulan, satu hari, satu tahun.
Judge your life based on your lifetime."
Di pasar saham ini bukan klise. Ini adalah kenyataan yang sudah terbukti berkali-kali. Siklus selalu ada. Bullish dan bearish selalu bergantian.
Yang membedakan trader yang bertahan dari yang tidak adalah kemampuan untuk tetap objektif, terus belajar, dan tidak membuat keputusan dari emosi ketika kondisi sedang paling buruk.
Kalau lo sedang hold saham-saham yang sedang dalam downtrend berat evaluasi apakah ada alasan fundamental yang kuat untuk bertahan atau apakah lo sedang averaging down dari harapan bukan dari analisa.
Kalau lo mau mulai trading atau mencari peluang baru di kondisi ini lihat ke sektor yang berlawanan dengan tren IHSG.
Saham emas sedang dalam tren yang berbeda dari market secara keseluruhan. Di sanalah money flow sedang bergerak.
Dan kalau lo belum siap atau belum punya framework yang jelas cash is a position. Menunggu bukan berarti kalah.
Menunggu sampai ada setup yang lebih jelas adalah keputusan yang sangat rasional di kondisi market yang belum punya arah yang jelas.